Sabtu, 18 Juni 2011

Fenomena Episode 6 : Soekarno

Presiden pertama negeri sebesar Indonesia. Ia dijuliku Ratu Adil, Putra Fajar hingga Arsitek Bangsa. Memang karisma sang proklamator ini tak lekang oleh waktu dan tetap bersinar meski ratusan tahun sejak meninggalnya. Juga penganutnyapun tak akan hilang oleh waktu, karena memang tokoh ini punya ruang tersendiri di hati rakyatnya.


Bahkan hingga saat inipun kematiannya masih menjadi misteri dan yang sangat disayangkan justru kemisteriusan kematian tokoh ini malah dijadikan senjata saling tuding dan tusuk oleh para elit politik untuk menjatuhkan lawan-lawan, bukankah seharusnya ini jadi pelajaran dan harus segera diungkap kebenarannya?. Peristiwa meninggalnya Soekarno sempat menggamparkan dunia dan membuat dunia menangis pada awal tahun 1970-an.

Soekarno terlahir dari pasangan Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Idaju. Dalam tata masyarakat Jawa ayah Soekarno adalah keturunan bangsawan, bisa dilihat dari gelar Raden di awal namanya yang berarti tuan dan memang ia adalah keturunan Raja Kadiri yang sekarang tumbuh jadi kota Kediri. Sedangkan ibu, Idaju adalah keturunan Bali dari kasta Brahmana, Paman Idaju adalah Raja terakhir Singaraja. Dari kedua keturunan bangsawan inilah pada 6 Juni 1901 lahir seorang bayi lelaki yang kelak jadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia pada abad 20. Siapa sangka, saat membaca buku itupun (100 tokoh paling berpengaruh di abad 20) ternyata hanya 1 dari Indonesia, ialah Soekarno, tapi itu lebih baik ketimbang tidak ada sama sekali.

Pengaruh Soekarno tak bisa dipungkiri lagi. Bahkan kebesaran namanya sudah dimulai semenjak masa-masa awal perjuangannya bersama PNI, partai yang ia dirikan. Saat memegang tahta presidenpun Soekarno tetap teguh memegang prinsipnya untuk berdiri di atas kaki sendiri dan terang-terangan menyindir Amerika dan negara-negara kapitalis lainnya dengan “Go to hell with your aid.”

Masa pemerintahan Soekarno yang memang mangawali negeri ini untuk mengatur rumah tangga sendiri memang bukan perkara gampang. Demikian banyak pemberontakan dan upaya penggulingan kekuasaan Soekarno, bahkan dari orang-orang terdekatnya. Yang paling fenomenal adalah peristiwa G30S PKI yang juga menyeret nama Soekarno sebagai pendukung PKI. Dalam masalah apakah Soekarno memang pendukung PKI atau tidak, belum ditemukan bukti sejarah otentik hingga saat ini, atau hanya propaganda untuk menjatuhkan nama Soekarno. Karena ulah propaganda ini, Soekarno dipenjara rumah, saat itulah beliau sakit dan usut punya usut hingga keluarga terdekatpun tidak diperkenankan menjenguk, kalaupun ingin menjenguk harus dengan prosedur yang luar biasa ketat dan susahnya minta ampun, harus ijin ke markas tentara segala macam. Aneh, ini mau perang apa mau jenguk orang sakit pake lapor pak tentara segala. Konon keluarga terdekatnyapun tak boleh melihat jenazah kala sang Proklamator ini meninggal. Banyaknya kenangan pahit selama muda, berjuang, dipenjara, diasingkan, rupanya urusan PKI inilah yang paling tragis bahkan hingga kematian menjemput.

Nyatanya, seberapa besarpun aroma negatif yang dihembuskan pada Proklamator ini, tetap saja gak ngaruh. Namanya tetap harum dan memiliki tahta tersendiri di hati rakyatnya. Makamnya yang ada di Blitar sekaligus tempat lahirnya, hingga detik inipun tak pernah sepi oleh pesiarah yang mendoakannya. Sungguh pengaruhnya laur biasa melebih jangkauan dekade dan jangkauan batas-batas geografis. Pemimpin-pemimpin bangsa mana yang tak kenal siapa Soekarno ?

Selama masa menjabat sebagai Presiden 1945 – 1959 paling tidak Soekarno berpidato sebanyak 103 kali. Inilah yang juga memberi andil dirinya disebut Orator Ulung, termasuk salah satunya pidato pada rapat raksasa dilapangan Ikada. Pidatonya yang palinh terkenal dan adalah Nawaksara ketika ia menyampaikan laporan pertanggung jawaban dan ditolak MPRS pada tahun 1967. Tentu semua pidato disampaikan sebelum peristiwa G30S PKI. Peristiwa paling laknat yang menyertai sejarah perjalanan Indonesia. Buntut peritiwa ini hingga mencapai daerah pedalaman dimana anak-anak kecil tak berani lagi keluar rumah sehabis magrib karena sungai dibelakang rumah mereka berbau anyir dan berubah warna jadi merah darah. Terang saja, dihulu sungai diadakan pembersihan PKI dengan memenggal kepala mereka satu persatu. Mereka berbaris berjajar, tipuan peluit tak beda dengan sentuhan tangan malaikat maut. Satu persatu pula kepala terpisah dengan badan dan jatuhlah kesungai tanpa arti.

Nama Soekarno senantiasa mewarnai kehidupan berbangsa di negeri ini. Mulai dari pedagang asongan menjual poster-poster Bung Karno yang gagah dan karismatik, hingga elit politik yang menumpang nama Soekarno untuk kampanye dan numpang nama biar tenar. Pada intinya Soekarno benar-benar tokoh yang tak pernah terhapus oleh waktu. Pengaruhnya luar biasa mengakar pada hati nurani rakyat Indonesia turun temurun. Dari mulut ke mulut orang tua ke anak dan cucu, demikian seterusnya. Soekarno, orang tercerdas yang pernah dimiliki Indonesia.

Di posting di deroom pada 29 April 2009.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar