Kamis, 16 Juni 2011

Presiden Kebanggan Indonesia

Gonjang-ganjing politik rupanya belum puas melanda bangsa ini, sebut saja sejak kemerdekaan dan segala situasi kala itu, dan yang lebih ngeri lagi adalah kondisi sekarang yang kononnya sudah mencapai reformasi tapi malah yang ada tindak ‘ngelantur dan ngawur’ yang berlebihan. Malah korupsi wakil rakyat semakin memalukan tapi pelakunya malah gak malu dan semakin meraja lela.

Sejarah sudah mencatat betapa Ken Arok dengan ‘ototnya’ merebut Tumapel, baik merebut kekuasaan hingga merebut Ken Dedes seorang putri tercantik waktu itu yang digambarbak oleh para pujangga hingga betisnyapun bersinar dan hanya lelaki bodoh yang tak tertarik pada keelokan wajahnya. Pertumpahan darah pertama denga menghunusnya keris Ken Arok pada tubuh bupati Tumapel yang sebelumnya keris itu sudah merenggut nyawa mpu gandring si pembuatnya.

Kerajaan Singosari lahir, Ken Arok sebagai pendirinya sangat tak menduka bahwa keris miliknya bakal jadi senjata makan tuan yang sangat ampuh. Keturunannya mulai balas dendam dan saling bunuh, gonjang-ganjin politik mulai kentara ketika anak turun Ken Arok mulai rakus dengan kekuasaan dan tahta, satu bunuh yang lain dengan keris yang sama hingga pembunuhan keluarga itu terhenti barulah Singosari mencapai puncak kejayaan.

Demikian juga dengan Majapahit, pada era keemasan dibawah Hayam Wuruk dan Gajahmada yang tersohor. Suatu ketika Hayam Wuruk naksir Diah Pitaloka, tapi karena suatu hal perjalanan cintanya tak semulus kerajaannya, Gajahmada yang merasa tersinggung membunuh ayah dan ibu Diah Pitaloka, tapi perbuatan sang Maha Patih itu jugalah yang menyebabkan Diah Pitaloka bunuh diri. Hayam Wuruk pastilah gak terima wanita pujaanya bunuh diri dan ia tahu sebabnya, maka sebenarnya itulah kesalaha paling fatal yang pernah diperbuat Sang Maha Patih Gajahmada dalam perjalanan hidupnya, iapun dicopot dari jabatan Maha Patih Gajahmada, sejak itu hingga saat ini tak pernah ketahuan dimana makam sang Maha Patih bahkan keturunannyapun tak diketahui.

Sejarah satu persatu mencatat perjalanan panjang bangsa ini. Mulai dari Cendrawasih di Papua hingga lumpur Lapindo di Jawa Timur. Tetap saja semua tertuju pada ‘ikon’ bangsa saat itu, adalah Presiden dalam hal ini sebagai pemimpin. Era-era tiap pergantian diwarnai dengan adu politik yang semakin panas dan lalu lintas politik yang semakin semrawut.

Presiden Soekarno
Bahkan ia termasuk dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia Abad 20, seorang kebanggaan dari Indonesia. Sayang beliau meninggal dalam status masih tahanan rumah.

Jasanya begitu luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berani memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Bahkan di mata dunia pada masanya, Soekarno dipandang sebagai orang yang cerdas dan disegani. Sepak terjangnya luar biasa membius kehidupan Internasional, gimana enggak, Indonesia yang masih kemaren soren dan seumuran jagung begitu orang bilang, tapi sekali lagi Soekarno memberanikan diri tanah air tercintanya ini menjadi tuan rumah dalam Konferesi bergengsi Asia-Afrika hingga Non-Block.

Sokarno mengawali potiknya dari ajaran Marheniesm dibawah PNI yang juga iadirikan sendiri pada 4 Juli 1927. Latar belakang pendidikan dari HIS Surabaya dan siapa sangka pada Soekarno kecil ini Indekost dirumah Oemar Said Tokroaminoto, nama yang tak asing lagi tentunya karena beliau toh pendiri Syarikat Islam. Dan siapa sangka juga kelak anak kost ini adalah salah satu tokoh hebat di Indonesia.

Meski dimasa-masa akhir jabatannya ia sempat digoncang Issue politik dengan mendukung PKI, meskipun masih menjadi perdebatan hingga kini, tapi toh Kusno, nama kecil Suoekarno yang lahir di Blitar pada 6 Juni 1901 ini tetap pahlawan bangsa dan tak pernah tergantikan. Soekarno meninggal pada 21 Juni 1970 di Jakarta.

Perjalanan politik dan rupanya juga cita-cita Soekarno tidak hanya terhanti ketika ia tutup usia, anak-anaknya kelakpun tak pernah absen dari kehidupan politik bangsa ini dan kelak salah satu anaknya adalah Presiden Indonesia mengikuti jejak ayahnya. Memang Soekarno pamornya tak pernah hilang ditelan zaman.

Presiden H.M Soeharto
Siapa sangka seorang anak lelaki turunan petani dari dusun kemusuk ini adalah Presiden dengan kekuasaan terlama di Indonesia, bahkan mungkin orang juga tak tahu dimana itu dusun Kemusuk.

Dalam masa pemerintahan yang tak kurang dari 32 tahun Soeharto tentunya menjalani berbagai tantangan dan hambatan. Sayang pada masa akhir jabatannya ia harus digulingkan sama seperti pendahulunya Soekarno yang juga harus berhenti atas penggulingan kekuasaan. Soeharto meninggal pada 27 Januari 2008.

Terlepas dari segala macam tudingan atau apalah yang menghinggapinya hingga detik ini, Soeharto tetap kebanggan Indonesia. Selama berturut-turut menjadi Presiden ia selalu dibawah asuhan Parta Golkar sekaligus pastai inilah yang membesarkan namanya selama 32 tahun itu, praktis masa ini yang dikenal dengan Orde Baru adalam kekuasaan parta berjubah kuning dan hanya memiliki dua tandingan yaitu PPP dan PDI.

Soeharto berhasil membawa perekonomian Indonesia sebagai macan Asia dan seperti Soekarno ya disegani di kancah Internasional. Program-program pemerintahan nyaris berjalan sempurna tanpa halangan, mulai dari swasembada beras, keamanan, harga stabil dan pembangunan disegala bidang. Tak ketinggalan dengan prestasi Olah Raga dimana Indonesia bidang bulutangkis sungguh menjadi tradisi sebagai pemenang emas dalam pertandingan yang ia ikuti. Inilah salah satu sebabnya ia dijuluki sebagai Bapak Pembangun Indonesia.

Presiden B.J Habibie
Siapa tak kenal Habibie, si genius asli Indonesia yang banyak menghabiskan masa pendidikan di Jerman dan mendapat predikat Cum-Laud, sekali lagi ia ambil pendidikan bukan cuman satu, tapi banyak. Jangan heran jika banyak gelarnya dalam bidang sains pesawat terbang. Bahkan ia menemukan bahan bakar pesawat terbang yang efisien dan ringan dari yang sebelumnya digunakan. Sekarang Habibie masih berkedudukan di Jerman.

Presiden ketiga Indoensia ini diangkat sejenak setelah Soeharto menyatakan mundur. Tepat pada huru-hara 1998, otomaris ia menjabat dalam kurun waktu 1999 yang kemudian berlanjut dengan pesta demokrasi pemilu.

Satu tahun menjabat, bukan waktu yang mudah dan bagi Habibie, selain harus mengambalikan situasi yang sudah porak poranda gak karuan, malah dimana-mana pemberontakan makin gencar. Salah satunya yang paling mencolok waktu itu adalah masalah Timor-Timor. Keputusanpun akhirnya memisahkan Timot-Timor dari NKRI.

Banyak kalangan merespo hal itu sebagai hal paling bodoh yang dilakukan selama pemerintahan Habibie dan sekaligus menurunkan pamor Habibie yang selama ini selalu dikagumi dengan kepintarannya berbalik menjadi pemecah bangsa. Tapi jauh dari itu sebenarnya banya sekali hal yang tak tersentuh rakyat kenapa Timor-Timor harus lepas dari NKRI. Dan sayang sekali hal-hal sakral semacam ini malah rakyat dibungkam seakan memang fakta disembunyikan.

Pada dasarnya sesuai KMB (Konferensi Meja Bundar) wilayah NKRI adalah bekas kekuasaan Belanda, sedangkan Timor-Timor adalah jajahan Portugis, tapi ia ingin bergabung dengan Indonesia dan diterima pada masa Soeharto. Dalam hidup berbangsa inilah Timor-Timor banyak dikenal sebagai duri dalam daging, entah kenapa selalu saja ada masalah dan selalu saja timbul masalah, toh pemerintah juga tak bisa berbuat banyak mengingat wilayah Timor-Timor ikut NKRI tidak sesuai KMB. Puncaknya pada masa Habibie Timor-Timor berulah kembali dan duri dalam daging itupun dilepas.

Kalau menilik jauh hingga sudut itu, malah banyak rakyat yang sadar dan bahkan menyambut dengan logika atas lepasnya Timor-Timor, dan dalam catatan ini saya malah mengkategorikan keberanian Habibie melepas Timor-Timor yang jadi duri itu sebagai prestasi dalam satu tahun pemerintahannya. Siapa selain Habibie yang dalam setahun pemerintahan menorehkan prestasi untuk kemaslahatan bangsanya ?

Presiden Gus Dur
Presiden Indonesia pertama dari kalangan Agamis Islam. Dan beliau pernah menyabet penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir pada 1991 dan sebelumnya kehebatanya dalam memimpin sudah diakui dunia dengan dinobatkan sebagai Ketua Konferensi Agama dam Perdamaian Sedunia pada 1994.

Lahir dan menuntu ilmu di Jombang Jawa Timur di pesantren tambak beras hingga ia berhasil meraih kuliah di Al-Azhar Mesir lulus pada 1966. Gus Dur panggilan Akrab Abdul Rahman Wahid memulai karis politiknya dengan dipercaya sebagai ketua NU, organisasi kemasrakatan terbesar di Indonesia pada 1984 sampai 1999, praktis saat ia melepas jabatan ketua NU maka jabatan Presiden mampir padanya. Sayang sejarah kembali terulang dengan penggulingan jabatan Gus Dur dari kursi kepresienan. Untuk ketiga kalinya politik Indonesia dinodai dengan penggulingan kursi RI 1.

Selama jadi Presiden, Gus Dur yang juga seorang penulis benar-benar menjadi fortuna bagi rekan pers. Selama ini pers dikekang dan dalam penyampaian beritapun harus melalui beberapa tahap hingga beritanya tayang dan harus diperiksa aparatur negara, jika ada sedikit saja hal yang menyimpang dan bahkan menyidir saja aparat negara, maka beritanya gak boleh tayang. Kerennya masa-masa ini adalah penjeratan pers, pers tak bisa bebas mengemukakan berita, semua berita hanya berbagu kebaikan dan keberhasilam pemerintah, dengan kata lain pers hanya ‘kambing congek’ pemerintah. Benar-benar tak ada kebebasan.

Syukurlah, Gus Dur mengeluarkan pers dari lobang dan jurang keterikatan itu, sejak masanya pers mulai bebas mengeluarkan pendapat dan berita seusai keadaan, tak ada lagi yang ditutupi. Semua tranparan dan pers benar-benar muncul menjadi kekuasnaa kekempat dalam percaturan potilik setelah Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif. Pers juga sebagai penyokong mulut rakyat dan pengawas pemerintah. Luar biasa jasa Gus Dur demi saling keterbukaan antara pemerintah dengan rakyatnya.

Presiden Megawati Sukarno Putri
Inilah anak Soekarno, penerus ayahnya sekaligus penerus perjuangan ibunya Fatmawati dan Kartini sebagai pejuang wanita. Betapa tidak, dialah presiden wanita pertama untuk negara Indonesia yang luas dan beragam ini yang pasti tak mudah untuk memimpinnya.

Lahir pada 23 Januari 1947 di Jogjakarta dan melanjutkan studinya hingga SMA di Cikini kemudian melanjutkan kuliah di Pertanian Universitas Padjajaran dan Psikologi UI.

Sebelumnya ia adalah wakil Presiden untuk Gus Dur dan keberhasilannya di pemilu 2001 mengantarkan ke kursi presiden hingga 2004. Pemerintahan Megawati nyaris mulus tanpa ada penggulingan lagi. Ia memerintah tepat 5 tahun sesuai undang-undang. Sebagai Wanita pertama Indonesia sungguh ini kebanggan wanita Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam perjuangan bahwa wanita tak harus menyerah begitu saja, bahwa wanita juga bisa dan itu telah dibuktikan anak kedua Soekarno ini.

Kecintaanya pada tanamanlah yang juga menorehkan prestasi selama masa jabatannya. Dengan tanaman ia benahi kebun raya Bogor, dengan tanaman juga ia dirikan Kebun Lumut Indonesia yang juga terlangkap didunia. Dan dari tanamanlah ia serap falsadah hidup didunia tentang kesabaran.

Satu hal yang paling saya tangkap dari Megawati adalah, betapa ia ingin mewujudkan bahwa siapapun Presiden Indonesia, apapun yang ia perbuat dan apapun mungkin masalah yang membelitnya, hendaklah itu jadi kebanggan bagi rakyat Indonesia, lihatlah negara-negara diluar sana, betapapun kejamnya seorang Presiden yang pernah memerintah toh ia tetap Presiden, maka ia tetap jadi kebanggan bangsa. Sungguh keinginan Megawati mulia dan entah kenapa hingga saat ini bangsa kita belum memilik rasa bangga pada Presidennya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Inilah Presiden Indonesi yang benar-benar murni dari militer. Dari seluruh riwayat pendidikannya hanya militer dan militer, terang saja kalau kemanapun ia terlihat wibawa dan tegas.

Lahir di kota kecil di Jawa Timur, Pacitan pada 9 September 1949 dan pangkat terakhirnya adalah Jenderal TNI, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era Megawati. Sby dibesarkan Parta Demokrat yang sekaligus mengantarnya ke kursi Presiden.

Saat ini, masih dalam masa pemerintahannya, keberhasilam dalam bidang hukum sangat pantas diacungi jempol. Benar-benar SBY memberanta koruptor dan mengungkap sisi-sisi korupsi, meski keberhasilan ini tak diimbangi dengan keberhasilan di bidang ekonomi tapi tetaplah kebanggan untuk bangsa atas tindakannya yang adil tak pandang bulu dalam ranah hukum.

Iapun dinobatkan sebagai Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik di tahun 2003. Dalam pemilu di 2009 rencananya SBYpun jug tetap ingin bertarung kembali, dalam pemilu tahun depan itupun Mantan Presiden Megawati juga mulai kembali menyusun kekuatan. Entahlah siapa yang kemudian menduduki kursi RI 1, tetap merek semua dalah kebanggan bangsa.

Selain nama yang disebutkan diatas, RI juga pernah dipimpin oleh Syafrudin Prawira Negara pada 1948 hingga 1949 yang pada saat itu beliau menjabat sebagai Ketua Pemerintah Darurat. Juga Asaat Datuk Mudo pada 1949 sampai 1950 dengan jabatan sebagai Pemangku Jabatan Presiden. 

Di posting di deroom pada 8 Juni 2008

2 komentar:

  1. Kunjungan balik . . .

    salam kenal..
    Link sobat juga sudah terpasang di blog saya,
    bs d cek -->
    http://ielmy.wordpress.com/tukaran-link/

    oya link ilmy blog ala fans inter d available link d blog sobat ga bs d buka,tolong d perbaiki . .thank's

    BalasHapus
  2. Link sobat juga sudah terpasang di web blog bisnis.bs d cek -->
    http://ahmedilmy.blogspot.com/p/tukaran-link.html

    BalasHapus