Pentingnya Watermark Part 1 : Fungsi Watermark Untuk Marketing

Watermak, adalah hal kecil dan bahkan remeh sehingga sering dilupakan orang. Namun dibalik itu semua, justru watermark menjadi hal yang sangat penting, tergantung dari sudut mana kita meposisikannya. Terlebih bagi anda penggiat usaha di bidang online, katakanlahonline shop.

Pentingnya Watermark Part 2 : Membuat Watermark Massal dan Mudah

Di video kedua ini, kami sajikan lengkap langkah-langkah mulai mendesain watermark dengan cara paling mudah dan gampang, serta kami demokan juga bagaimana jika Anda ingin memberikan watermark untuk banyak gambar sekaligus.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 7

Training Center atau yang biasa disebut TC, adalah salah satu cara/ event belajar internet marketing yang diadakan dalam 6 hari. Dalam TC ini peserta sudah mendapat fasilitas materi, penginapan dan makan siang selama pelajara/ materi berlangsung.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 2

Hari kedua, adalah pembahasan materi untuk marketing menggunakan social media. Dimana pembahsan ini adalah pembahasan pemasaran menggunakan media social media, dengan cara yang efektif dan sopan. Sopan dalam artian, pemasaran menggunakan social media bukan menggunakan spam, bukan dengan penyebaran isu maupun bukan dengan pesan berantai yang membodohkan. Tapi dengan cara marketing yang memberikan efek edukasi.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas

Untuk kali ini, adalah TC yang sudah angkatan ke sekian, persisnya berapa, saya belum merumuskan datanya. Acara ini rencananya akan digelar dalam tempo tertentu. Dalam video yang kami sajikan, juga telah kami sajikan kontak person untuk informasi dan pendaftaran atas event ini.

Rabu, 13 Desember 2017

Bahwa Akarnya Adalah Komunikasi Efektif

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram


Belakangan banyak sekali seminar, buku, bahkan pelatihan tentang penulisan, tentang cara menulis yang baik yang pada tujuannya untuk menyakinkan orang agar membeli produk/ jasa yang kita jual. Ini adalah kabar gembira, dengan adanya topik-topik pelatihan seperti ini, maka orang tak lagi hanya berfokus dan berkutat pada urusan teknik. Orangpun akan terangsang untuk menggunakan otaknya lebih seimbang, antara kanan yang kreatif dan kiri yang teknikal.

Pada perkembangan berikutnya, semakin banyak orang pandai menulis artikel, dan menulis konten di sosial media, meskipun sosial media mereka pribadi, tapi dari tata cara penulisan sudah berbeda. Sehingga sosial media menjadi lebih berkelas, tak hanya jadi ajang curhat maupun membenci pihak lain.

Dalam koridor bisnis, ini hal yang baik. Akan lahir nanti pada masanya orang-orang yang pandai dan bahkan ahli dalam penulisan. Ini sangat penting karena era digital akan dipenuhi dengan internet. Sehebat-hebatnya orang membuat dan menggunakan video maupun audio, toh konten penulisan tetap dibutuhkan. Karena pada dasarnya audio, video dan teks maupun gambar memiliki kekuatan masing-masing dan berada pada koridor masing-masing dan justru saling menguatkan satu sama lain. Bukan berarti saat orang sudah menggunakan video dan hanya tinggal mendengar dan menonton lantas orang melupakan tulisan –tidak—tulisan tetap pada posisinya.

Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Saya menaruh harapan besar akan hal ini. Dimana konten yang disajikan di media internet adalah konten yang bermutu tinggi. Di tulis oleh orang-orang yang memang pantas dan memiliki pengetahuan serta kemampuan di bidang penulisan.

Berdasar dari komunikasi. Inilah yang saya sampaikan sebagai materi pada acara di Piranhamas. Sebuah seminar terbatas yang hanya bole diikuti oleh alumni Piranhamas. Karena ini adalah seminar terbatas, maka pesertanya pun sangat terbatas. Sangat memungkinkan bagi masing-masing peserta untuk menyerap materi lebih banyak dan mendalam.

Sedikit berbicara tentang alumni Piranhamas, yang dimaksud disini adalah mereka yang telah mengikuti kelas magang/ OJT di Piranhamas baik yang bersumber dari orang umum atas kemauan sendiri untuk belajar, maupun dari institusi misalnya SMK yang mengirim siswanya untuk di didik di Piranhamas. Dan saya adalah salah satu bagian dari mereka. Dimana pada 2012 saya dengan kemauan pribadi mendaftar sebagai siswa magang di Piranhamas dan lulus pada April 2013.

Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
13 November 2017, Malang – Indonesia





Rabu, 06 Desember 2017

Belajar Internet Marketing Intensif di Pegasus Academy

Belajar Internet Marketing Intensif di Pegasus Academy

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Marketing Online Di Malang,  Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram
Tidak fair rasanya jika orang belajr internet marketing harus dengan bersusah-susah dan tidak menemukan jawaban. Di Pegasus Academy pun juga sering mengadakan event untuk siapapun dan bagi siapapun yang ingin belajar internet marketing, baik yang berbayar maupun yang gratis. Semua diadakan untuk mempermudah bagi yang ingin belajar internet marketing.

Salah satu program yang ada di Pegasus Academy dan bersifat GRATIS adalah belajar intensif selama 4 bulan. Program ini juga dapat diikuti oleh peserta yang sedang dalam program Magang/ OJT/ Prakerin/ PSG dari sekolah maupun dari kampus. Pun demikian juga banyak peserta umum yang mengikuti program intensif ini di Pegasus. Karena memang dirasa akan mendapat pendidikan secara maksimal karena jangka waktu belajar selama 4 bulan.

Marketing Online Di Malang,  Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Beberapa keunggulan yang kami tawarkan untuk siswa magang/ Program Intensif di Pegasus Academy adalah :
1.         Setiap siswa/ peserta magang mendapat materi tentang digial marketing/ internet marketing sebagai bekal, baik untuk teknisi, profesional maupun pelaku usaha,  tugas yang selalu di evaluasi. Demi memastikan kualitas pengerjaan dari masing-masing peserta magang untuk memenuhi kebutuhan digital marketing/ digital marketing,
2.         Tugas yang diberikan pada setiap siswa/ peserta magang telah tersusun dalam silabus yang selama ini digunakan di Pegasus Academy, yang telah disusun dengan runtut, sesuai step by step dalam pembelajaran, sehingga Setiap siswa/ peserta magang dapat menangkap materi dengan maksimal dan praktek dengan maksimal,
3.         Setiap siswa/ peserta magang diberikan projek yang dikerjakan mulai awal hingga akhir, Projek ini dapat digunakan sebagai laporan ke kampus/ sekolah dan dapat pula digunakan untuk portofolio,
4.         Setiap siswa/ peserta magang dibekali tugas & pengetahuan serta praktek yang kompatible dengan jurusan masing-masing di kampus atau sekolah,
5.         Setiap siswa/ peserta magang dibekali ketrampilan & kesempatan untuk mengembangkan hobi & soft skillnya, misal berbicara di depan umum, kreatifitas desain, fotografi, videografi dll,

Gambar yang ditayangkan di artikel ini adalah koleksi pribadi, tentang beberapa kegiatan belajar intensif di Pegasus Academy, salah satunya adalah anjangsana dan kunjungan dari Magang di Piranhamas, Rudi Sepatu dan dari beberapa rekanan lainnya.

Marketing Online Di Malang,  Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Bagi yang berminat mengikuti program intensif ini, silakan bisa datang langsung ke kantor Pegasus Academy di Jl. Danau Sentani Tengah H2 B39 Sawojajar, Kota Malang atau juga bisa menghubungi CP 081.23.2626.994 (WhatsApp).






==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
6 November 2017, Malang – Indonesia

Selasa, 05 Desember 2017

Kenyang Teori Miskin Praktek, Prahara Pengusaha Muda

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah
Rasany terlalu banyak buku tentang bisnis, yang mengulas kewirausahaan mulai dari level semut hingga level hiu dan paus. Terlalu banyak pula seminar-seminar tentang bisnis, dan yang lebih banyak lagi adalah pembeli buku bisnis dan pengikut seminar. Tapi kenapa jumlah pengusaha tidak juga meningkat dengan signifikan ?


Bahkan, pernah saya di Pegasus Academy, atau bahkan sering. Menerima peserta didik yang sudah hebat, sangat hebat tentang konsep bisnisnya. Sudah banyak bisnis yang ia jalankan, sudah banyak pula mengalami jatuh bangun gak keruan atas bisnisnya. Berbeda orang, berbeda cerita, tapi satu benang merahnya, adalah konsep bisnis yang hebat namun tanpa didasari dengan pengetahuan yang kuat.


Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah
Akibatnya, menjalankan bisnis apapun, hanya tumbang dan lahir saja. Hari ini melahirkan bisnis, besok tumbahlanglah bisnisnya. Sekali saya tanya, kenapa hidupmu hanya berulang dalam satu lingkaran yang sama dan berulang-ulang. Jawabannya hampir sama, dan jika disimpulkan adalah karena terlalu banyak membaca buku dan terlalu banyak ikut seminar.

Apakah membaca buku = buruk ?
Apakah mengikuti seminar bisnis = buruk ?

Tidak sepenuhnya buruk dan tidak sepenuhnya baik. Kunci utamanya adalah pada kapasitas diri. Justru para pengusaha seperti ini, banyak sekali mengkonsumsi buku dan banyak sekali mencermati seminar. Tapi semakin tinggi ilmunya justru semakin hebat bakatnya menumbangkan bisnisnya sendiri. Jawabannya ini bukan kesalahan, adalah pada jalur yang akan diambil.

Tentu, setiap penulis buku menulis berdasarkan pengalamannya sendiri, pengalaman orang lain, pengalaman orang disekitarnya dan dikemas dengan frame of reference yang ia miliki. Sehingga, antara satu penulis buku dengan yang lain bisa berbeda, bahkan yang menulis hal yang sama sekalipun. Satu mengarah ke utara ibaratnya, satu mengarah ke selatan. Jadinya gak akan ketemu. Karena arah yang tidak terkondisikan ini, membuat fokus menjadi bias akibat mengikuti semua penulis, akibat meng-amin-I semua materi dalam semua buku. Yang pada tahap berikutnya membuat distorsi otak atas identitas dirinya, identitas bisnisnya dan arah bisnisnya.

Cara bijak dalam hal ini. Cukuplah pada 1 mentor. Yang bukan hanya menulis buku. Tapi mentor yang dapat ditemui, dapat ditanyai, dapat dijawab tangannya. Sehingga menjadi benar-benar terarah mengikuti arahan dari sang mentor. Hingga menjadi kuat. Pada posisi yang sudah stabil, silakan baru upgrading diri. Bukan semua hal langsung dikonsumsi di awal.

Seperti saya sampaikan saat menjadi narasumber di acara Youth Entrepeneur yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ASIA Malang, tentang problem umum para pengusaha muda. Adalah pengetahuan/ teori yang sudah sangat mencukupi namun kurangnya praktek. Kekurangan ini dari berbagai segi, baik dari dalam mereka sendiri yang kurang niat/ tekad, maupun karena saran tidak mencukupi hingga tidak adanya mentor tempat merteka bertanya.


Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah
Terlebih para pemuda, yang masih duduk di pendidikan, belum terjun ke masyarakat dan belum mepraktekan bisnis. Dalam posisi kebingungan karena banyaknya materi, banyaknya teori yang diterima namun kebingungan saat melangkah ke masa praktek. Selain karena tidak mampu menerjemahkan teori masing-masing tapi juga kebutaan akan langkah apa yang selanjutnya diambil.

Dalam dunia bisnis, praktek adalah wahana belajar. Sehingga belajar tidak selalu dengan buku, belajar tidak selalu dengan seminar. Bacalah dan resap ilmu sebanyak-banyaknya atas hal yang dibutuhkan sekarang, yang bisa dilakukan sekarang dengan langkah paling sederhana. Baru di tahap kemudian untuk upgrade silakan kembali inputan keilmuan baru ke otak. Justru serakah ilmu di awal tanpa praktek, memberikan efek tidak produktif.


==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
5 Desember 2017, Malang – Indonesia





Jumat, 01 Desember 2017

Perguruan Tinggi Pencetak Pengusaha Part 02

Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen, Kuliah Bisnis Terbaik, Kuliah Bisnis Terbaik Di Dunia, Kuliah Bisnis Online, Kuliah Bisnis Malang, Kuliah Bisnis Manajeman Terbaik Di Indonesia, Kuliah Bisnis Online Di Malang, Kuliah Bisnis Online Malang

Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen

Di part ke-2 ini saya berhenti membahas tentang pengangguran. Karena ini masalah komplek dan perlu peran serta dari seluruh mata rantai, dan hanya akan jadi pembahasan dan hanya jadi buah pikir jika tanpa adanya aksi nyata.

Ayolah, jika semua perguruan tinggi tergerak untuk membentuk pengusaha, maka pengangguranpun akan teratasi dan sama artinya kemiskinan bukan lagi problem yang membelenggu. Dengan meningkatnya jumlah pengusaha dengan praktis pula meningkat jumlah lapangan kerja. Kalaupun jumlah pengusaha lebih banyak dan terjadi kekosongan posisi alias kurangnya tenaga kerja, maka akan tergantikan dengan tenaga kerja dari negara lain yang siap memasok. Bukankah lebih bangga kita menjadi bangsa yang memberikan peluang kerja lebih banyak dari pada menjadi bangsa yang menawarkan jumlah pengangguran lebih banyak.

Atau, jika tidak semua perguruan tinggi. Cukup perguruan tinggi di Malang saja. Tercatat data sampai 2017 ada 86 perguruan tinggi begeri dan swasta di Malang Raya. Dan jika dikalkulasi kasar saja, apabila dari masing-masing perguruan tinggi berhasil menelorkan 10 pengusaha, maka tiap wisuda sudah lahir pula 860 pengusaha muda. Dan jumlah ini akan terus bertambah jika perguruan tinggi konsisten dengan program mencetak pengusaha tersebut.

Tentang gampang susahnya. Pada dasarnya sama susahnya, pun sama gampangnya dengan program mencetak sarjana siap kerja. Sama-sama di didiknya, sama-sama dilatihnya, sama-sama digemblengnya, hanya saja berbeda pengarahhnya, mau diarahkan ke sarjana pengusaha atau mau diarahkan ke sarjana siap kerja.

Memang, menyediakan atau mencetak sarjana siap kerja menjadi “bahan dagang” yang mak nyuss terlebih untuk masyarakat non kota. Karena di tipikal masyarakat tersebut frma of reference mereka bahwa kuliah atau belajar adalah untuk selanjutnya mendapatkan pekerjaan, lebih joss lagi kalo mendapat pekerjaan di kota, di kantoran yang pake sepatu mengkilap, berdasi dan dandan rambut klimis. Dan pola pikir seperti ini masih bertahan hingga saat ini, tak heran perguruan tinggi beramai-ramai menyantap “bahan dagang” ini demi mendapatkan peminat atas jurusan yang ditawarkan.
Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen

Namun untuk jangka panjang, ini kurang baik. Selain menambah jumlah pengangguran bergelar sarjana, juga mencetak mind set bahwa kuliah adalah untuk bekerja dan tak akan ada habisnya. Mind set seperti ini terus menerus memberikan asupan kemanjaan pada mental, mental untuk malas menjadi mandiri. Bagaimana tidak manja, jika selalu bergantung pada orang lain ? dan bergantung pada keberadaan lapangan kerja, jika tidak ada lapangan kerja, pun yang dilakukan bukan bangkit membuka lapangan kerja, tapi yang dilakukan malah menyalahkan pemerintah dengan berbagai demi. Mental manja.


Perguruan Tinggi ASIA Malang, menjadi salah satu pioner dalam hal ini. Dimana perguruan tinggi ini bertekad mencetak para pengusaha dengan program Bussines Practice.

*) Foto-foto adalah dokumen pribadi saat mengisi Kuliah Tamu Bussines Practice di Perguruan Tinggi ASIA Malang.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
30 November 2017, Malang – Indonesia 

Kamis, 30 November 2017

Perguruan Tinggi Pencetak Pengusaha Part 01

Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen, Kuliah Bisnis Terbaik, Kuliah Bisnis Terbaik Di Dunia, Kuliah Bisnis Online, Kuliah Bisnis Malang, Kuliah Bisnis Manajeman Terbaik Di Indonesia, Kuliah Bisnis Online Di Malang, Kuliah Bisnis Online Malang

Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen
Memang bukan pertama kali. Beberapa tahun yang lali Perguruan Tinggi ASIA Malang mengundang saya untuk kuliah tamu kewirausahaan, yang dibungkus dengan tajuk Bussines Pragtice. Tak disangka, hingga tahun ini rupanya Perguruan Tinggi berlokasi di Jl Sukarno Hatta Malang ini benar-benar konsisten atas program ini.

Saya pun sangat salut dengan adanya program praktek bisnis untuk mahasiswa ini. Dimana mahasiswa diwajibkan mengikuti program ini bahkan sejak tahun pertama mereka kuliah. Benar-benar dikenalkan bisnis mulai dari materi didalam kelas, hingga aksi dilapangan dan praktek dengan bisnisnya masing-masing. Tentu, sebagai alumni Perguruan Tinggi ASIA Malang, sayapun menaruh harapan besar, program seperti ini dapat melahirkan pengusaha-pengusaha dalam bidang apapun, sesuai bakat minat masing-masing mahasiswa.

Secara umum, negeri ini membutuhkan 2% pengusaha dari total jumlah penduduknya. Dan untuk mencapai jumlah tersebut, bukan melulu peran para pebisnis yang mewariskan usaha pada keturunannya, perlu juga peran para mentor bisnis dalam menggeret pada pemuda untuk sadar bisnis, mulai berbisnis dan tidak berkutat pada lamaran kerja tapi membalik logikanya menjadi penyedia lapangan kerja. Dan tentu, peras aktif lembaga pendidikan dalam mencetak pengusaha-pengusaha baru secara massal.
Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen

Terlepas bagaiaman plus minusnya program seperti ini dilakukan oleh lembaga pendidikan. Tapi hal yang paling saya apresiasi adalah, Perguruan Tinggi ASIA tidak melulu mengarahkan lulusannya menjadi lulusan siap kerja, tidak melulu mencetak lulusan untu berkutat di dunia karyawan, tidak melulu mendoktrin lulusannya untuk bekerja di bawah tangan. Tapi jua memperhatikan bakat & minat bagi mereka yang ingin berwirausaha, memberikan wadah bagi mereka dan tentu memberikan pendidikan bagi para calon pengusaha.

Memang, tingkat pendidikan tidak ada sangkut pautnya dengan kesuksesan. Dan memang, cukup lulusan SD pun mampu menjadi pengusaha. Namun saya yakin pengusaha yang terdidik dan sarjana justru lebih mampu menjadi hebat & kuat.

Sayangnya, program mencetak pengusaha seperti ini belum sepenuhnya disadari dan digarap dengan serius oleh banyak lembaga pendidikan. Salah satu dari sedikit yang menggarap dengan serius adalah Perguruan Tingga ASIA Malang ini. Di luar sana, masih banyak lembaga pendidikan yang selalu saja sibuk mencetak lulusannya untuk siap kerja, siap menajadi karyawan dan siap diterima lapangan kerja. Tidak kah mulai sadar ? bahwa negeri ini butuh lebih banyak orang yang justru mampu membuka lapangan kerja ? Jika dominan lembaga pendidikan masih saja sibuk mempersiapkan lulusan siap kerja sementara jumlah lapangan kerja tidak seimbang. Maka masalah klasik, yaitu pengangguran, akan tetap ada dan bahkan berevolusi menjadi bola salju yang siap menghantam perekonomian bangsa ini.
Kuliah Bisnis, Kuliah Bisnis Di Malang, Kuliah Bisnis Manajemen

Masalah pengangguran bukan melulu urusan pemerintah dan bukan melulu diserahkan pada pemerintah. Peran lembaga pendidikan justru menjadi ujung tombak. Angka pengagguran yang masih saja tinggi bukan hanya disebabkan oleh pola pikir masyarakat yang rendah akibat pendidikan yang rendah, namun juga dipengarui jumlah lapangan kerja yang jauh dibawah. Hebatnya, pengangguran dibangsa ini tidak hanya dihuni oleh mereka yang tak berpendidikan, namun justru di huni oleh para sarjana.


Tanya kenapa ?

*) Foto-foto adalah dokumen pribadi saat mengisi Kuliah Tamu Bussines Practice di Perguruan Tinggi ASIA Malang.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
28 November 2017, Malang – Indonesia

Minggu, 05 November 2017

Marketing Berbasis Issu, Mendangkalkan Keputusan & Mempercepat Closing Part 2

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Keadaan dunia, yang katanya (issu nya) semakin miskin akan bahan bakar minyak, menjadi pelecut atau bahkan kesempatan pada pabrikan otomotif untuk memproduksi mobil dengan tenaga bukan minyak. Sebenarnya, sudah sangat mampu diproduksi bahkan di massalkan mobil dengan bahan bakar bukan minyak. Tapi karena issu bahan bakar ini masih simpang siur dan pabrikan mobil serta konsumen masih teramat nyaman dengan minyak, maka sekalia saja bikin tarik ulur, tarik ulur agar skema pasar terangkat dengan sendirinya. Dan tujuan itu tercapai, dimana mobil Hybrid naik kasta dan menjadi sangat mahal harganya, padahal keberadaanya adalah keniscayaan.

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Issu akan hebatnya Android semakin menyebar keseluruh belahan dunia. Para pengguna ponsel yang saat itu hanya menggunakan ponsel sekedar untuk telp & sms, paling banter juga dengerin musik mp3, menyambut bahagia atas datangnya andoir yang memungkinkan ponsel berevolusi menjadi smartphone dan tentu tidak semahal iphone. Issu kehebatan dan sifat android yang fleksibel dan anti virus, semakin menguncang hati pada maniak gadget untuk segera memilikinya. Issu yang berkembang menjadi skema pergerakan pasar ini, sayangnya tidak dibaca dengan baik oleh Nokia dan justru menjadi racun terburuk yang mampu membunuhnya.

Arus informasi yang semakin gencar, mudah & cepat di era sekarang. Adalah arus sungai yang deras bagi sebuah sampang bernama issu. Nah, apakah Anda akan menaiki sampan tersebut untuk memuluskan bisnis Anda, atau akan menentangnya dan melawan dengan sampan yang lebih kokoh.

Justru kesempatan sangat terbuka lebar, seperti di Part 1 saya membahas tentang jus dan perangkat elektronik. Dimana arus informasi di era ini, memungkinkan penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan sangat murah, sehingga issu dapat berpotensi menjadi komoditas untuk menggerakan pasar.

Karena hujan issu yang terus menerus, maka pola pikir masyarakatpun akan berubah. Jika di masa lampau masyarakat membeli sesuatu karena kebutuhan, maka dengan hajaran issu yang bertubi-tubi, masyarakat membeli sesuatu bukan lagi karena kebutuhan, tapi karena pola pikirnya yang semakin dangkal dan menganggap keinginan sebagai sebuah kebutuhan.
Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Pola pikir masyarakat yang semakin dangkal inilah, yang kemudian menjadikan closing/ terjadi penjualan. Ingat kembali di Part 1, betapa issu jus yang sehat, dan jus yang mudah dibuat dengan sebuah alat, membuat ibu-ibu rumah tangga menjadi kalap, melunturkan logikanya dan mendangkalkan pikirnya, dari semua yang sama sekali tidak membutuhkan, justru dengan mudah membelinya.

Tentu, percepatan closing. Tetapi memunculkan issu yang tidak benar adalah sebuah kesalahan besar. Bisnis bukan hanya tentung closing & uang, ada hal yang menjadi tanggung jawab kelak. Jikalaupun bisnis Anda akan menggunakan issu sebagai kendaraan untuk percepatan closing & peningkatan kurva laba, maka berkreasilah dengan issu yang baik, dan memang dapat dipertangung jawabkan, bukan semata mata issu yang sengaja di buat-buat tanpa memikirkan bagaimana di belakang hari.

Apa yang Anda lakukan hari ini dan apa yang diterima konsumen hari ini, mempengarui nama dan kelangsungan perusahaan Anda.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
5 November 2017, Malang – Indonesia

Marketing Berbasis Issu, Mendangkalkan Keputusan & Mempercepat Closing Part 1

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah, Marketing Online Menurut Para Ahli, Marketing Online Di Malang, Marketing Online Properti, Marketing Online Olshop, Marketing Online Tips, Marketing Online Shop, Marketing Online Shop di Instagram

Maraknya artis yang berbisnis kue-kue an, membuat saya berpikir kenapa sindrom ini bisa menjangkiti hampir semua lini artis. Mulai dari artis penyanyi, pelawak, pesinetro, atis layar lebar bahkan artis yang tidak terlalu terkenal sekalipun mencoba nyemplung ke dunia bisnis kue-kue an ini. Belakangan. Baru saya ketahui kenapa hal ini terjadi dan kemana arahnya. Ok, bukan tentang artis yang berbisnis yang akan saya bahasa, rasanya kalo membahas artis yang berbisnis biar jadi urusan infotainment saja.
Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Tak bisa dihindarikan, kesuksesan satu artis dalam bisnis tertentu. Maka mengundang pensaran dan rasa ingin mengikuti, satu mengikuti yang lain dan begitu seterusnya hingga menjamur bisnis kue-kue an di kalangan artis. Padahal jika dikulik lebih mendalam, apakah bisnis tersebut sukses atau tidak, laba atau tidak tak menjadi soal, yang penting sudah ikut dulu, udah ikut-ikutan dulu, sudah mencoba dulu, siapa tau bis ketularan sukses atau bahkan bisa lebih sukses.

Disinilah peranan issu menjadi salah stau faktor utama sebuah bisnis mampu berkembang. Anggap saja seluruh kue yang dijual oleh para artis berasa dari satu vendor. Maka sudah berapa banyak kue yang di distribusikan atau bahkan diproduksi oleh vendor tersebut. Bahkan si vendor tidak perlu mempromosikan produknya, biarlah issu semakin berkembang dan semakin menarik minat para artis lebih banyak untuk ikut-ikutan berbisnis.

Contoh kekuatan issu dalam perdagangan. Bisa Anda lihat dan amati di pasar saham. Sebuah issu belum tentu benar, bahkan baru kabar burung pun sudah mampu memperngarui perdagangan saham. Selalu saja ada saham yang naik maupun turun dari sebuah perusahaan atas dasar issu. Namanya juga issu, belum tentu kebenarannya, namun sudah mampu mempengaruhi harga.

Bahkan terjadi hingga detik ini, dimana kebijakan politik menjadi issu yang selalu hangat karena memang digoreng terus menerus oleh media dan menjadi perbincangan di pasarsaham. Keputusan politik, atau kebijakan yang belum dipublikasikan bahkan baru berupa rumor saja, sudah mempengarui harga saham. Dalam hal ini, issu menjadi kekuatan penting.

Bahkan, karena telah menyadari kekuatan issu, banyak marketer profesional yang sengaja membuat issu demi mendongkrak penjualannya dan mengerek harga setinggi-tingginya. Ya, sengaja membuat issu. 
Tema ini, pernah saya bahas pada seminar Property yang digelar di Papilio Hotel Surabaya. Yang secara panjang lebar membahas peranan issu dalam dunia properti, dan bagaimana menyikapinya issu, baik sebagai pegiat properti, sebagai penjual properti dan termasuk sebagai konsumen properti.

Marketing Online, Marketing Online Strategy, Marketing Online Adalah

Terlebih issu yang berkaitan dengan kesehatan. Masih sangat teringat saya tentang issu mengenai kesehatan yang begiku me-dewa-kan jus (juice) sebagai makanan sehat. Dan semakin ditelusuri memang pada tahun-tahun tersebut pabrikan perangkatelektronik rumah tangga tengah gencar memproduksi produk untuk membuat jus. Betapa hebatnya mereka mencuci otak seluruh lapisan rakyat di negeri ini untuk mempercayai bahwa jus adalah makanan sehat dan makanan terbaik, bahkan mengalahkan sumber-sumber makanan lain.

Untuk mendukung issu ini, tak jarang para marketer ini menggandeng para medis untuk lebih menguatkan argumennya (baca issu). Dan…boom…para ibu rumah tangga akan segera panik, dan melakukan berbagai cara untuk membeli produk tersebut demi bisa mencukupi kebutuhan kesehatan keluarga. Dalam benaknya, ibu-ibu ini tentulah ingin membuat jus sehari-hari, setiap pagi yang menyajikannya untuk keluarga. Akibat termakan issu tersebut, yang dibalut dalam ranah dunia kesehatan.

Apakah jus memang makanan sehat ? Sampai saat inipun saya belum mampu menjawab dimana letak sehatnya jus. Klue nya, buka mulut Anda, lalu masukan jari Anda kedalam mulut dan tutup mulut Anda. Bukankah Anda memiliki gigi ?

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
5 November 2017, Malang – Indonesia

Jumat, 03 November 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 4 : Pembiasan Teknik, Materi & Praktik

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Setiap bisnis memiliki ramuan sendiri, dan tiap iklan memiliki racikan sendiri. Meskipun barang/ jasa yang dijual sama persis, dengan target pasar sama persis, toh akan memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. Kalau toh di copy-paste caranya secara teknikal, tetap akan memberikan hasil yang berbeda.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Sama seperti halnya beriklan di Facebook. Teknik memang banyak disampaikan dalam berbagai seminar. Teknis tetang bagaimana cara bayarnya, bagaimana menggunakannya dan bagaimana membaca statistiknya, yang berkaitan dengan dana yang dibayarkan dan bagaimana jalannya iklan. Ini adalah hal teknis, termusuk caranya masuk ke ruang iklan dan mengatur segala pengaturan.

Berkaitan dengan teknik, Facebook ads menyediakan saringan yang komplit,  mulai dari usia, sasaran jarak, sasaran hanya kota tertentu bahkan hingga sasaran minat dan agama. Ini adalah variabel yang sangat banyak dan sangat bisa digunakan untuk menembak ke mana pasar akan diarahkan. Teknik menembak, dan memasang serta membayar dana iklan, banyak diajarkan di berbagai seminar oleh para mastah di bidang ini.

Namun terjadi jumping, dimana materi yang disampaikan dalam seminar selalu berputar pada teknis. Namun menggunakan iklan berbayar, bukan melulu teknis. Dari sinilah berangkat akar permasalahan baru, dimana para pengiklan hanya mengikuti teknis yang tanpa dibarengi logika, sehingga teknis yang asal-asalan, asal klik, asal coba justru menimbulkan kerugian dari sisi finansial dan secara luas mempengarui sistem pembacaan data oleh Facebook. Memang, sistem trial &error tidak ada larangan dalam beriklan hingga menemukan racikan yang benar-benar pas atas pengiklanan sebuah produk, namun karena pengguna Facebook ads rata-rata sudah terpaku pada teknis sehingga menomor duakan logika. Hanya pasang, pasang, pasang hanya klik, klik, klik tanpa memikirkan apa dan bagaimana menggarap konsumennya. Padahal dengan gampang Facebook telah menyediakan banyak variabel.

Praktik yang seperti inilah yang justru merugikan, terutama dari pemasang iklan. Tentu, semua pemasang iklan sudah siap menginvestasikan dana untuk beriklan dengan harapan mampu memberikan hasil yang lebih baik pada penjualan. Namun, praktik yang melulu mengandalkan teknis, maka hasilnya bukan pada penjualan yang meningkat, namun justru terjebak pada keasikan trial & error yang justru tidak ada habisnya.

Sangat sedikit mentor di bidang ini yang mengajarkan logika, yang mengajarkan jalan pikiran dan logika dalam beriklan. Pun para pengguna fitur ini pun memang lebih menyukai aspek teknis. Karena teknis itu mudah, gampang dan bisa diaplikasikan oleh pemula sekalipun. Dan untuk belajar logika, itu lama, ruwet dan harus mikir. Penyakit malas berpikir ini bikin otak jadi semakin beku, bisnis digadaikan dengan teknis praktis dan pemikiran jangka panjang dan tenpa logika efektifitas.

Saya pun mengenal mentor di bidang ini, yang beliau mengajarkan logika, cara berpikir dan menembak pasar dengan variabel global dan spesifik. Logika ini sangat bagus dan saya sangat apresiasi dengan caranya menanamkan logika, yang tidak terpengaruh teknis. Namun logika ini sangat bisa diterapkan meskipun teknis pemasangan iklan di Facebook diubah sekalipun. Karena logiknya sudah utuh menjadi konsep, maka dengan media apapun sangat bisa diterapkan. Tapi, kembali lagi pada sifat orang Indonesia, yang ingginnya serba praktis serba cepat dan malas berpikir. Termasuk dalam bidang ini, malas berpikir semakin melahirkan dan menambah barisan sakit hati atas Facebook ads. Sebenarnya bukan barisan sakit hari, tapi barisan malas berpikir dan lebih hobi menyalahkan orang/pihak lain.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
3 November 2017, Malang – Indonesia





Kamis, 02 November 2017

Workshop Instagram Marketing Dengan Pendekatan Marketing Viral

Instagram Marketing, Instagram Marketing Indonesia, Instagram Marketing Tools, Instagram Marketing Tips, Instagram Marketing 2017, Instagram Marketing Ebook, Instagram Marketing Strategy 2017, Seminar  Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing


Instagram Marketing, Instagram Marketing Indonesia, Instagram Marketing Tools
Berbicara tentang Instagram, maka artinya berbicara lebih dari sekedar sosial media dan berbagi foto. Memang, esensi Instagram adalah sebuah sosial media bentuk baru yang memungkinkan penggunanya bisa mengakses hanya dengan smartphone digenggaman, dan Instagram cenderung membawa penggunanya berbagi foto dan belakangan berkembang ke video bahkan siaran mandiri.

Ada celah dan selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikan Instagram lebih berguna selain daripada pamer foto liburan Anda. Instagram memberikan kesempatan pengguna mengetikan caption, untuk menjelaskan foto yang diunggah. Maka sangat mungkin orang akan jauh lebih paham tentang apa yang ada di foto dengan penjelasan singkat di caption.

Anggap saja, sama-sama mengunggahfoto liburan. Orang A memberikan caption bahwa lagi liburan di Yogya, bersama keluarga dan teman terdekat. Sedangkan orang B, memberikan caption liburai di Yogya, juga bersama keluarga dan teman terdekat, namun si B menambahkan keterangan bahwa dirinya juga menerima jasa tour organizer. Tentu ini sangat menguntungkan bagi si B, selain fotonya dinikmati orang ia pun mendapat promosi atas jasanya dengan cara yang gratis.

Kesempatan ini, akan prowerfull jika digarap dengan skema dan strategi yang bagus, terukur dan menyesuaikan dengan sifat sosial media tersebut. Tidak melulu promosi, promosi dan promosi dengan gratisan lalu seporadis. Tapi bisnis adalah strategi dan promosi adalah salah satu strategi yang perlu dipersiapkan, baik langkah-langkahnya hingga tujuannya.

Saya tertarik dengan salah stu seminar yang juga diadakan oleh Pegasus Academy dengan Kabul Wahyudi sebagai pematerinya. Karena menjabarkan strategi pemasaran di Instagram jauh dari biasanya. Jika seminar instagram marketing kebanyakan membahas tentang bagaimana berpromosi di instagram dengan metode berbayar, tapi materi yang disampaikan Kabul Wahyudi lebih pada pendekatan viral. Sehingga memanfaatkan ke viralan sosial media sebagai media promosi, dan jika produk/ jasa telah dikenal secara viral, maka akan menjadi boom waktu akan tenar dan larisnya produk/ jasa tersebut.

Pendekatan yang dilakukan pun lebih pada sisi humanis, dalam artian sisi kemanusiaan, yang lebih condong pada riset/ penelitian bagaimana perilaku manusia di Instagram dan menggunakan kecendurangan tersebut sebagai aktifitas marketing yang sopan, elegan dan tidak norak seperti halnya spam.

Momentum ini sangat menguntungkan, dimana Instagram semakin naik daun dan semakin digemari. Bukan suatu yang tak mungkin di suatu masa nanti Instagram menjadi sosial media yang paling banyak digunakan manusia di bumi. Dan jika saat ini akan terjadi, maka Anda patut berbahagia jika saat ini sudah bertebaran aset digital Anda di Instagram. Maka manfaatkanlah waktu ini sebaik-baiknya, menaman aset sebanyak-banyaknya sambil mengikuti perkembangan Instagram yang semakin banyak penggunanya.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
2 November 2017, Malang – Indonesia