Sabtu, 18 Juni 2011

Fenomena Episode 7 : Global Warming

Global Warming, bukan kata yang asing lagi semenjak hampir seluruh negara didunia dipusingkan dengan urusan ini dan semua orang didunia dibikin khawatir dengan kelangsungan hidup bumi dan umat manusia. Sepertinya Global Warming digadang-gadang sebagai kiamat yang bisa diprediksi.
Sebenarnya issue Global Warming sudah mulai bergaungkan sejak tahun 1979 dengan mulai mencairnya es di kutub yang semakin lama semakin meluas hingga lapisan es abadi pun ikut mencair. Jadi sudahlah sekarang tak ada lagi lapisan es abadi yang sebenarnya sebagai penyeimbang suhu dimuka bumi. Dan mulai bisa anda rasakan suhu disekitar anda jauh lebih panas ketimbang 10 tahun lalu.

Effect rumah kaca juga dituding sebagai penyebab utama Global Warming yang sampai saat ini masih pelik. Negara-negara berkembang menuduh negara maju sebagai biang atas pencemaran udara dan bikin effect rumah kaca jadi makin gak karuan oleh emisi gas buang mereka. Sementara negara maju sendiri malah gak karuan mendesak negara-negara berkembang untuk menanam pohon dan reboisasi hutan sebanyak-banyaknya dengan kata lain negara berkembang adalah pencuci dosa dari ulah negara maju. Sayang sekali justru masalah yang sangat perlu penanganan sangat cepat dan mendesak ini masih saja ditumpangi urusan politik, apakah kemusnahan umat manusia sebagai salah satu tujuan politik ? jika memang demikian iblislah dia.

Masalah Global Warming sudah mencapai puncaknya. Perubahan iklim terjadi sangat ekstrim, dan mulai banyak pujangga yang menuduh alam tak mau lagi bersahabat dengan manusia. Tapi kenapa tak membaliknya dengan manusia jahat terhadap alam dan memang demikianlah dan akibatnya Global Warming seperti sekarang yang tak bisa dihadapi dengan sekejap waktu bagai berkirim e-mail dari India ke Amerika yang hanya beberapa detik.

Pada tahun 2007 dari laporan PBB sembilan dari sepuluh bencana terburuk adalah akibat perubahan iklim. Sementara hutan hujan di Amazon 70% sudah ditebang untuk alasan membuka peternakan. Padahal daging adalah penyumbang paling dominan untuk Global Warming selain emisi gas buang. Semakin meningkatnya pemanasan Global dibarengi dengan meningkatnya konsumsi daging oleh manusia. Memang serasa tak mungkin sebongkah makanan lezat dan menggiurkan ini mampu mengguncang dunia. Lihat kenyataan berikut, peternakan membutuhkan lahan yang tidak sempit dan untuk membuka lahan peternakan maka hutan jadi sasaran digunduli. Otomatis pohon dan penyaring udara didunia berkurang. Belum dengan kotoran hasil sisa ternak. OK memang bisa diuraikan oleh proses alamiah, tapi apakah bisa diuraikan semuanya dengan total dan sempurna ? Jawabnya tidak dan yang terurai itulah yang kemudian menjelma sebagai gas metana yang 300 kali lebih berbahaya ketimbang CO2 yang konon manusia menghirupnyapun bisa lemas dan pingsan. Sementara es dikutub semakin banyak mencair dan data NASA menjelaskan es dikutub utara mencapai 23% level terendah yang dibutuhkan Bumi sedangkan catatan kapal merangkum es dilokasi yang sama menurun 50 % dari tahun 1950. Tahun 2007 sekaligus sebagai tahun pemecah rekor dengan jumlah es mencapai grafik titik minimum, lalu bagaimana dengan tahun 2008 dan 2009 yang padahalah es terus mengalami pencairan ?.

Selain itu daging hampir selalu diproduksi dalam skala besar dan tidak habis dalam sekali konsumsi. Sisanya diawetkan dengan kemasan baik plastik ataupun aluminium yang toh nantinya juga jadi sampah dan bakteri perlu waktu setidaknya 150 tahun untuk menguraikan sampah itu. Semua ini belum ditambah dengan jejak emisi gas buang kendaraan yang ditumpangi daging untuk didistribusikan ketempat lain.

Setidaknya belum terlambat untuk menyelamatkan bumi. Memang saat ini Bumi dan kita yang menghuni bumi sudah mencapai titik kritis, titik puncak, tapi belum mencapai titik anti balik. Dengan demikian masih ada kesempatan untuk kita berbalik mundur ke bumi kita yang ramah dengan melakukan banyak hal yang sangat bisa kita lakukan. Tengoklah diri sendiri untuk melakukan sebelum berkampanye dihadapan publik. Sesuatu sekecil apapun akan sangat berharga dengan kita lakukan pada diri sendiri terlebih dahulu.

Imaga koleksi dari GreenPeace
Di posting di deroom pada 10 Mei 2009.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar