Pentingnya Watermark Part 1 : Fungsi Watermark Untuk Marketing

Watermak, adalah hal kecil dan bahkan remeh sehingga sering dilupakan orang. Namun dibalik itu semua, justru watermark menjadi hal yang sangat penting, tergantung dari sudut mana kita meposisikannya. Terlebih bagi anda penggiat usaha di bidang online, katakanlahonline shop.

Pentingnya Watermark Part 2 : Membuat Watermark Massal dan Mudah

Di video kedua ini, kami sajikan lengkap langkah-langkah mulai mendesain watermark dengan cara paling mudah dan gampang, serta kami demokan juga bagaimana jika Anda ingin memberikan watermark untuk banyak gambar sekaligus.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 7

Training Center atau yang biasa disebut TC, adalah salah satu cara/ event belajar internet marketing yang diadakan dalam 6 hari. Dalam TC ini peserta sudah mendapat fasilitas materi, penginapan dan makan siang selama pelajara/ materi berlangsung.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 2

Hari kedua, adalah pembahasan materi untuk marketing menggunakan social media. Dimana pembahsan ini adalah pembahasan pemasaran menggunakan media social media, dengan cara yang efektif dan sopan. Sopan dalam artian, pemasaran menggunakan social media bukan menggunakan spam, bukan dengan penyebaran isu maupun bukan dengan pesan berantai yang membodohkan. Tapi dengan cara marketing yang memberikan efek edukasi.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas

Untuk kali ini, adalah TC yang sudah angkatan ke sekian, persisnya berapa, saya belum merumuskan datanya. Acara ini rencananya akan digelar dalam tempo tertentu. Dalam video yang kami sajikan, juga telah kami sajikan kontak person untuk informasi dan pendaftaran atas event ini.

Minggu, 05 November 2017

Marketing Berbasis Issu, Mendangkalkan Keputusan & Mempercepat Closing Part 2

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Keadaan dunia, yang katanya (issu nya) semakin miskin akan bahan bakar minyak, menjadi pelecut atau bahkan kesempatan pada pabrikan otomotif untuk memproduksi mobil dengan tenaga bukan minyak. Sebenarnya, sudah sangat mampu diproduksi bahkan di massalkan mobil dengan bahan bakar bukan minyak. Tapi karena issu bahan bakar ini masih simpang siur dan pabrikan mobil serta konsumen masih teramat nyaman dengan minyak, maka sekalia saja bikin tarik ulur, tarik ulur agar skema pasar terangkat dengan sendirinya. Dan tujuan itu tercapai, dimana mobil Hybrid naik kasta dan menjadi sangat mahal harganya, padahal keberadaanya adalah keniscayaan.

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Issu akan hebatnya Android semakin menyebar keseluruh belahan dunia. Para pengguna ponsel yang saat itu hanya menggunakan ponsel sekedar untuk telp & sms, paling banter juga dengerin musik mp3, menyambut bahagia atas datangnya andoir yang memungkinkan ponsel berevolusi menjadi smartphone dan tentu tidak semahal iphone. Issu kehebatan dan sifat android yang fleksibel dan anti virus, semakin menguncang hati pada maniak gadget untuk segera memilikinya. Issu yang berkembang menjadi skema pergerakan pasar ini, sayangnya tidak dibaca dengan baik oleh Nokia dan justru menjadi racun terburuk yang mampu membunuhnya.

Arus informasi yang semakin gencar, mudah & cepat di era sekarang. Adalah arus sungai yang deras bagi sebuah sampang bernama issu. Nah, apakah Anda akan menaiki sampan tersebut untuk memuluskan bisnis Anda, atau akan menentangnya dan melawan dengan sampan yang lebih kokoh.

Justru kesempatan sangat terbuka lebar, seperti di Part 1 saya membahas tentang jus dan perangkat elektronik. Dimana arus informasi di era ini, memungkinkan penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan sangat murah, sehingga issu dapat berpotensi menjadi komoditas untuk menggerakan pasar.

Karena hujan issu yang terus menerus, maka pola pikir masyarakatpun akan berubah. Jika di masa lampau masyarakat membeli sesuatu karena kebutuhan, maka dengan hajaran issu yang bertubi-tubi, masyarakat membeli sesuatu bukan lagi karena kebutuhan, tapi karena pola pikirnya yang semakin dangkal dan menganggap keinginan sebagai sebuah kebutuhan.
Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Pola pikir masyarakat yang semakin dangkal inilah, yang kemudian menjadikan closing/ terjadi penjualan. Ingat kembali di Part 1, betapa issu jus yang sehat, dan jus yang mudah dibuat dengan sebuah alat, membuat ibu-ibu rumah tangga menjadi kalap, melunturkan logikanya dan mendangkalkan pikirnya, dari semua yang sama sekali tidak membutuhkan, justru dengan mudah membelinya.

Tentu, percepatan closing. Tetapi memunculkan issu yang tidak benar adalah sebuah kesalahan besar. Bisnis bukan hanya tentung closing & uang, ada hal yang menjadi tanggung jawab kelak. Jikalaupun bisnis Anda akan menggunakan issu sebagai kendaraan untuk percepatan closing & peningkatan kurva laba, maka berkreasilah dengan issu yang baik, dan memang dapat dipertangung jawabkan, bukan semata mata issu yang sengaja di buat-buat tanpa memikirkan bagaimana di belakang hari.

Apa yang Anda lakukan hari ini dan apa yang diterima konsumen hari ini, mempengarui nama dan kelangsungan perusahaan Anda.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
5 November 2017, Malang – Indonesia

Marketing Berbasis Issu, Mendangkalkan Keputusan & Mempercepat Closing Part 1

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Maraknya artis yang berbisnis kue-kue an, membuat saya berpikir kenapa sindrom ini bisa menjangkiti hampir semua lini artis. Mulai dari artis penyanyi, pelawak, pesinetro, atis layar lebar bahkan artis yang tidak terlalu terkenal sekalipun mencoba nyemplung ke dunia bisnis kue-kue an ini. Belakangan. Baru saya ketahui kenapa hal ini terjadi dan kemana arahnya. Ok, bukan tentang artis yang berbisnis yang akan saya bahasa, rasanya kalo membahas artis yang berbisnis biar jadi urusan infotainment saja.
Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Tak bisa dihindarikan, kesuksesan satu artis dalam bisnis tertentu. Maka mengundang pensaran dan rasa ingin mengikuti, satu mengikuti yang lain dan begitu seterusnya hingga menjamur bisnis kue-kue an di kalangan artis. Padahal jika dikulik lebih mendalam, apakah bisnis tersebut sukses atau tidak, laba atau tidak tak menjadi soal, yang penting sudah ikut dulu, udah ikut-ikutan dulu, sudah mencoba dulu, siapa tau bis ketularan sukses atau bahkan bisa lebih sukses.

Disinilah peranan issu menjadi salah stau faktor utama sebuah bisnis mampu berkembang. Anggap saja seluruh kue yang dijual oleh para artis berasa dari satu vendor. Maka sudah berapa banyak kue yang di distribusikan atau bahkan diproduksi oleh vendor tersebut. Bahkan si vendor tidak perlu mempromosikan produknya, biarlah issu semakin berkembang dan semakin menarik minat para artis lebih banyak untuk ikut-ikutan berbisnis.

Contoh kekuatan issu dalam perdagangan. Bisa Anda lihat dan amati di pasar saham. Sebuah issu belum tentu benar, bahkan baru kabar burung pun sudah mampu memperngarui perdagangan saham. Selalu saja ada saham yang naik maupun turun dari sebuah perusahaan atas dasar issu. Namanya juga issu, belum tentu kebenarannya, namun sudah mampu mempengaruhi harga.

Bahkan terjadi hingga detik ini, dimana kebijakan politik menjadi issu yang selalu hangat karena memang digoreng terus menerus oleh media dan menjadi perbincangan di pasarsaham. Keputusan politik, atau kebijakan yang belum dipublikasikan bahkan baru berupa rumor saja, sudah mempengarui harga saham. Dalam hal ini, issu menjadi kekuatan penting.

Bahkan, karena telah menyadari kekuatan issu, banyak marketer profesional yang sengaja membuat issu demi mendongkrak penjualannya dan mengerek harga setinggi-tingginya. Ya, sengaja membuat issu. 
Tema ini, pernah saya bahas pada seminar Property yang digelar di Papilio Hotel Surabaya. Yang secara panjang lebar membahas peranan issu dalam dunia properti, dan bagaimana menyikapinya issu, baik sebagai pegiat properti, sebagai penjual properti dan termasuk sebagai konsumen properti.

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Terlebih issu yang berkaitan dengan kesehatan. Masih sangat teringat saya tentang issu mengenai kesehatan yang begiku me-dewa-kan jus (juice) sebagai makanan sehat. Dan semakin ditelusuri memang pada tahun-tahun tersebut pabrikan perangkatelektronik rumah tangga tengah gencar memproduksi produk untuk membuat jus. Betapa hebatnya mereka mencuci otak seluruh lapisan rakyat di negeri ini untuk mempercayai bahwa jus adalah makanan sehat dan makanan terbaik, bahkan mengalahkan sumber-sumber makanan lain.

Untuk mendukung issu ini, tak jarang para marketer ini menggandeng para medis untuk lebih menguatkan argumennya (baca issu). Dan…boom…para ibu rumah tangga akan segera panik, dan melakukan berbagai cara untuk membeli produk tersebut demi bisa mencukupi kebutuhan kesehatan keluarga. Dalam benaknya, ibu-ibu ini tentulah ingin membuat jus sehari-hari, setiap pagi yang menyajikannya untuk keluarga. Akibat termakan issu tersebut, yang dibalut dalam ranah dunia kesehatan.

Apakah jus memang makanan sehat ? Sampai saat inipun saya belum mampu menjawab dimana letak sehatnya jus. Klue nya, buka mulut Anda, lalu masukan jari Anda kedalam mulut dan tutup mulut Anda. Bukankah Anda memiliki gigi ?

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
5 November 2017, Malang – Indonesia

Jumat, 03 November 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 4 : Pembiasan Teknik, Materi & Praktik

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Setiap bisnis memiliki ramuan sendiri, dan tiap iklan memiliki racikan sendiri. Meskipun barang/ jasa yang dijual sama persis, dengan target pasar sama persis, toh akan memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. Kalau toh di copy-paste caranya secara teknikal, tetap akan memberikan hasil yang berbeda.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Sama seperti halnya beriklan di Facebook. Teknik memang banyak disampaikan dalam berbagai seminar. Teknis tetang bagaimana cara bayarnya, bagaimana menggunakannya dan bagaimana membaca statistiknya, yang berkaitan dengan dana yang dibayarkan dan bagaimana jalannya iklan. Ini adalah hal teknis, termusuk caranya masuk ke ruang iklan dan mengatur segala pengaturan.

Berkaitan dengan teknik, Facebook ads menyediakan saringan yang komplit,  mulai dari usia, sasaran jarak, sasaran hanya kota tertentu bahkan hingga sasaran minat dan agama. Ini adalah variabel yang sangat banyak dan sangat bisa digunakan untuk menembak ke mana pasar akan diarahkan. Teknik menembak, dan memasang serta membayar dana iklan, banyak diajarkan di berbagai seminar oleh para mastah di bidang ini.

Namun terjadi jumping, dimana materi yang disampaikan dalam seminar selalu berputar pada teknis. Namun menggunakan iklan berbayar, bukan melulu teknis. Dari sinilah berangkat akar permasalahan baru, dimana para pengiklan hanya mengikuti teknis yang tanpa dibarengi logika, sehingga teknis yang asal-asalan, asal klik, asal coba justru menimbulkan kerugian dari sisi finansial dan secara luas mempengarui sistem pembacaan data oleh Facebook. Memang, sistem trial &error tidak ada larangan dalam beriklan hingga menemukan racikan yang benar-benar pas atas pengiklanan sebuah produk, namun karena pengguna Facebook ads rata-rata sudah terpaku pada teknis sehingga menomor duakan logika. Hanya pasang, pasang, pasang hanya klik, klik, klik tanpa memikirkan apa dan bagaimana menggarap konsumennya. Padahal dengan gampang Facebook telah menyediakan banyak variabel.

Praktik yang seperti inilah yang justru merugikan, terutama dari pemasang iklan. Tentu, semua pemasang iklan sudah siap menginvestasikan dana untuk beriklan dengan harapan mampu memberikan hasil yang lebih baik pada penjualan. Namun, praktik yang melulu mengandalkan teknis, maka hasilnya bukan pada penjualan yang meningkat, namun justru terjebak pada keasikan trial & error yang justru tidak ada habisnya.

Sangat sedikit mentor di bidang ini yang mengajarkan logika, yang mengajarkan jalan pikiran dan logika dalam beriklan. Pun para pengguna fitur ini pun memang lebih menyukai aspek teknis. Karena teknis itu mudah, gampang dan bisa diaplikasikan oleh pemula sekalipun. Dan untuk belajar logika, itu lama, ruwet dan harus mikir. Penyakit malas berpikir ini bikin otak jadi semakin beku, bisnis digadaikan dengan teknis praktis dan pemikiran jangka panjang dan tenpa logika efektifitas.

Saya pun mengenal mentor di bidang ini, yang beliau mengajarkan logika, cara berpikir dan menembak pasar dengan variabel global dan spesifik. Logika ini sangat bagus dan saya sangat apresiasi dengan caranya menanamkan logika, yang tidak terpengaruh teknis. Namun logika ini sangat bisa diterapkan meskipun teknis pemasangan iklan di Facebook diubah sekalipun. Karena logiknya sudah utuh menjadi konsep, maka dengan media apapun sangat bisa diterapkan. Tapi, kembali lagi pada sifat orang Indonesia, yang ingginnya serba praktis serba cepat dan malas berpikir. Termasuk dalam bidang ini, malas berpikir semakin melahirkan dan menambah barisan sakit hati atas Facebook ads. Sebenarnya bukan barisan sakit hari, tapi barisan malas berpikir dan lebih hobi menyalahkan orang/pihak lain.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
3 November 2017, Malang – Indonesia





Kamis, 02 November 2017

Workshop Instagram Marketing Dengan Pendekatan Marketing Viral

Instagram Marketing, Instagram Marketing Indonesia, Instagram Marketing Tools, Instagram Marketing Tips, Instagram Marketing 2017, Instagram Marketing Ebook, Instagram Marketing Strategy 2017, Seminar  Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing


Instagram Marketing, Instagram Marketing Indonesia, Instagram Marketing Tools
Berbicara tentang Instagram, maka artinya berbicara lebih dari sekedar sosial media dan berbagi foto. Memang, esensi Instagram adalah sebuah sosial media bentuk baru yang memungkinkan penggunanya bisa mengakses hanya dengan smartphone digenggaman, dan Instagram cenderung membawa penggunanya berbagi foto dan belakangan berkembang ke video bahkan siaran mandiri.

Ada celah dan selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikan Instagram lebih berguna selain daripada pamer foto liburan Anda. Instagram memberikan kesempatan pengguna mengetikan caption, untuk menjelaskan foto yang diunggah. Maka sangat mungkin orang akan jauh lebih paham tentang apa yang ada di foto dengan penjelasan singkat di caption.

Anggap saja, sama-sama mengunggahfoto liburan. Orang A memberikan caption bahwa lagi liburan di Yogya, bersama keluarga dan teman terdekat. Sedangkan orang B, memberikan caption liburai di Yogya, juga bersama keluarga dan teman terdekat, namun si B menambahkan keterangan bahwa dirinya juga menerima jasa tour organizer. Tentu ini sangat menguntungkan bagi si B, selain fotonya dinikmati orang ia pun mendapat promosi atas jasanya dengan cara yang gratis.

Kesempatan ini, akan prowerfull jika digarap dengan skema dan strategi yang bagus, terukur dan menyesuaikan dengan sifat sosial media tersebut. Tidak melulu promosi, promosi dan promosi dengan gratisan lalu seporadis. Tapi bisnis adalah strategi dan promosi adalah salah satu strategi yang perlu dipersiapkan, baik langkah-langkahnya hingga tujuannya.

Saya tertarik dengan salah stu seminar yang juga diadakan oleh Pegasus Academy dengan Kabul Wahyudi sebagai pematerinya. Karena menjabarkan strategi pemasaran di Instagram jauh dari biasanya. Jika seminar instagram marketing kebanyakan membahas tentang bagaimana berpromosi di instagram dengan metode berbayar, tapi materi yang disampaikan Kabul Wahyudi lebih pada pendekatan viral. Sehingga memanfaatkan ke viralan sosial media sebagai media promosi, dan jika produk/ jasa telah dikenal secara viral, maka akan menjadi boom waktu akan tenar dan larisnya produk/ jasa tersebut.

Pendekatan yang dilakukan pun lebih pada sisi humanis, dalam artian sisi kemanusiaan, yang lebih condong pada riset/ penelitian bagaimana perilaku manusia di Instagram dan menggunakan kecendurangan tersebut sebagai aktifitas marketing yang sopan, elegan dan tidak norak seperti halnya spam.

Momentum ini sangat menguntungkan, dimana Instagram semakin naik daun dan semakin digemari. Bukan suatu yang tak mungkin di suatu masa nanti Instagram menjadi sosial media yang paling banyak digunakan manusia di bumi. Dan jika saat ini akan terjadi, maka Anda patut berbahagia jika saat ini sudah bertebaran aset digital Anda di Instagram. Maka manfaatkanlah waktu ini sebaik-baiknya, menaman aset sebanyak-banyaknya sambil mengikuti perkembangan Instagram yang semakin banyak penggunanya.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
2 November 2017, Malang – Indonesia

Pelatihan Internet Marketing di Malang November 2017

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang, Seminar Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Seminar, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar, Pembicara Internet Marketing Pegasus, Pembicara Internet Marketing Pelatihan, Workshop Pembicara Internet Marketing

Workshop Pembicara Internet Marketing, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar

Dalam sebuah percakapan di pasar tradisional, bersama seorang pedagang sepatu. Sempat menyingggung tentang pemasaran online. Si abang dan si embak pedagang sepatu tersebut, mengatakan kalo selama ini juga sudah menggunakan metode online untuk pemasarannya, sangat bersemangat mereka menceritakan bagaimana polahnya dalam meng-online kak jualannya. Saya pun dengan semangat mendengarnya. Ya, yang dilakukan online tersebut adalah dengan nyebar pesan broadcast di BBm. Baiklah, saya tersenyum dengan semangat mereka yang luar biasa tersebut.

Berpindahlah saya berjalan ke arah embak-embak jualan keranjang tissu. Pun mengatakan hal yang sama, bahwa juga melakukan online untuk pemasaran. Saya pun penasaran dengan apa yang dia ucapkan, tanpa banyak bertanya si embak inipun menceritakan kalo dia mengabari rekan-rekannya (teman yang sudah dikenal) tentang apa yang di jual melalui WA (WhatsApp). Ya, saya kembali tersenyum dengan penuturan ini.

Bagi Anda yang memang sudah expert di dunia online atau pemasaran online dengan media internet, mungkin yang dilakukan oleh dua pedagang ini tak lebih secarik kuku di jari terkecil Anda. Tapi, inilah lapangan. Sebanyak apapun pengetahuan Anda sebagai mastah (ibaratnya) dalam dunia online, tapi di luaran sana pemahaman orang tentang online adalah sebatas demikian. Dibalik sifat internet yang sangat luas dan mampu menembus pasar, tapi dilapangan penangkapan tentang online adalah memasarkan produknya dengan bantuan layanan data, ya hanya sebatas itu.

Tidak sepenuhnya salah. Internet di masa ini telah menyentuh semua kalangan dari berbagai fase pendidikan. Bagi Anda yang sudah mastah, tidak perlu lah saya bahas seberapa luas dan seberapa dalam pengetahuan Anda. Tapi pembahasan berlanjut pada penangkapan pengetahuan tentang internet di kalangan masyarakat.

Ini fase negeri ini kembali seperti masa lalu, ketika pemerintah gencar-gencarnya mengentaskan negeri ini dari buta huruf. Maka tugas di masa ini adalah mengentaskan masyarakat dari kebutaan akan internet dan mengantarkan internet menjadi media yang positif.

Dengan pemahaman yang utuh, diharapkan tidak ada kekhwatiran yang terlalu dini atas alih tugas dari manusia ke teknologi asalkan manusianya melek teknologi dan mampu mengendalikan teknologi.

Perlu adanya bimbingan, dampingan terus menerus dan simultan dari para mastah terlebih pada pemuda mengingat pengguna internet terbesar adalah pemuda kaum produktif. Bahwa internet bukan sekedar streaming dan ber-sosial media. Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknologi ini.
Termasuk pemahaman, akan ancaman pada manusia dan terputusnya tenaga kerja akibat tergantikan oleh teknologi. Dengan pemahaman yang utuh, diharapkan tidak ada kekhwatiran yang terlalu dini atas alih tugas dari manusia ke teknologi asalkan manusianya melek teknologi dan mampu mengendalikan teknologi.


Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
2 November 2017, Malang – Indonesia

Selasa, 31 Oktober 2017

Dominasi Digital di Depan Mata

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang, Seminar Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Seminar, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar, Pembicara Internet Marketing Pegasus, Pembicara Internet Marketing Pelatihan, Workshop Pembicara Internet Marketing

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang
Keseimbangan online dan offline. Ini mutlak dilakukan. Bagi yang sudah sukses di offline juga harus menuju online, demikian juga sebaliknya yang sudah sukses di online juga mestinya menambah aset di offline. Sehingga mampu menangkap pasar lebih luas, yaitu pasar online dan pasar offline.

Saat ini, di Indonesia utamanya, pasar memang masih dominan offline, dimana masih banyak ditemui masyarakat tiap mendekati lebara berbondong-bondong belanja baju ke toko. Namun tahun ini dan semakin tahun, pola seperti ini akan semakin tergerus dan beralih ke online, dimana orang tak lagi susah-susah antri, cukup didepa perangkat elektronik untuk berbelanja. Perubahan perilaku belanja  masyarakat ini harus dibaca betul oleh pengusaha agar usahanya tetap berjalan baik dan tetap memperoleh pasar.

Demikian juga dengan para produsen. Pola belanja konsumen sudah berbeda, jika dulu produsen memerlukan agen dan kemudian pedagang besar baru tiba ditangan konsumen. Sekarang skema itu langsung terpotong, dimana produsen langsung menuju pedagang ritel, bahkan mulai banyak produsen yang langsung menjual barangnya ke konsumen.

Berkat adanya dunia maya/ internet. Pola belanja masyarakat semakin menuju dunia digital. Praktis semakin banyak pengusaha yang berinvestasi masuk dunia maya dan menggarapnya dengan serius. Tentu ini bukan isapan jempol belaka, tapi ini adalah gejolak dimasyarakat yang perlu ditelaah, kemana arahnya.

Data menunjukan, dari waktu ke waktu beberapa toko bahkan pemain kelas raksasa bertumbangan karena arus konsumen yang semakin berkurang akibat konsumen mulai beralih belanja ke media online. Saya sempat prihatin beberapa waktu lalu tentang toko ritel raksasa yang pailit, bahkan toko mainan terbesar di dunia pun harus tutup usia dan di beli oleh media jualan online.

Inilah masanya, untuk para raksasa offline segera koreksi diri. Dan mau tidak mau harus masuk online, karena dunia bergerak mengarah kesana. Sudah bukan lagi waktunya mempertahankan idealiseme. Pilihannya hanya dua, masuk online atau ketinggalan jaman. Ketinggalan jaman = mati.

 =========================

Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
31 Oktober 2017, Malang – Indonesia

Senin, 30 Oktober 2017

Momentum Sumpah Pemuda 2017 : Pemuda Di Garda Depan Pembangunan Bangsa

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang, Seminar Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Seminar, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar, Pembicara Internet Marketing Pegasus, Pembicara Internet Marketing Pelatihan, Workshop Pembicara Internet Marketing

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang

Bangsa ini dibangun dengan pilar-pilar semangat juang yang luar biasa dan keberanian berapi-api yang membuat lawan takut mengigil mendengar teriakan para pemuda bangsa ini. Sesuai dengan momentum Sumpah Pemuda, para pemuda bangkit, dengan kemampuannya, dengan kredibilitasnya, dengan intelektualnya, bahkan dengan ototnya, semua bersatu pada dalam tujuan kebaikan dan kebebasan bangsa dari cengkeraman kedzoliman. Pada 1928, para pemuda berkumpul, dengan satu tujuan adalah kemerdekaan bangsa. Tak peduli kapan kemerdekaan akan dicapai, tapi satu langkah ini justru menjadi sakral dan melandasi banyak perjuangan setelahnya.

Era kemerdekaan, pemuda bukan lantas hanya terdiam menikmati kemerdekaan dan berpangku tangan. Tantangan era kemerdekaan pun tetap berada di bahu para pemuda. Saya sangat teringat dengan sikap Proklamator Ir Soekarno, yang dengan semangat berucap 

“beri saja 10 pemuda maka akan ku guncang dunia”. Hanya 10 pemuda, ya hanya dengan 10 pemuda sang Proklamator akan mengguncang dunia. Ini indikasi nyata bahwa pemuda memiliki kekuatan dan posisi yang diperhitungkan.

Saya sangat apresiasi terhadap rekan-rekan panitia Dema Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah menggelar Seminar Nasional, yang mengumpulkan pemuda-pemuda dari berbagai lapangan, dari berbagai profesi, dari berbagai sudut pandang untuk bersatu padu dalam perjuangan. Seluruh pemuda terlibat dalam kepanitiaan, peserta hingga pada posisi narasumber.

Ketiga Narasumber dari kalangan pemuda adalah Budi Fajar S (saya sendiri), berserta Azrul Ananda yang saat ini menjabat sebagai Ceo Jawa Pos Grup dan rekan saya Bari Arijono seorang pengusaha muda pemilik Digital Entreprise Indonesia. Ketiga pemuda sepanggung, dari berbagai latar belakang dan pandangan, yang disatukan dalam satu visi.
Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang

Seminar ini digelar di Kampus UIN Malang pada 18 Nov 2017. Keterangan selengkapnya ada di brosur yang saya cantumkan juga dalam tulisan ini. Saya berharap, hal seperti ini secara simultan terus ada, untuk menjalin mata rantai yang utuh dalam pengembangan pemuda.

=======================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
30 Oktober 2017, Malang – Indonesia






Minggu, 29 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 4 : Pilar-Pilar Instagram Marketing

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Jika endrose memang sudah tak lagi efektif. Maka pilihan berikutnya adalah pada promosi berbayar yang memang ini sangat difasilitasi oleh Instagram, dan dengan metode promosi pendekatan SEO. Promosi pendekatan SEO dalam artian, menggunakan kekuatan-kekuatan yang memang sudah ada dalam tubuh Instagram untuk mendongkrak penjualan tanpa menggunakan promosi berbayar. Namun jika kedua metode ini digabungkan, maka akan menjadi bentuk kekuatan tangguh yang sulit dikalahkan oleh kompetitor.

Untuk mencapai keutuhan dalam metode SEO, beberapa pilar yang harus diperbaiki adalah :
Satu, pilar interaksi. Tentu, sosial media apapun interaksi adalah kunci. Namun justru inilah yang sangat banyak dilupakan orang. Interaksi justru minim. Terlebih bagi mereka yang bermental ‘sok artis’ yang penah di bahas di part sebelumnya, inginnya di LIKE, inginnya di Subcribe, inginnya di komen tapi tidak memberikan umpan balik sehingga interaksi tidak terbangun dengan baik. Ini kesalahan fatal jika Anda menggnakan socmed namun tidak membangun interaksi. Sama halnya Anda masuk  sebuah lingkungan, ingin menjadi terkenal, namun selalu menutup komunikas dengan tetangga.

Dua, pilar pencarian. Jika berbicara Blog/web maka meta data menduduki peran utama dalam kaitan dengan mesin pencari. Namun pada sosial media, rasanya terlalu sulit jika menanamkan meta data. Karena sosial media bersifta mikro blog, sekali tulis setatus, upload foto, ya sudah, tidak ada maintanance tentang meta data. Karena di sosial media tidak ada meta data, maka pergunakan metode pencariannya, misalnya dengan hastag.

Hastag pada Instagram khususnya, sebenarnya adalah keberagaman topik yang dibicarakan oleh orang diseluruh dunia dan menjadi satu kategori yang sama. Kategori inilah yang disimbolkan dengan hastag. Sadar atau tidak, saat Anda mengetik hastag atau tandapagar (#) di Instagram maka akan muncul saran-saran hastag yang bisa diguanakan. Tapi, masih saja ada pengguna instagram yang menggunakan hastag ngawur alias hanya sesuai keinginnya.

Tiga, penataan grafis. Sangat erat dengan pemandangan pertama yang diberikan pada konsumen. Lihat saja, Anda pun akan jauh lebih nyaman dan betah berda di toko dengan penataan rak display produk yang bagus, rapi dan terstruktur. Dan Andapun merasa tidak nyaman berada dalam toko dengan keadaan kacau balau, berantakan, dan sama sekali tak teratur.

Aplikasikan konsep tersebut dalam Intagram Anda, yang khusus untuk jualan produk maupun jasa. Uploadlah gambar yang baik, grafis yang baik dari produk atau jasa Anda. Atur sedemikian rupa agar tampak rapi dan terstruktur. Bukan melulu upload upload dan upload, terlebih upload hal-hal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan jualan. Kesalahan terebsar saat upload adalah, memaki-maki, mencaci atau mengeluh.

Memang manusia tak lepas dari sifat tersebut, tetapi mengeluh di sosial media atau bahkan mencaci pihak lain dengan sosial media yang untuk jualan, maka sama artinya anda menjebloskan citra diri dan perusahaan Anda dalam kantung sampah.

Empat, pilar keseimbangan. Bisa juga pilar keempat ini diposisikan sebagai penguat pilar pertama yaitu tentang interaksi. Bedanya, pilar keempat lebih mengarah pada sistem keseimbangan. Begini maksudnya, Anda adalah pengguna Instagram yang tentu ingin memiliki banyak follower dan in sangat manusiawi. Namun, disamping Anda menginginkan orang lain nge-follow Anda, maka Anda pun terlebih dahulu nge-follow orang lain. Jika ingin orang lain ngefollow, ya Anda ngefollow orang lain dulu. Lalu gimana jika orang yang di follow enggak ngasih folback ? Gampang, jaman sekarang banyak aplikasi yang bisa mendeteksi hal seperti itu bahkan langsung mampu menghapus akun yang tidak melakukan folback. Berikan saja tugas seperti ini pada mesin/ aplikasi, Anda tidak perlu mendatanya satu-persatu.

Keempat pilar tersebut adalah kekuatan Instagram yang sangat bisa dieksplore lagi dari sisi pendekatan SEO. Dan keempat pilar ini sangat sederhana serta gampang dilakukan oleh siapapun. Namun masih sangat jarang yang menyadari keempat kekuatan ini sehingga belum menggunakan dengan maksimal.

Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar 29 Oktober 2017, Malang – Indonesia






Sabtu, 28 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 3 : Kemunculan Seleb Gram Abal-Abal

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram, sama halnya dengan Twitter lebih menganut sistem follow & unfollow. Yang artinya ini komunikasi satu arah, dimana beranda Anda hanya kemunculan kabar dari orang yang Anda follow. Berbeda denghan sistemnya Facebook yang menganut friendlist dimana jika sudah berteman maka akan saling bisa melihat kabar masing-masing.
Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Sistem follow yang dianut Instagram memberikan peluang untuk diikuti orang lebih banyak. Paling tidak 1 akun Instagram diperbolehkan mengikuti 7500 akun lain dan dapat diikuti dengan jumlah tanpa batas. Inilah keuntungannya, bagi para pajabat atau seleb, karena mampu menampung jumlah fans yang tidak terbatas. Sekaligus melahirkan gejolak mental “sok artis” dimana orang akan jauh lebih bangga jika di follow dan malas atau bahkan ogah ngefollow akun lain.

Secara awam keanhan mental tersebut bisa dianggap angin lalu. Namun dalam segi bisnis, ini tidak semata-mata dipandang sebagai kelemahan, namun mental para pengguna ig yang “sok artis” ini tadi mampu dijadikan kekuatan tambahan untuk mendongkrak bisnis. Ya, salah satunya dengan metode endorse. Tapi untuk satu metode ini, rasanya sudah tidak efektif saat ini karena perilaku pemakain ig juga sudah bergeser. Jadi, bagi Anda yang memiliki mental “sok artis” dan memiliki banyak follower, tidak perlu berbangga dan tidak perlu berharap akan rame tawaran endorse dari para pelaku online shop. Masanya sudah berbeda.

Memang, di sekitaran 2 tahun lalu. Endorse sangat efektif, karena kedua belah pihak diuntungkan, baik pemilik akun amupun online shop yang nitip jual (endorse). Bahkan online shop akan siap mengeluarkan dana berapapun untuk penawaran endorse. Namun, seiring pengguna ig semakin bertambah dan ‘seleb gram’ semakin bertebaran, justru endorse semakin kurang kekuatannya. Salah satu penyebab fatalnya, adalah semakin menjamurnya ‘seleb gram’ abal-abal yang memamerkan follower dengan jumlah boombastis namun tidak terjadi interaksi di dalam akunnya. Sangat bisa disimpulkan, sang seleb gram ini hanya membeli akun dan itu adalah akun pasif, alias bukan akun manusia tapi akun robot.

Disatu sisi, kmunculan para seleb gram abal-abal ini, memberikan literasi baru bahwa tidak melul selebriti di tv yang bisa di endorse, tidak melulu seleb gram yang sudah terkenal yang bis di endorse. Namun, perhatikan, apakah seleb gram baru ini benar-benar memiliki penggemar yang real akun, atau hanya membeli akun-akun palsu sebagai followernya demi untuk terlihat wow di sosial media karena followernya banyak. 


Jadi, jangan silau dengan mereka yang followernya banyak, belum tentu itu semua akun real human.

Bagi Anda pelaku online shop. Bahwa mempromosikan produk/ jasa di instagram tidak melulu dengan endorse. Ada banyak sekali metode lain yang bisa digunakan baik dengan pendekatan metode SEO maupun pendekatan metode berbayar non endorse. Gunakan keuangan/ plot dana promosi Anda dengan sebaik-baiknya. Jangan membakar untuk hal yang kurang penting dan keefektifannya sangat rendah.

Tips mengetahui mana seleb gram yang benar-benar seleb dan mana yang abal-abal adalah sangat mudah. Lihat saja berapa followernya dan berapa komen di fotonya. Jika followernya 1000 (misalnya) paling tidak ada 1% komentar di tiap fotonya, jadi ada sekitar 10 komentar di tiap fotonya, lebih dari itu semakin baik. Namun jika di fotonya terdapat komen yang kurang dari jumlah itu apalagi sepi komen, maka berarti followernya hanya akun palsu dan hanya bertujuan menambah angka follower saja.
Kenapa asumsinya komen ? kok bukan like.

Ya, karena like di tiap foto bisa dibeli dan ada metode tersendiri untuk menyuntikan like ke tiap foto di instagram dengan bantuan aplikasi tertentu. Sehingga like bukan ukuran.

Bersambung ke Part selanjutnya.


Jumat, 27 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 2 : Jemput Sebelum Booming

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Dalam setiap perubahan, selera masyarakat menjadi faktor penentu. Katakan saja, beberapa tahun lalu Facebook menjadi sangat fenomenal, karena mampu menjaring selera/ minat masyarakat saat ini, yang sangat menyukai sosial media yang mampu bertukar teks, gambar bahkan video dengan sangat mudah. Seiring saat itu, komputer PC dan laptop menjadi perangkat gadget yang juga banyak diminati.

Hal nya dengan sekarang, Smartphone adalah gadget yang paling diminati, sehingga masyarakat pun seleranya berpindah dari social media berbasis komputer ke sosial media berbasis mobile. Facebook pun membaca gejolak ini dan semakin merapikan facebook versi mobile. Namun tawaran dari Instagram, rupanya lebih menggoda masyarakat.

Di artikel tentang Facebook Ads, sempat saya sajikan data tentang angka-angka pengguna sosial media. Nomor wahid masih diisi oleh Facebook, sementara posisi kedua oleh WhatsApp dan Instagram menduduki peringkat 10 besar. Pemain besar inilah yang nanti akan merubah keadaan, baik data maupun rangking. Sangat mungkin akan ada yang menggeser dan tergeser.

Korelasinya dengan pemasaran di internet, tentu ini menjadi peluang. Akan ada sosial media yang tergeser dan menggeser. Selain kesempatan baru, ini juga melahirkan sebuah evaluasi. Bahwa selalu terjadi perubahan di dunia internet, dan bijaklah dalam menghadapi perubahan ini.

Manfaatkan kesempatan yang ada. Instagram mampu menjadi kuda hitam dalam percaturan sosial media. Dan saat ini Instagram dalam fase naik daun, belum berada di puncak. Jika para pemasara di internet membaca peluang ini, maka akan benar-benar panen saat Instagram nanti berada pada fase puncak/ booming.

Dalam beberapa seminar sebagai Pembicara Internet Marketing, saya sering menyampaikan. Mafaatkan kesempatan ini, gunakan Instagram sebaik-baiknya untuk perkembangan bisnis Anda, baik sebagai media promosi maupun sebagai media branding. Mumpung Instagram sedang naik daun, mumpung arah selera masyarakat menuju ke Instagram. Ibaratnya, sebarlah jaring sekarang di posisi arus sungai. Sehingga saat ikan mengikuti arus, maka terimalah panen sebanyak-banyaknya.

Memang, kesempatan selalu datang dan datang lagi. Tapi yang menjadi fokus adalah tentang timing, semakin cepat mengambil kesempatan dan semakin baik memanfaatkan kesempatan ini. Maka hasil akan lebih cepat diperoleh, lebih banyak dan lebih panjang usianya. Namun jika terlambat mengambil kesempatan ini, maka di saat kompetitor Anda sudah panen, Anda baru menyebar benih. Dikhawatirkan, justru saat trend sudah menurun, Anda baru menuju masa panen. Memang panen, tapi hasilnya tidak sebanyak kompetitor yang sudah menyadari ini dari awal dan mulai melakukan aksi.

Bersambung ke Part selanjutnya.