Sabtu, 18 Juni 2011

Fenomena Episode 3 : Gajah Mada

Nusantara adalah kekuasaan Majapahit. Ya pernyataan ini bisa dibenarkan karena memang sebagain besar Nusantara (Indonesia sekarang) dulu adalah dibawah bendera Majapahit, sebuah kerajaan luar biasa besar hingga terkenal sehampir penjuru dunia.


Gajah Mada, seorang Mahapatih pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk. Pasangan duet ini semakin gencar memperluas kekuasaan. Satu hal tak kalah penting tentang seorang Gajah Mada adalah sumpah palapanya, sumpah yang menggetarkan hati siapapun yang mendengar, sumpah seorang sakti Gajah Mada untuk tidak bersenang-senang sebelum Nusantara bersatu. Memang peran seorang Raja Hayam Wuruk tak kalah penting, tapi dikala dirinya sendirian belum tentu berhasil menaklukkan Nusantara dan beberapa Negara tetangga. Tapi saat Gajah Mada ada disamping Hayam Wuruk dan berjuang bersama, maka tercapailah cita-cita ini. Bahkan sayapun kurang yakin Hayam Wuruk akan berhasil seorang diri tanpa ada Gajah Mada. Karena toh Hayam Wuruk seorang raja dan ia memberikan titah perintah, tapi tengoklah peran Gajah Mada yang langsung turun ke medan laga, membasmi musuh-musuh dengan tangannya sendiri, memimpin ribuan pasukan, mengadakan perjalanan jauh dan merasakan betapa sakitnya sayatan pedang untuk meraih kemenangan yang gemilang.

Gajah Mada dan Majapahit tidak bisa dipisahkan satu sama lain, tapi Gajah Mada memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat ketimbang Majaphit sendiri, inilah yang membuat saya menulis tentang Gajah Mada terlebih dahulu dari pada tulisan untuk Majaphit dalam rubrik Fenomena ini. Gajah Mada hanya seorang, tapi namanya masih tetap abadi hingga saat ini, termasuk seluruh misteri yang melingkupinya.

Sebagai seorang besar dan pahlawan besar, sudah selayaknya ia mendapat perhatian lebih dari generasi saat ini. Tapi bagaimana bisa tahu lebih banyak tentang Gajah Mada, bukti sejarah sangat kurang hingga makamnya saja dimana tidak ada yang tahu.

Adalah Dyah Pitaloka, putri cantik anak Pangeran Bumisora kerajaan Padjajaran. Hayam Wuruk sang raja majaphit terpikat dengan kecantikannya dan ingin melamarnya, maka ia kirimkan utusan untuk melamar sang pruti pujaan hati, Tapi Raja menolak lamaran Hayam Wuruk karena ia tak mau kerajaannya berada dibawah panji-panji Majapahit, dan inilah salah satu kerajaan kecil yang membangkang tak mau bergabung dengan Majapahit dan memang kerajaan ini meskipun tak begitu besar tapi kuat. Dan rajapun mengajukan syarat pada Hayam Wuruk jika tetap ingin menikahi putrinya,

Hayam Wuruk menerima syarat itu dengan tetap mengakui kedaulatan kekuasaan raja. Inilah dimulai babak awal kehidupan Gajah Mada. Arak-arakan kerajaan yang membawa Dyah Pitaloka sampai diranah Majapahit. Kesmpatan ini tak disia-siakan Gajah Mada, ia cegat rombongan dan menantang raja, jika raja ingin masuk Majapahit maka raja harus menyerahkan kedaulatan kerajaannya dibawah kekuasaan Majapahit. Tentu raja sangat jengkel, raja merasa sangat terhina, mau kembali pulangpun ia sudah kecewa karena sudah memempuh perjalanan sangat panjang dan melelahkan. Maka perangpun tak terelakkan lagi, inilah yang kita kenal dengan perang Bubat terjadi pada tahun 1357. Raja dan permasuri meninggal ditempat, sementara Dyah Pitaloka tak mampu menahan kesedihan karena ayah dan ibunya tewas, maka si cantik inipun menghunuskan keris ayahnya ke perutnya hingga ia pun meninggal di medan perang saat itu juga. Inilah kesalahan paling fatal yang pernah dibuat Gajah Mada seumur hidupnya. Mengetahui hal ini Hayam Wuruk geram bukan kepalang, ia pecat Gajah Mada dari jabatan Mahapatih, sejak itulah tak ada yang tahu dan tak ada satupun kitab sastra yang menceritakan keadaan Gajah Mada. Seakan Gajah Mada hilang ditelan bumi.

Justu dari inilah kemisteriusan Gajah Mada bertahan hingga kini sekaligus namanya. Gajah Mada tak lekang oleh waktu dan semakin waktu berjalan orang semakin penasaran dimana sebenarnya sang Mahapatih ini berada, atau paling tidak makamnya. Mulailah banyak spekulasi Gajah Mada mati di Madakaripura dekat Probolinggo atau di Madagascar dekat Afrika. Memang bisa diterima spekulasi itu karena kerajaan Majaphit pernah memberikan sebidang tanah untuk hadiah pada Gajah Mada dikedua tempat itu.

Setidaknya Gajah Mada memberi nuansa lain dalam sisi sejarah kerajaan dan kehidupan Nusantara. Nusantaran dianggap paling banyak hutang budi pada Majapahit, tapi dalam kontek Majaphit sendiri terjadi missing link untuk Gajah Mada.

Ketenaran Gajah Mada tetap terdengar sampai saat ini. Sungguh luar biasa pengaruh yang ditimbulkan seorang mantan Bekel (penjaga dusun) ini. Makamnya bahkan anak turunnya tak ditemukan, ini bisa berkaitan dengan sumpah seorang Gajah Mada untuk tidak bersenang-senang termasuk menikah, tapi namanya tetap abadi ratusan tahun sejak masa hidupnya. Sungguh perjalanan yang sangat panjang bagi sebuah nama. Untuk mengabadikan namanya dan dedikasinya yang tak ternilai, sebuah Universitas terkemuka di Indonesia bertempat di Jogjakarta di beri nama seusai namanya, Universitas Gajah Mada.

Di posting di deroom pada 9 Maret 2009


0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar