Sabtu, 18 Juni 2011

Fenomena Episode 5 : Si Doel Anak Sekolahan

Akhir-akhir ini tahun 2009 serial Si Doel Anak Sekolahan 1 kembali diputar salah satu stasiun TV Swasta pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Dan entah untuk keberapa kalinya serial ini kembali diputar dan diputar. Meski dengan tampilan dan cerita yang sama persis toh serial ini masih banyak memiliki banyak penggemar fanatik.


Persisnya dibikin pada kisaran tahun 1994 nyatanya masih bertahan hingga saat ini. Bisa dilihat dari tampilan, busana, gaya hidup dan keadaan lingkungan sekejap bisa mengingatkan kita pada keadaan kala lebih dari 10 tahun yang lalu. Dimana Jakarta belum serusak sekarang dan betapa alam masih akrab dengan kehidupan sehari-hari. Juga norma-norma masyarakat yang sangat dijunjung kesuciannya. Demikian jauh dengan keadaan sekarang.

Serial Si Doel Anak Sekolahan masuk alam fenomena berdampingan dengan tokoh
bahkan tempat fenomenal lain, karena serial ini adalah serial tersukses dalam sejarah pertelevisian negeri ini. Bahkan sayapun belum menemukan padanan untuk sukses yang diraih Si Doel, saking suksesnya, Rano Karno yang berperan sebagai Doel sekaligus Sutradara malah lebih akrab dipanggil Bang Doel. Jelas-jelas pengaruh serial ini mengakar jauh dalam benak masyarakat. Lihat saja Mandra, Nunung, Basuki (alm) dan beberapa artis pendukung hingga C. Agatha dan Maudi Koenaidi pun ikut numpang tenar dengan tenarnya serial ini.

Selain beberapa alasan di atas, serial ini sangat pantas masuk dalam Fenomena karena memang dalam usianya yang melebihi 10 tahun masih tetap laku. Dibanding dengan serial/sinetron bahkan film besutan zaman sekrang yang hanya berumur bulan bahkan hari. Hari ini keluar, tayang perdana eh besok dah dilupakan orang. Maklum saja memang tayangan-tayangan itu sangat tidak mengandung unsur pendidikan. Dan bisa juga unsur pendidikan inilah yang membuat Si Doel tetap bertahan oleh hempasan zaman. Ngomong-ngomong soal pendidikan, jadi keinget sama Laskar Pelangi…so apakah Laskar Pelangi juga pantas masuk dalam Fenomena…yups kita tunggu saja, seberapa ia bertahan dan memberi pangaruh pada masyarakat.

Memang sih banyak yang bilang kesuksesan film ini diiringi dengan banyak makan tumbal. Tapi jauh memikirkan sisi mistik atau tidak, bagi saya meninggalnya beberapa pemain pendukung memang sudah suratan takdir. Kalau memang sudah waktunya meninggal maka meninggalah manusia. Sangat disayangkan kenapa masyarakat kita selalu berpikir pada arah sisi negatif dan inilah yang kemudian menjadi kebiasaan masyarakat kita selalu menganalisa kejadian dengan mengutamakan sisi negatif. Berikut data dari beberapa pemain dengan suratan takdir meninggal pada saat syuting Si Doel belum selesai :


  • Benyamin S, dikenal sebagai Maestro Seniman Betawi, ia berperan sebagai Babe, ayah Si Doel yang teramat bangga karena anaknya berhasil lulus jadi Insinyur (Tukang Insinyur) yang padahal dirinya hanyalah supir oplet kuno dan calo tanah, meninggal pada 5 September 1995 ketika bermain sepak bola dibelakang pusat perfilman Ismail Marzuki,
  • Pak Tile, yang juga berperan sebagai Pak Tile, engkong/ kakek Si Deol yang dulunya kaya raya, paling kaya sekampung, ayah Mak Nyak dan Mandra,
  • Tino Karno, berperan sebagai paman Doel yang berwatak agak sombong karena memang kaya dan sukses,
  • Ami Priyono, ayah Sarah, calon mertua Doel, Ami Priyono meninggal seusai menyelesaikan sinetro Serpihan Mutiara Retak yang diputar pada pertengahan tahun 1990-an dengan Ayu Azhari sebagai pemeran utamanya,
  • Pak Bendot, mantan mertua Mas Karyo (Alm Basuki), dalam cerita Si Doel Pak Bendot merantau dari Jogja (Jawa ) ke Jakarta untuk merncari kerja tapi akhirnya gak betah, sakit sakitan karena tak menemukan habitatnya seperti bertani dan berternak di desa,

Terakhir serial Si Doel tayang pada 2001, tentunya dengan kehilangan beberapa pemainnya. Seperti yang kita tahu pada tahun-tahun itu pastilah para pemain yang dulu masih ‘lowong’ sekarang jadi terkenal karena Si Doel 1, rasanya lebih sulit dihibungi karena kesibukan dan ketenaran mereka masing-masing. Mandra mulai asyik dengan ‘MandraGatanye’ dan Tarzan Betawi, belum lagi C. Agatha yang mulai menginjak layar lebar dan theater. Praktis hanya Doel dan Mak Nyak yang benar-benar fokus pada pembuatan sesion terakhir Si Doel ini.

Kembali ditayangkan atau tidak dan terlepas dari semua kisah mistik maupun tumbal dan segala kelambu negatif dalam pembuatan serial ini. Intinya sampai saat ini belum ada satupun serial yang berhasil mengalahkan pamor Si Doel Anak Sekolahan dan hingga saat inipun belum ada yang mampu menandingi ketenaran serial ini yang bahkan diputar hingga negeri Belanda.
Foto Koleksi dari Pangeran229.

Di posting di deroom pada  26 April 2009.

1 komentar: