Pentingnya Watermark Part 1 : Fungsi Watermark Untuk Marketing

Watermak, adalah hal kecil dan bahkan remeh sehingga sering dilupakan orang. Namun dibalik itu semua, justru watermark menjadi hal yang sangat penting, tergantung dari sudut mana kita meposisikannya. Terlebih bagi anda penggiat usaha di bidang online, katakanlahonline shop.

Pentingnya Watermark Part 2 : Membuat Watermark Massal dan Mudah

Di video kedua ini, kami sajikan lengkap langkah-langkah mulai mendesain watermark dengan cara paling mudah dan gampang, serta kami demokan juga bagaimana jika Anda ingin memberikan watermark untuk banyak gambar sekaligus.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 7

Training Center atau yang biasa disebut TC, adalah salah satu cara/ event belajar internet marketing yang diadakan dalam 6 hari. Dalam TC ini peserta sudah mendapat fasilitas materi, penginapan dan makan siang selama pelajara/ materi berlangsung.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 2

Hari kedua, adalah pembahasan materi untuk marketing menggunakan social media. Dimana pembahsan ini adalah pembahasan pemasaran menggunakan media social media, dengan cara yang efektif dan sopan. Sopan dalam artian, pemasaran menggunakan social media bukan menggunakan spam, bukan dengan penyebaran isu maupun bukan dengan pesan berantai yang membodohkan. Tapi dengan cara marketing yang memberikan efek edukasi.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas

Untuk kali ini, adalah TC yang sudah angkatan ke sekian, persisnya berapa, saya belum merumuskan datanya. Acara ini rencananya akan digelar dalam tempo tertentu. Dalam video yang kami sajikan, juga telah kami sajikan kontak person untuk informasi dan pendaftaran atas event ini.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 3 : Bukan BottleNeck Effect

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Akan lebih baik Anda membaca tulisan ini dengan pikiran jernih, tanpa ikatan emosional apapun terlebih hanya sekedar merendahkan orang yang bisa jadi kepintarannya jauh melampaui Anda. Ini adalah analisa, bukan bermain perasaan.

Secara sederhana bottleneck adalah efek yang seperti halnya leher botol. Dimana input yang sangat banyak tidak mampu tertampung dengan baik oleh jalur yang disediakan, sehingga terjadi antrian yang lebih panjang dari normal bahkan antrian yang saling mengganggu. Keadaan ini berlangsung apabila jalur yang ada/ tersedia tidak mampu menampung seluruh input.

Namun, yang terjadi pada Facebook Ads bukan ini. Meskipun inilah yang terlihat di permukaan. Sehingga tidak salah jika ada yang menganalisa dan mempublikasikan hipotesa tentang ini. Namun hipotesa yang saja kaji disini, dari sudut pemikiran lain.

Jika botleneck adalah untuk hal yang bersifat out dan input. Sedangkan pada pembahsan fb ads, ada faktor lain yang tidak hanya in dan output. Dalam hal ini, pemasang iklan sebagai input, dan penikmat iklan/ kalayak/ masyarakat sebagai output dan pihak Facebook sebagai kran yang mengatur sederas apa input menuju output.

Gampangnya, pemasang iklan adalah sumur, sedangkan penikmat iklan adalah ember dan pihak Facebook adalah kran.

Pada posisi tertentu, yang terjadi beberapa masa lalu disaat Fb ads benar-benar powerful. Adalah kuantitas air yang sedikit, sehingga kran dibuka sangat lebar dan ember yang mampu menampung seluruh air yang mengucur. Dalam posisi ini, kran sama sekali tidak pelit dalam membuka dirinya, sehingga air sekecil apapun mampu tertampung dengan baik oleh ember dibawahnya.

Namun keadaan berbeda. Dimana air merasa sangat nikmat mengalir melewati kran dan tertampung sepenuhnya pada ember. Sehingga air semakin menambah kuantitasnya, air menjadi semakin kencar dan kran pun membuka diri sangat lebar, praktis ember pun semakin penuh. Dan untuk memenuhi ember, membutuhkan waktu yang lebih sedikit karena air meningkatkan kuantitasnya.

Keadaan ini semakin berlanjut. Sehingga membuat air yang lain menjadi iri dan ingin mendapat kenikmatan pula, kenikmatan sepenuhnya terkonsumsi oleh ember dan kran yang dibuka lebar.Bagi air ini tentu keadaan yang sangat menyenangkan.

Di satu titik, pun terjadi perubahan pula. Semakin banyak air yang ingin menuju ember. Sehingga kran menjadi penguasa atas peristiwa ini. Ember hanya diam, ada atau tidak ada air yang masuk bukan masalah. Sementara air sangat memerlukan menuju ember, sehingga kran adalah penakluk atas fungsi ini. Wajar, jika akhirnya kran sedikit menutup dirinya dan hanya membiarkan air yang punya kekuatan saja yang mampu melaluinya.

Di pasar, ini adalah keadaan yang wajar, dimana harga akan naik disaat permintaan semakin naik, sehingga laba yang diperoleh menjadi semakin besar. Dalam hitungan matematispun ini benar dan sekali lagi, ini wajar dalam skema pasar. 

Termasuk Facebook pun mengadopsi skema ini, dimana pemasang iklan semakin banyak, maka akan terjadi pelelangan, siapa yang memiliki kekuatan dana besar maka ia diprioritaskan dan menjadi lebih banyak kapasitas iklannya dikonsumsi oleh masyarakat.
Tapi facebook, melupakan satu hal. Bahwa penggunanya sudah mulai tidak seimbang dengan jumlah iklan yang tersebar.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Indikasinya. Iklan yang tayang, lebih banyak membutuhkan waktu untuk menjaring peminatnya. Sederhananya, dulu sebuah iklan perlu waktu 3 hari untuk mencapai jumlah jangkauan x. Sekarang untuk mencapai jumlah jangkauan x memerlukan waktu lebih dari 3 hari. Sementara kebutuhan waktu linier dengan jumlah dana yang dikeluarkan. Sehingga pemasang iklan perlu membelanjakan lebih banyak dana untuk mencapai jumlah targetnya.

Inilah ketidak seimbangan yang terjadi. Dimana iklan yang masuk, lebih banyak dari kapasitas penerimaan oleh pengguna facebook. Anggap saja perbandingan 1 iklan mampu dikonsumsi oleh 100 pengguna. Maka jika penggunanya 200 maka kuantitas iklannya adalah 2. Sementara pengguna iklan semakin bertambah maka baiknya pengguna umumpun juga bertambah. Namun angka ini tidak didapat saat ini. Banyak faktornya, salah satunya masyarakat sudah mencapai titik jenuh dan mulai bermunculan social media lain. Faktor lain yang tak kalah penting adalah, pengguna facebook yang baru, lebih banyak menginputkan data palsu. Padahal data yang diinputkan menjadi salah satu pilar untuk penyebaran iklan.


Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar 14 Oktober 2017, Malang – Indonesia

Rabu, 11 Oktober 2017

Pelatihan Internet Marketing MasterClass di Malang Oktober 2017

Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang, Kursus Internet Marketing, Internet Markeing Pelatihan, Belajar Internet Marketing, Seminar Internet Marketing, Workshop Internet Marketing, Internet Marketing Masterclass, Mentor Internet Marketing


Masterclass, sengaja dari awal dibentuk sebagai pelatihan yang mengunggulkan mutu lulusan. Sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar memehami segala seluk beluk dan konsep inti dari pemasaran di dunia online. Dan untuk mencapai tujuan ini, tentu bukan semudah membalik telapak tangan, perlu perjuangan dari seluruh pihak baik dari penyelenggaran, mentor yang dihadirkan hingga peserta.
Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang

Peserta masterclass tidak memerlukan penyaringan yang rumit. Ini adalah pelatihan yang dibuka untuk umum, sehingga bisa di ikuti oleh semua orang siapapun dan manapun. Bahkan yang sama sekali tidak paham tekonologipun, diperkenankan mengikuti masterclass. Justru di sinilah, akan dibimbing mulai dari nol. Mengingat tujuan awal, bukan melulu sebagai pelatihan yang lulus – selesai – sudah. Tapi dirakit sebagai bentuk pelatihan yang membimbing, menuntun ibaratnya mulai lahir.

Sebagai pelatihan internet marketing yang bergengsi, MasterClass senantiasa menghadirkan pembicara-pembicara yang memang expert di bidangnya masing-masing. Termasuk misalnya menghadirkan pembicara yang mahir di bidang SEO, juga akan dihadirkan pembicara yang mahir di bidang sosial media, pembicara yang mahir di bidang viral konten, pembicara ahli manajeman, ahli menata keuangan dan seterusnya. Sehingga bukan melulu pelatihan yang sifatnya dangkal, namun pelatihan menyeluruh dari akar, yang meliputi seluruh aspek dalam kebutuhan menjalankan usaha.

Pelatihan internet marketing, adalah salah satu bentuk dari MasterClass, karena didalamnya juga diajarkan bagaimana menggunakan media internet sebagai lahan untuk berpromosi, lahan untuk melakukan aktifitas marketing yang memang sesuai dengan jaman saat ini dan lebih efektif. Tentu, dengan konsep dan pemahaman pada inti, akan memberikan bekal pada peserta tentang bagaimana berpromosi di internet meskipun terjadi perubahan terus menerus.
Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang

Bukan terfokus pada teknik, pelatihan internet marketing di MasterClass lebih mendorong pada pemahaman inti dari sebuah konsep. Jika inti ini telah dikuasai, maka teknik adalah hal yang sangat mudah. Jika konsel telah dikuasai, maka peserta & alumni akan selalu mampu mengatasi perubahan & hamabatan apapun di internet yang kelak akan terjadi, mengingat dunia maya, dunia internet mampu berubah kapan saja.

MasterClass yang didalamnya terdapat pelatihan internet marketing ini, dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 di tanggal 13-15 Oktober (selama 3 hari), setiap harinya mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore.  Silakan hub CP untuk pemesanan tiket 0812.8587.4945

Jumat, 22 September 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 2 : Selain Privasi Yang Telah Tertelanjangi

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion
Akan lebih baik Anda membaca tulisan ini dengan pikiran jernih, tanpa ikatan emosional apapun terlebih hanya sekedar merendahkan orang yang bisa jadi kepintarannya jauh melampaui Anda. Ini adalah analisa, bukan bermain perasaan.

Di part satu telah dibahas bagaimana facebook menggiring para pebisnis dengan fitur yang ia jual.Sama seperti halnya orang jualan, di masa awal, anggap aja di kisaran tahun 2010-an, Iklan facebook luar biasa powerfull dan hebatnya, facebook mematok tarif yang sangat murah dan bahkan gratis. Seorang pengusaha yang berhasil beriklan di facebook dan menghasilkan banyak pundi rupiah, wajar jika selanjutnya banyak pengusaha mengikuti jejaknya. Dan beruntunglah facebook karena semakin banyak orang pasang iklan linier dengan pendapatan yang semakin meningkat.

Trend memasang iklandi facebook ini semakin berlanjut. Sehingga semakin banyak pula yang merasa manisnya pasang iklan di media sosial terbesar ini. Dengan memasang iklan, maka ibarat punya sales yang mau bekerja 24 jam sehari, dengan konsumen/ calon konsumen yang dibidik tepat sasaran, dengan sorting beraneka ragam yang dinyakini mampu membidik “kelinci” lebih tepat, lebih banyak dan tentu lebih efisien. Tren ini semakin berlanjut dan berlanjut.

Keadaan mulai sedikit berbeda dengan hadirnya instagram. Sebuah sosial media baru yang cukup diakses dengan perangkat mobile dan berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Perlahan namun pasti, para pengguna facebook, menggandakan diri atau bahkan utuh berpindah ke instagram. Apakah masih merasa kuat ? Tidak, Facebook justru merasa terganggu dengan hadirnya semut kecil ini. Hingga facebook memutuskan membeli instagram. Pertimbangannya adalah untuk mengembangkan perusahaan dan layanan ke konsumen, termasuk menyingkirkan ketakutan tersaingi.

Pengguna facebook di Indonesia pada 2017 mencapai 11% dari total penduduk. Bagaimana tidak menggiurkan, dan ibarat ini makanan adalah gula, dan tentu mendatangkan banyak semut. Tapi, juga jangan terlalu silau dengan suguhan data tersebut. Karena jumlah pengguna facebook yang sedemikian banyak, belum tentu semuanya manusia, belum tentu semuanya orang dan belum tentu semua memberikan data yang benar. Padahal, nyawa dari facebook ads adalah mensortir bidikan konsumen berdasarkan data, data yang diinputkan oleh pengguna facebook itu sendiri.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion


Justru semakin kesini, tren pengguna facebook semakin bermacam-macam. Wajar jika di era 2010-an iklan yang dipasang langsung menusuk jantung “kelinci”. Karena pada pengguna facebook di saat itu memberikan data otentik atas dirinya, dan mengisi dengan benar. Namun sekarang justru keadaan berbalik, mulai banyak data-data yang tidak terisi kalaupun terisi juga dengan data yang validitasnya diragukan. Sudah semakin banyak anak-anak remaja labil yang menggunakan facebook, mengisikan data palsu, dan menggunakan nama-nama yang kurang pantas.

"Lalu, apakah data seperti ini yang menjadi indikator sorting dan kemudian membakar uang Anda. Hipotesanya, Anda membakar uang untuk mempromosikan produk/ jasa pada akun-akun semacam ini ?"

Analisa berlanjut. Jika memang facebook tidak melulu menggunakan data inputan sebagai sortirannya. Saya sempat berpikir, apakah facebook juga menggunakan rekam jejak TCP/IP dalam mendeteksi lokasi ? Jika memang iya, ini facebook mendata lokasi calon konsumen, apa mencari-cari teroris ?
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Dalam setiap komputer Anda, dan dalam setiap browser yang Anda gunakan, seluruhnya dibekali dengan fasilitas history, yang tentu saja menyimpan data kunjungan anda pada web apapun. 

Namun yang banyak tidak disadar, itu semua juga memiliki cocies dan cache. Inilah yang justru mengintai apapun yang anda lakukan saat browsing. Iya, apapaun yang anda lakukan terekam dalam cache. 

Termasuk apa saja yang anda tonton, apapun yang anda ketikan, dan berita apa saja yang anda nikmati. Cache inilah yang nanti laporan kepada penyedia iklan, tentang apa saja aktifitas Anda. Boom, ketahuanlah apa saja yang anda lakukan selama ini.

Terlepas dari privasi yang memang sedari awal sudah tertelanjangi. Saya masih optimis iklan akan tepat sasaran jika facebook membaca data dari cache. Setidaknya, facebook mampu mendeliver peci sholat pada mereka yang hobi membuka video pengajian, dan facebook mampu mengantarkan dengan baik iklan bir (minuman keras) pada mereka yang hobi surfing ajeb-ajeb. Kalo terbalik, bukannya lucu. Malah pemasang iklan yang kembali tekor karena iklannya salah sasaran.

Dengan membca 2 part atas topik ini, saya harapkan pembaca semakin bingung. Sehingga di part selanjutnya akan menemukan mana yang imbang, mana yang akan digunakan dan mana yang paling sesuai. Intinya, tidak perlu mendewakan satu metode. Justru jamu terbaik adalah campuran dari berbagai bahan dalam takaran yang tepat dan presisi.



Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar 22 September 2017, Malang – Indonesia

Senin, 18 September 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 1 : Jajanan Murah yang Ada Uangnya

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion
Buat apa demikian memuja cara ini, cara beriklan engan Facebook ads, jika hasilnya zonk dan hanya membakar uang untuk kepentingan memberi makan Facebook. Kenapa memberi makan Facebook, iya, tentu, karena Anda membayar alias memberi uang ke Facebook. 

Analoginya linier dengan seseorang miskin, kurus kering kerontang, menyuapkan makanan ke seorang bos berperut gendut dan berlemak. Seseorang yang udah kaya disuapin sepenuhnya oleh mereka yang kelaparan. Jika keadaan ini dilukiskan, maka akan terbentuk citra seorang anak penjajah, hidup dalam kekayaan yang bergelimang, makan keju dan kecukupan setiap hari, memakai pakaian bagus-bagus, sementara anak seusianya yang pribumi, harus berkeliling menjajakan jajanan murahan, demi sesuap nasi untuk mengisis sedikit ruang di perutnya yang telah terbiasa menahan lapar dan otaknya yang tak mampu lagi mengingat rasanya tidur dalam keadaan kenyang.

Facebook, memberikan penawaran menarik atas fasilitas iklan. Sesiapapun yang ingin produk/jasanya dikenal orang maka bayarnya ke Facebook. Dan facebook akan menebarkan informasi Anda pada mereka yang sesuai dengan target Anda. Apakah target dalam wilayah, usia ataupun kecenderungan masing-masing pribadi. Ini sangat menarik, karena iklan/ informasi yang disampaikan tentu akan menusuk langsung pada mereka yang memang menjadi target iklan. Terlebih jika dikalkulasi, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah daripada pasang iklan di media massa, anggap aja iklan di TV.

Biaya yang murah dan sebaran yang tepat sasaran. Siapa yang tak ingin dan ini memang sangat menggiurkan. 

"Praktis, Facebook mencapai sukses dengan berjualan fitur iklan ini. Dibuktikan, dengan semakin agresifnya facebook “memaksa” para pebisnis untuk menggunakan fasilitas iklan ini. "

Dulu, facebook profile bisa digunakan untuk jualan, dan aktifitas jualan bisa bebas, baik posting tentang jualan di beranda pribadi hingga posting ke grub-grub jualan. Namun sekarang keadaan berbeda, posting  tentang jualan, bahkan di beranda pribadi, akan dibatasi oleh facebook, jika melebihi batas tertentu akan ada peringatan bahkan blokir. Sekali lagi, ini adalah posting di beranda kita, yang notebene adalah rahasia kita, privasi, sementara facebook membuat aturan demikian, lalu apakah masih berpikir ada privasi di facebook ?  Jika beranda Anda saja diintip sedemikian rupa.

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Pemaksaan yang kedua, akun-akun facebook jualan, di paksa menjadi fanspage, dengan istilahnya di konfersi ke fans page. Jelas, karena hanya dengan fanspage iklan facebook dapat dijalankan. Sehingga jika akun jualan ini dipaksa dan terpaksa menjadi fanspage, maka berikutnya diantar dan diming-iming untuk pasang iklan. Ini strategi cerdas sebenarnya, tapi usang. Jika didunia nyata, ini persis dengan cara jajanan pasar yang murah dan jauh dari kata sehat itu, memaksa anak-anak kecil membelinya dengan iming-iming ada hadiah uang di dalamnya.

Boom. Sama seperti anak kecil yang kemudian mengerubuti jajanan ber-uang ini. Facebook ads pun menjadi primadona untuk beriklan. Para pengusaha besar hingga online shop berbondong-bondong membakar uangnya untuk menyuapi facebook.

Skema seperti ini menguntungkan para pemasang iklan dan tentunya facebook sendiri. Para pemasang iklan merasakan terjadi kenaikan omset bahkan kenaikan laba hingga berlipat-lipat lebih besar. Anak kecil itu pun betapa bahagianya mendapat uang didalam kemasan jajanan yang ia beli. Ia membeli sebungkus hanya Rp 100 lalu mendapat uang tunai Rp 500. Senang sekali lah hatinya dan riang hidupnya. Dan keberuntungan si anak kecil ini terdengar serta tersebar riuh ke seluruh pelosok desa.

Wajar jika esok harinya, si kecil ini kembali minta uang ke emaknya untuk membeli jajanan yang tadi. Dengan maksud ingin mengulangi kesuksesannya mendapat uang berlipat-lipat. Ia pun berkalkulasi akan mendapat banyak uang dan bisa membeli mainan ketapel dari kayu yang selama ini dia idamkan.
Namun, apa yang dipikirkan si kecil ini, sama dengan pikiran ratusan bocah lainnya yang ingin seberuntung dia. Peluang itupun diperebutkan oleh lebih banyak orang.

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Lalu, apakah facebook ads sesederhana itu, seperti memperbutkan uang Rp 500 didalam bungkus jajanan. Yang tak ketahuan berapa jumlah peluangnya dan tak ketahuan jumlah konstantanya. Sementara facebook ads memiliki filter untuk pemilihan target market, lalu apakah pemilihan target market tersebut sama halnya dengan peluang di jajanan tadi ?


Di tulis oleh Dedy Fajar 17 September 2017, Malang – Indonesia



Kamis, 14 September 2017

Tidak Penting, Tidak Perlu Belajar Manajeman Part 4 : Berjaya atau Menanti Keruntuhan ?

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah, Materi Manajeman, Sejarah Manajeman, Jurusan Manajeman Pendidikan, Manajeman Pendidikan, Tujuan Manajeman Pendidikan, Ruang Lingkup Manajeman Pendidikan

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah
Berbicara tentang online shop—saya batasi online shop para umumnya—masih menganggap manajeman sebagai keilmuan. Ya, cukup keilmuan yang tidak perlu dipejari dan tidak penting.

Baik. Berapa keuntungan Anda dari berjualan di online ? Dan seberapa mampu menutupi kebutuhan harian. Memang benar-benar ada data, atau hanya perkiraan ?

Mulailah dengan mengatu keuangan, mana yang digunakan kembali untuk produksi, mana yang masuk untuk aset dan mana yang digunakan untuk tabungan serta berapa yang bisa dinikmati untuk keperluan pribadi, bersenang-senang misal, membeli buku misal, berwisata misal, mengunjungi saudara yang jauh misal. Untuk apa Anda berusaha siang malam mengumpulkan pundi-pundi uang jika menikmatinya saja tidak mampu. Hanya karena takut, takut tercampur uangnya. Ya benar, karen tidak ada pembagian yang jelas sehingga tercampur dengan uang dimana-mana.

Ketahuilah, bahwa perusahaan besar. Mendapatkan modalnya dengan berhutang yang juga besar jumlahnya. Namun hutang yang sedemikian besar sama sekali tidak memenjarakan si pemilik bekerja 24jam sehari. Pemiliknya tetap bisa posting foto piknik di instagram, masih tetap mampu mengambangkan usaha lainnya dan masih tetap mampu menggaji karyawan. Memang utang segunung tetap ada, tapi dengan pengaturan yang baik dan tepat, semua dana yang masuk akan terbagi menurut kadarnya masing-masing sehingga tidak tercampur satu sama lain.

Justru, di kisaran online shop bawah dan menengah. Masih mengasingkan hal ini, masih asik dengan aktifitas dan idealismenya yang tidak memecah dana menjadi beberapa bagian. 

Akibatnya, selalu saja ada ketakutan dan memang terjadi uang bercampur baur, antara milik perusahaan dan uang pribadi. Semua uang dianggap milik pribadi sehingga merampas dana yang seharusnya digunakan untuk kelangsungan dan oprasional usaha.

Manajeman keuangan adalah salah satu dari banyak hal yang perlu diatur dan dirapikan dalam sebuah usaha. Perlahan tapi pasti dan menunjukan gejala. Disaat manajeman diatur dengan sangat baik, maka perkembangan usaha dapat dirasakan dan memang terukur. Namun jika kacau dalam hal ini, maka kepastian hasil adalah keruntuhan. Sayangnya, orang Indonesia terlalu meremehkan ini, dan menganggap jika satu usaha runtuh akan mampu mendirikan usaha lain lagi. Memang iya, tapi waktu tidak akan pernah kembali.
Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah

Manajeman juga menjadi ukuran. Jika untuk keuangan saja masih bercampur aduk gak keruan. Apalagi dengan stok, apalagi dengan gaji karyawan, apalagi dengan pengaturan aset, lalu bagaimana dengan SDM dan lainnya. Selama manajeman belum teratur apalagi belum sama sekali melakukan upaya manajeman, berarti usaha yang Anda lakukan jauh dari perkembangan dan stagnan. Silakan koreksi diri, jika usaha Anda selama 10 tahun tapi belum memiliki sistem manajerial sama sekali.

Akan tersalip dengan usaha bayi, yang baru 5 tahun namun telah memiliki manajeman yang baik, yang rapi dan tertata. Sehingga usaha seperti ini mampu merumuskan peta dan arah jalannya. Mau kemana dan mau menjadiseperti apa, karena telah punya ukuran, indikator dan data yang tersimpan dengan baik dan rapi.


Di tulis oleh Dedy Fajar 14 September 2017, Malang - Indonesia

Selasa, 12 September 2017

Tidak Penting, Tidak Perlu Belajar Manajeman Part 3 : Kenapa Pemerintah Memungut Pajak Online Shop ?

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah, Materi Manajeman, Sejarah Manajeman, Jurusan Manajeman Pendidikan, Manajeman Pendidikan, Tujuan Manajeman Pendidikan, Ruang Lingkup Manajeman Pendidikan

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah
Dalam tataran level onlineshop, ini sangat luas. Beberapa tahun lalu online shop hanya sebatas orang perorang yang mencoba menggunakan sosial medianya untuk berjualan, siapa tau laku, siapa tau laris bisa nambahin uang jajan, bisa nambahin uang dapur. Dan hanya sebatas ini, belum ada pikiran untuk bergerak dan mendapat lebih.

Tapi semakin kesini, online shop lapangannya semakin melebar, tidak cukup hanya orang perorang, dan tidak hanya di huni oleh ibu-ibu yang menggunakan sosial medianya untuk jualan baju, tapi bahkan perusahaan besar pun rela menggelontorkan dana besar untuk membangun aset di online dan pula melayani penjualan online. Dengan skema tak jauh berbeda dengan online shop perorangan.

Dengan semakin beragamnya online shop, dri berbagai level pemasaran, dari berbagai barang / jasa yang ditawarkan dan berbagai fasilitas yang diberikan, membuka sebuah cakrawala baru bahwa dunia baru tengah terbangun disana. 

Online shop yang hanya disepelakan sebagai penipu, menjelma sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan memberikan perputaran uang yang tidak sedikit, bahkan pemerintah mengkaji untuk menerapkan pajak bagi praktisi online shop, tentu ini karena pemerintah sadar dan pemerintah memiliki data atas pergerakan uang yang luar biasa jumlahnya.

"Didalam tubuh online shop—karena kebanyakan masih berpiki dangkal—terjadi kerapuhan dimana-mana, hampir di tiap sisi usaha. Alasanya klasik, praktisi/ pelaku/ pebisnis online shop masih saja berpikir hanya jual, hanya jual, hanya jual. "

Lebih dari itu hanya berpikir hanya beli (kulakan) lalu jual. Dan selesai sampai disitu dan masih dalam tingkatan dimana online shop yang digelutinya sebatas sebagai penghasilan tambahan. Adapun yang menjadikan online shopnya sebagai penghasilan utama, belum dalam tingkatan untuk pengembangan dan kelangsungan bisnis. Masih seperti oportunis, yang berpikir tentang sekarang, sekarang dan sekarang. Tentang apa yang dilakukan sekarang dan didapat sekarang, jenjang karir selanjutnya dan apa yang dipersiapkan di masa mendatang, tidak terbesit sama sekali.
Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah

Sangat disayangkan keadaan ini berlangsung terus menerus dan menjangkiti hampir semua pebisnis online shop. Padahal data sudah terpampang, pemerintah mulai melirik pajak dari online shop. Ini artinya memang perputaran uang oleh online shop jumlahnya tak main-main. Sekaligus sebagai bukti nyata bahwa perilaku konsumen dalam berbelanja mulai ada modifikasi. Dimana sebelumnya konsumen hanya mau belanja offline, langsung datang ke toko dan membeli, sekarang konsumen lebih memilih riset dulu atas produk/jasa yang ia inginkan untuk mendapat harga terbaik.

Pertumbuhan online shop pun semakin menggila. Online shop baru pun dengan berani menantang para pemain lama bahkan raksasa sekalipun. Bisa saja pemain baru memang memiliki kemampuan yang luar biasa baik dalam beriklan, menggunakan metode SEO bahkan termasuk pelayanan konsumen. Tentu pemain yang telah lama dan kuat pun tak akan pernah ada kata aman jika tidak upgrade atas kemampuannya. Dalam dunia maya, belum tentu pemain baru selalu mendapat peran figuran. Mereka yang bertahan dan semakin kuat adalah yang mampu menambal atas segala lubang yang ada pada dirinya.

Di part sebelumnya pun, sudah saya bahas tentang betapa banyaknya lubang yang harus ditambal dalam tataran manajeman. Dari manajeman yang baik dan tertata rapi, maka lubang mana yang akan ditambil akan ketahuan bahkan yang tersembunyi sekalipun. Dan inilah yang membuat usaha semakin kuat. Namun jika malas menambal, terlebih malas mencari dimana ada lubang, maka akan koyak kain tersebut, maka akan runtuh usahanya. Ingat, kain paling kuat diduniapun akan terkoyak dan terbelah menjadi beberapa bagian hanya berawal dari lubang kecil.

Tantang bagi pebisnis online shop. Bahwa hampir  tiap detik selalu muncul para pesaing baru atas usaha yang Anda geluti. Kemudahan dan sifat internet yang fleksibel dan mampu dikonsumsi oleh kalangan manapun dan berbagai usia, maka bukan hal yang sulit pula untuk membuat online shop. Tinggal Anda, apakah ingin menjadi pemain yang hanya angin-anginan, atau benar-benar menjadikan online shop Anda sebagai sumber penghasilan. Bedanya, hanya pada manajemannya.

Manajeman apa ?Dan manajeman yang seperti apa ?Next….

Minggu, 10 September 2017

Tidak Penting, Tidak Perlu Belajar Manajeman Part 2 : Alasan Tunggal & Klasik

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah, Materi Manajeman, Sejarah Manajeman, Jurusan Manajeman Pendidikan, Manajeman Pendidikan, Tujuan Manajeman Pendidikan, Ruang Lingkup Manajeman Pendidikan

Di satu kesempatan, bertemu dan banyak tukar ilmu dengan seorang rekan, rekan yang sejak kuliah dulu Alhamdulilah Silaturahmi tetap terjaga baik hingga saat ini. Faktanya bahwa karyawan yang bekerja sebagai bawahannya, selalu saja keluar masuk. Memang selalu ada input karyawan baru, tapi selalu diimbangi pula dengan keluarnya para karyawan yang sudah terlatih dan berpengalaman. Sehingga berimbas pada level kemampuan karyawan yang stagnan akibat dari tidak adanya karyawan yang pantas menduduki jabatan atas.
Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah

Bagaimana bisa jabatan atas akan terisi, jika di jabatan menengah saja karyawan sudah gonta-ganti. Sekali akan naik jabatan, itu karyawan keluar. Sekali yang anak baru mau naik level lebih atas, dia keluar. Bahkan karyawan yang bau kencur sekalipun akan keluar masuk keluar masuk. Jika keadaan seperti ini terus menerus berjalan, justru sistem di perusahaan tidak akan jalan karena tersendatnya kaderisasi dan pasti tersedat dalam pengembangan perusahaan.

Alasan keluarnya karyawan, tentu berbagai. Dan tak jarang juga dengan alasan-alasan dangkal yang bikin tersenyum. Terlepas dari bagaimana etos kerja karyawan, jika dikategorikan dengan empiris alasan para karyawan keluar masuk hanya alasan tunggal dan klasik, adalah alasan manajemen.
Akan selalu ada karyawan yang tidak betah bekerja disuatu tempat akibat manajeman yang kacau balau. Jangankan manajeman yang kacau, di perusahaan dengan manajeman yang tersistem dan rapi pun selalu saja ada karyawan yang keluar dengan mengatas namakan tidak nyamannya manajeman, baik personal maupun sistem.

Perusahaan dengan manajeman yang sudah tertata, masih saja menemui berbagai lobang yang harus diperbaiki. Sehingga perusahaan yang baik adalah mereka yang sibuk dengan memperbaiki diri, menambal berbagai lubang ditemui sehingga jalannya perusahaan benar-benar terukur dengan baik dan menjadi data dalam pengembangan berikutnya. Lalu bagaimana dengan yang manajerialnya amburadul ?

Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah kehancura. Entah kehancuran dalam tempo secepatnya atau kehancuran yang menggerogot dan tidak terasa. Tidak perlu saya sebutkan merk, bahwa perusahaan besar di pertambangan batu bara itu, dulunya perusahaan raksasa. Sakin kuatnya ia menguasai hampis seluruh tambang batu bara di Borneo. Membusungkan dada dalam dunia pertambangan dan pasar modal. Kekuatannya luar biasa hingga mengantarkan pemiliknya sebagai salah satu orang terkaya di tanah ini.

Akibat manajeman yang “dirasa” kuat inilah, perusahaan menjadi kilaf dan lupa akan lobang yang harusnya ia tambal. Semakin lama lobang mikro ini menjelma sebagai sobekan besar yang menghancurkan. Sehingga sanga raksasa inipun tumbang setumbang tumbangnya dan meninggalkan hutang yang jumlahnya memalukan.
Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah

Akibat kesalaham manajeman. Perusahaan raksasa sekalipun tertumbangkan oleh dirinya sendiri. Bahkan tak perlu musuh untuk kalah. Tergerogoti dari penyakit akut yang menyesatkan. Dari berbagai sektor baik fisik dan non fisik, mulai SDM hingga aset. Menjalar melingkupi seluruh lini perusahaan. Hanya dari satu hal, manajeman. Ini terjadi pada yang telah memiliki sistem manajerial yang tertata, lalu apa jadinya dengan yang tidak termanajeman ?

"Manajeman tidak sekedar menata berkas. Lebih dari perhitungan gaji karyawan dan jauh diluar lingkup melayani konsumen. Ada banyak hal yang tertuang dalam manajeman yang tertulis maupun tidak tertulis. Kestabilan kinerja perusahaan, justru tercermin dari bagaimana sang owner sebagai pemimpin mampu memanajeman qolbunya, atas emosinya, atas cita-citanya, atas ambisinya dan atas kekuatannya. Menyakinkan diri dan memajeman diri untuk kapan dan bagaimana mengelola segala kelebihannya. Tidak serampangan, bukan judi dan selalu dalam kendali."


Manajeman bukan hal yang penting, tidak perlu dipelajari. Jika Anda sekarang berada di posisi onlineshop yang hanya sekedar jualan dan tidak tau esok dagangannya laku berapa dan tidak ada catatan hari ini berapa pemasukan dan konsumsi. Maka, jangan belajar manajeman, ini tidka penting.

Rabu, 06 September 2017

Tidak Penting, Tidak Perlu Belajar Manajeman Part 1 : Anomali Pendidikan

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah, Materi Manajeman, Sejarah Manajeman, Jurusan Manajeman Pendidikan, Manajeman Pendidikan, Tujuan Manajeman Pendidikan, Ruang Lingkup Manajeman Pendidikan

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah
Saking tidak pentingnya, manajeman menjadi ilmu yang usang dan malas dipraktekan. Namun tetap saja dimana-mana ada saja lembaga pendidikan yang membuka jurusan manajeman. Tapi sejauh mana keberhasilan pendidikan tersebut ? 

Apakah hanya sekedar gugur kewajiban bagi siswanya datang belajar dan pulang serta sudah mengisi daftar hadir, atau memang memberikan dampak yang nyata dalam kehidupan sosial budaya di negeri ini ?

Manajeman, dalam posisinya di tingkat pendidikan, cukup sebagai pelengkap atas terselenggaranya kegiatan belajar mengajar. Murid yang memutuskan mengambil jurusan ini pun, teramat jarang yang mampu mendeskripsikan apa yang akan dilakukannya setelah lulus dari jurusan ini. Kesimpulannya, belajar di lembaga pendidikan dengan basis manajeman hanyalah penghabis waktu yang sesnantiasa dilakukan oleh banyak anak muda tanpa tau kemana arah selanjutnya. Jurusan ini dianggap populer karena dibuka dibanyak tempat, dan jurusan ini dianggap mudah karena tak lagi bertemu dengan hantu bernama matematik, fisika dan kimia. Serta jurusan ini populer karena anak tetangga juga masuk ke jurusan ini.

Bahkan, perguruan tinggi negeri yang megah-megah dan besar itupun tak mau ketinggalan, berlomba-lomba membuka jurusan manajeman. Ok lah, ini jurusan yang populer, tentu terasa gurih sekali jika banyak mendapat mahasiswa. Terlepas bagaimana kurikulumnya, yang jelas tanpa banyak kata untuk promosi pun, masyarakat sudah mahfum dengan kata dan jurusan manajeman.

Harapannya, selepas berpendidikan di jurusan tersebut, anak didik akan lekas bekerja, lekas mendapat pekerjaan dan tentunya lekas ada perusahaan yang berminat mempekerjakannya. Sehingga semakin banyak anak didik yang terekrut kerja, maka semakin tersohor pula lembaga pendidikan tersebut. Hebatnya, anak didik yang memilih tidak bekerja dan memilih mandiri membuka usaha, menjadi anak tiri dan sama sekali tidak terpandang. 

"Mereka yang terpandang adalah anak didik yang telah diterima kerja. Dan situasi aneh semacam ini berlaku di setiap jengkal di lembaga pendidikan di Indonesia. Ya, masih berpihak pada pola hidup bekerja dibawah tangan. Dan ini seterusnya menjadi identitas. Rasanya cukup menjadi mimpi atas negeri ini menambah jumlah pengusaha menjadi 2% dari total penduknya. Jika lembaga pendidikan pun, masih bersikap seperti ini"

Tujuan Manajeman, Pengertian Manajeman Secara Umum, Fungsi Manajeman Adalah

Perusahaan menbutuhkan keterampilan manajeman, perusahaan membutuhkan banyak tenaga lulusan manajeman. Pendidikan manajeman cenderung mudah. Manajeman jurusan yang terkenal. Rasanya ini hanya sekelumit kisah, atau bisa disebut juga kemunafikan karena sesungguh memutuskan pilihan hanya berdasarkan ketakututan yang ditunggangi kedangkalan pengetahuan.

Mari berkalkulasi. Berapa perusahaan yang membutuhkan manajemen ? dan berapa jumlah lulusan jurusan manajeman setiap tahunnya ? Apakah perusahaan yang dibangga-banggakan dan di elu-elukan itu akan senantiasa menampung para lulusan manajeman ? Atau mereka lebih memilih mempertahankan pegawai yang sudad ada, atau justru akan mengambil tenaga dari asing yang dianggap lebih berkopenten dan tidak mempermasalahkan gaji ?

Manajeman tidak penting, tidak perlu belajar manajeman. Buat apa ?


Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin

Search Engine Optimization, Paid Promotion, Google Adword, Facebook Ads, Instagfram Ads, Mesin Pencari, Mengoptimalkan Mesin Pencari, Metode SEO, Belajar SEO,SEo Untuk Website
Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin
Beberapa mesin pencari yang banyak di gunakan di dunia

Bahasan di Part 2tentang bagaimana mangkuk yang semakin banya terisi pasir dan kemungkinan tumbangnya mangkok tersebut. Meskipun butiran pasir hanyalah elemen kecil dalam suatu mangkok, tetap akan menjadi masalah dibelakang hari jika mangkuk itupun tidak segera menguatkan diri dan memperlebar daya tampungnya.

Google, sebagai mesin pencari yang paling di pakai di Indonesia serasa semakin mengukuhkan cengkeramanna. Entah sebagai asumsi bisnis atau untuk urusan lain, bahkan google memetakan seluruh wilayah Indonesia, mulai jalan besar hingga gang tikus berhasil dipetakan dan dikomentasikan olehnya, alasannya untuk mempermudah pengguna dalam menemukan lokasi titik tertentu, mungkin. Tapi se-labay itu kah ?

Penggiat SEO di negeri inipun, begitu memantau google, apapaun perubahan yang terjadi padanya sontak menjadi emosi meluap-luap dan menjadi issu super dahsyat yang mengalahkan issu panasnya ke Bhinekaan di negeri ini.

Katakan saja, Google ada perubahan algoritma, entaha apapun tajuknya, mulai dari google panda hingga google penguin yang intinya terjadi perubahan dalam cara google menbaca aset digital. Pada dasarnya, bukanlah algoritma yang diubah, jika memang algoritma diubah, maka betapa besar biaya yang di keluarkan perusahaan bernama google itu untuk membenahi seluruh susunan otak mesin pencarinya mulai ujung hingga pangkal demi memperbarui fasilitas. Tidak, tentu perusahaan selevel google akan mempertimbangkan biaya bahkan serupiah pun. Bukan algoritma yang diubah, hanya sistem keamanannya saja yang diubah. Dalam artian di upgrade, di tambah, diperbarui.

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin
Lama kelamaan, dia akan tau dimana kita meletakan
sabun di dalam kamar mandi kita


Apakah google tidak aman ? memang. Perusahaan google yang senantias mencengkeram negara jajahannya baik fisik dan non fisik, tentu semakin melakukan cara-cara bahkan yang tidak rasional sekalipun, tujuannya adalah mengumpulkan data, data, dan data. Dana pemetaan lokasi, data kependudukan hingga data gudang senjata. Entah apapun namanya google map, google email, google location, google drive dan berbagai google lainnya. Tentu dengan keadaan yang seperti ini bukan tak mungkin google memiliki banyak musuh. Dan inilah yang membuat google menjadi tidak aman. Google menjelma menjadi bentuk lain, bukan sekedar mesin pencari.

Ancaman datang juga dari penggiat SEO. Yang selama ini seakan mendewakan halaman 1 google, menjadikannya sebagai sebuah tujuan sehingga melakukan apapun yang mungkin, melakukan apapun yang bisa, dan tentu melakukan apapun yang gampang dan mudah. Maka lahirlah berbagai upaya mempermudah dan menggampangkan. Anggap saja, penyebaran backlink untuk mengangkat aset digital menuju halaman yang dituju, tak jarang para penggiat SEO menggunakan robot, dalam bahasan ini adalah berupa program. Beberapa saat metode penggampangan kerja dengan robot ini berhasil dan mampu membuat aset digital berada di halaman puncak google. Namun, merasa kecolongan google pun kembali menambah satpamnya agar tidak terkelabuhi dengan robot semacam itu.

Heran, kenapa selalu memperebutkan halaman 1 di google ?

"Wajar, pertama google memang menjadi primadona karena saking terkenalnya. Orang nun jauh dipelosok gunungpun akan membuka google untuk mencari sesuatu. Karena fakta atas demikian terkenalnya google, sehingga hasil puncak di google menjadi primadona. Ini sangat manusiawi, dimana ada apapun yang terkenal dan mahsur, maka akan sangat banyak orang memperebutkannya hingga melakukan cara apapun."

Kedua. Google adalah tipikal perusahaan dengan layanan mesin pencari yang paling narsis. Google paling rajin mengadakan acara kumpul-kumpul, dengan berbagai tajuk. Katakan saja tiap google meluncurkan fasilitas baru, maka kampanyenya tidak cukup di dunia maya, bahkan google rela merogoh kantong demia tour keliling dunia untuk sosialisasi fitur barunya. Termasuk jika adanya perubahan sistem keamanan yang dibahas diatas. Tiap ada perubahan sistem keamanan, google mengundang para jagoan SEO dalam satu forum yang biasa diadakan di kota-kota besar tak terkecuali Indonesia. Dalam forum tersebut google mempublikasikan tentang perubahan apa yang dilakukan. Dan ini memang hal yang disengaja oleh google.

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin

Begini logikanya. Google sering kecolongan, atau membiarkan diri kecolongan oleh para jagoan SEO atas banyak trik nya. Tibalah di satu titik, trik para jagoan SEO berhasil dan mampu mengelabuhi google. Step selanjutnya sudah bisa ditebak, google akan memperbaiki sistem keamannya, lalu di publis lagi ke para jagoan SEO lagi, lalu kecolongan lagi, update lagi, publis lagi dan begitu seterusnya. Menjadi satu lingkaran bisnis yang tak ada habisnya. Apapun yang dilakukan untuk mencebol google, entah jebol beneran entah kagak, tapi hasil yang pasti adalah google semakin terkenal dan semakin eksis.

Mesin pencari sekelas Yahoo yang kabarnya telah pailit beberapa waktu lalu, kemudian Bing dan Ask. Seakan tak lagi memiliki ruang. Ruang di dunia maya yang berimbas pada perilaku konsumen di dunia nyata. Jelas, para mesin pencari penantang google sampai saat ini masih sibuk memberikan layanan sebagai mesin pencari, belum mampu menyuguhkan fasilitas sebanyak google yang bahkan mampu menemukan dimana pacar anda sekarang dan selingkuh dengan siapa.

Nangkring di halaman 1 google masih menjadi primadona. Terlebih yang menggunakan aset digital untuk kebutuhan bisnis. Dan peluang menggunakan metode SEO jauh lebih leluasa dan terbuka dengan peluang yang masih sangat luas dibanding dengan promosi berbayar seperti yang telah diulas di part sebelumnya yang diibaratkan dengan sebuah mangkuk.

Toh semisal mangkuk yang bernama google akan penuh atau tumbang sekalipun. Telah banyak pilihan yang sekarang sudah ada dan proses pengembangan. Sementara hal yang sama tidak berlaku pada social media. Orang Indonesia memang gemar ngerumpi di social media, tetapi popularistas social media untuk mencapai puncak jauh lebih sulit.