Jumat, 17 Juni 2011

Deskriminasi Terhadap Remaja - Siapa yang lebih nakal? Remaja atau Orang Tua ?

Hay para remaja, ngarasa gak sih selama ini kita selalu didiskriminasi dan selalu jadi kambing hitam dalam banyak hal, tapi cuman satu yang kita bahas disini dan dari satu ini aja udah bisa ngegambarin betapa kita jadi kambing hitam dari orang-orang tua yang gak ngerasa bersalah padahal mereka juga ujung dari kesalahan.

Banyak dalih, kenakalan remaja yang semakin nakal adalah imbas dari teknologi hingga menyangkut-pautkan dengan ketidak bisaan para remaja menyaring budaya mana yang baik dan mana yang buruk. OK, semua benar dan semua OK, semua dalih-dalih kesalahan seakan hanya milik remaja dan sekali lagi remaja, remaja dan remaja yang selalu bersalah dan remaja yang selalu bodoh.

Menurut Dokter Kita kenakalan remaja bisa disebabkan karena :
1.Keluarga Broken Home
Dari sisi ini remaja diindikasikan banyak mengalami perubahan mental yang mendadak. Tahu karena apa? Karena kurang kasih sayang, kasih sayang dari siapa? Tentunya kasih sayang dari otang tuanya. Tapi karena mereka terlalu sibuk sampai melupakan anak dan akhirnya malah pisah, cerai, pegat atau apalah istilahnya. Kali ini remaja bertindak sebagai korban, mohon para orang tua merenung sejenak, karena kesalahan yang Anda buat, remaja jadi korban, dan para orang tua ingatlah, masa depan remaja jauh lebih panjang ketimbang Anda yang sudah terlanjur makan usia.
2.Pendidikan Yang Salah
Nah, gak mungkinkan anak yang masih kecil bau kencur, begitu orang tua bilang, sudah mampu memilah-milih mana yang benar dan salah. Jika orang tua mengajari yang salah, maka salahnya ia dan jika orang tua mengajari yang benar maka benarlah dia, meskipun ini bukan nilai pasti seperti matematika 2+2=4. Semua memang bisa berbalik, tapi konsepnya adalah pada pendidikan yang diberikan orang tua, jika orang tua tak peduli pada pendidikan anak, maka jangan salahkan remaja/anak jika mereka ‘keblinger’.

Cukup dari dua penyebab saja, sudah tentu orang tua sangat berpengaruh, jadi jangan semata-mata salahkan remaja atas kenakalannya, apalagi menghakimi remaja sebagai satu-satunya biang keladi.

Hingga saat inipun masih banyak dan bahkan terlalu banyak ulasan tentang kenakalan remaja. Buku-buku terbitan dengan tema kenakalan remaja dan banyak lagi. Seminar-seminar digelar tentang kenakalan remaja pula, mulai dari tiket gratisan hingga jutaan rupiah, tapi semua materinya sama dan menjemukan, semua hanya menvonis remaja sebagai sosok iblis penghancur bangsa, semua hanya mengulas…ohh ini loh remaja yang nakal..ohh itu loh remaja yang gak bener…semua menyudutkan remaja. Tapi dibalik seminar itu, apakah para orang-orang tua itu sadar akan kenakalan mereka ? apakah para kepala botak itu sadar dengan kemata keranjangan mereka.

Hey, ada asap karena apinya. Remaja yang tak tahu apa-apa dan dalam proses mencari jati diri, satu saja, mereka hanya ikutan apa yang mereka lihat. Kalau remaja pakai narkoba, ya itu memang karena mereka ngeliat hal itu sebelumnya. Remaja free sex, ya karena mereka ngeliat sebelumnya. Terus siapa lagi yang dilihat kalau bukan orang tua ? gak mungkin dong mereka ngeliat setan….ya Ok leha bisa ngeliat seta dan itupun kalau Indigo kale….jadi siapa yang lebih kejam menghancurkan moral remaja ? narkoba, setan, free sex atau orang-orang tua ?

Misalkan free sex sebagai contoh. Gak mungkin remaja Indonesia yang santun dan ramah ini ngenal free sex kalau gak ada orang yang ngasih contoh duluan. Dan lebih mengkhawatirkan lagi, kok kumpul kebo itu loh di eskpose besar-besaran di media, media TV lagi. Tau gak kalau kumpul kebo tuch gak ada bedanya sama free sex. Hah orang tua saja yang berdalih kumpul kebo, pake istilah bahasa lain, padahal gak ada bedanya sama free sex.

Sekarang masalah broken home. Misalnya, Wati, karena gak punya uang dan gak punya orang tua yang bisa diandalkan lagi, terpaksa dia kerja, dengan kemampuan cetek dan otak nyaris kosong gara-gara gak pernah sekolah. Tapi toh perut Wati tetep harus diisi dan disini sembonyan ‘hidup untuk makan’ genap sudah disandang Wati. So jangan melulu salahkan Wati kalau dia duduk dipinngir jalan, nungguin mobil mewah mepet and dibawa kehotel. Tau siapa yang ada didalam mobil ? hampir bisa dipastikan adalah Om-om, nah Om-om itu remaja atau bukan cih? Emang ada yah remaja yang udah Om-om ? ihh gak logis kan…Makanya saya sangat setuju dengan artikel tulisan Dra Rustinah yang dimuat di site UBB (Universitas Bangka Belitung) yang menilik masalah sama, ini kenakalan remaja atau orang tua…kalau saya yang bilang, tuch orang tua lebih nakalan dech ketimbang remajanya.

Dimana sih ada pub, Club, cassino, yang mengkhususkan untuk remaja. Jarang, bahkan gak ada? Tapi udah pada tahu kan tempat-tempat kayak gitu yang selalu dijejali para orang tua….banyak banget, bejibun.

Saya pikir, terlalu munafik kalau kebanyakan orang tua gembar-gembor kenakalan remaja, padahal mereka gak sadar gimana nakalnya kaum mereka sendiri. Justru sekarang bukan lagi saatnya nyalahin remaja lagi, justru ini titik dimana orang tua tegas terhadap anak dan dirinya, memberi contoh yang baik dan bukan hanya ‘asbun’. Kalau pengen anaknya baik, ya baikin dulu diri loe ndiri…jangan nuntut anak gini gitu, tapi elonya ndiri gak sadar diri.

Udah deh, hentikan penyalahan and mengkambing hitamkan remaja. So semua slogan itu musti diganti, bukan lagi kenakalan remaja tapi lebih cocok ‘Kenakalan Orang Tua dan Berimbas Pada Kenakalan Remaja’, biar sekalian orang-orang tua yang ‘nakal’ itu pada sadar, udah bau tanah juga masih blagu. Nyadar gak sih malaikat udah ngasah kuku buat ngecabut nyawa elo-elo pade.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja, dari Anne Ahira :
1.Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini, nah kan ini salah satu buktinya, teladan, contoh yang baik itu yang utama, gak usah pake banyakin seminar yang akhirnya malah ngebuang duit percuma, kalau teladan dari orang tau sudah baik, hasilnya remaja mengidolakan si orang tua bahkan hingga seumur hidupnya,

2.Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama, point pertama bisa dimaksudkan hal terbaik yang bisa dilakukan dan harus dilakukan sekarang, gak ada nanti atau esok, lakukan sekarang, saat ini juga,

3.Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja, termasuk remaja, mereka akan sangat betah tinggal dirumah yang nyaman, nyaman bukan hanya secara fisik tapi juga secara mental, bukan karena rumah mewah harganya milyaran itu disebut nyaman, bahkan nyaman bisa diperoleh disebuah gubuk reot tengah sawah, kenyaman diperoleh dari seluruh anggota keluarga yang selalu terdapat ikatan batin yang kuat dan selalu peduli satu sama lain, utamanya orang tua terhadap anak, 

4.Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul, disinilah saya lumayan setuju dengan ‘pilih-pilih temen’, remaja jangan dibiarin lepas terlalu jauh buat temenan, diluar sana banyak bahaya mengancam dan menyelinap dalam hubungan pertemanan, remaja bisa saja ngelakuin tawuran hanya karena satu alasan, solidaritas pertemanan,

5.Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan, remaja sulit untuk membentuk ini, maka dorongan orang tua memberi kekuatan lebih untuk remaja dapat melakukan langkah ini.

Di posting di deroom pada 20 Januari 2009

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar