Selasa, 14 Juni 2011

Kenapa Pesawat Kita Jatuh Melulu

Giliran Sriwijaya air tertimpa musibah dan sekaligus giliran maskapai itu harus kambali beurusan dengan KNKT yang konon jadi momok bagi pengusaha transportasi.

Pasti selalu mengingatkan kita pada kecelakaan peawat nahas awal tahun ini dengan melibatkan nama Adam Air. Itu jugalah yang kemudian membuka memory saya, disaat waktu saya masih kecil dan hidup di desa. Dengan TV kecil hitam-putih. Saya dan keluarga menggelar tikar dan menonton TV beramai-ramai. Hanya bisa satu Stasiun TV waktu itu, apalagi kalau bukan TVRI, dan setiap berita menyiarkan tentang kecelakaan pesawat di pulau sumatra. Sebuah Pesawat jatuh dan terperok ke jurang curam, semua penumpang tak ada yang selamat. bahkan kotak hitam ditemukan jauh lokasi.Beruntung kotak hitam segera ditemukan, meskipun saat kondisi pesawat hancur berkeping-keping tak berbentuk lagi, dan korbannyapun hantya ditemukan potongan-potongan tubuhnya.

Bukan semata miris, tapi begitu memprihatinkan. Saya sendiri yang hingga saat ini belum pernah sekalipun naik pesawat. malah jadi takut naik pesawat gara-gara banyakinya kecelakaan. Terhitung mulai dari jatuhnya Adam Ari di perairan, terpelesetnya LION Air di Solo, entah kenapa, maskapai lain mungkin juga iri dengan kejadian itu sehingga nama-nama merekapun menambah daftar panjang kecelakaan pesawat. Tak terkecuali dengan GIA yang merupakan milik pemerintah malah terbajkar di Jogja dan sidang terhadap pilot masih berjalan hingga sekarang.

Sangat saya sayangkan, adalah kenapa KNKT selalu menampakkanm taringnya saat kecelakaan sudah terjadi. Setelah nampak baru kemudian dengan berbagai jurusnya mulai dari penyelidikan hingga ancaman sanksi pembekuan maskapai. Apakah KNKT belum bisa belajar dari pengalaman terdahulu. Setidaknya dengan pengalaman yang sudah sedemikin pedih dan sudah sekian banyak darah yang mengalir sia-sia, seharuany KNKT juda dapat berkaca dengan dirinya sendiri, bukan melulu menudngkan jari pada maskapai.

Mungkin bisa menjadi usulan. KNKT dapat lebih emmperketat kinerjanya, terutama pada kondisi pesawat. Jika memang pesawat tidak layak terbang ya sudah jangan diterbangkan, itu sudah harga mati, jangan ada tawar menawar lagi. Ingat, nyawa manusia bukan seperti cabe di pasar yang siapapun bisa menawarya. Nah kalaui sudah terjadi begini, lagi-lagi maskapai yang disalahkan. Sekali lagi, KNKT jangan hanya menampakkan wajah kalau kecelakaan sudah terjadi. Dari dulu sampai sekarang saya amati, selalu dan selalu saja KNKT cuap-cuap kalau sudah terjadi malapetaka, lalu dimana ketika belum terjadi mala petaka...setidaknya semua malapetaka dapat ditekan baghkan dicegah.

Demikin juga dengan pihak maskapai. Keselematan adalagh priorotas, jika keselamatan sudah diakui dana diterima masyarakat, pasti mereka berbondong-bondong memilih maskapai itu. Dengan demikian keuntungan datang dengan sendirinya. Tapi maskapai kita masih terjerat dengan prinsip keuntungan nomor wahid.

Ya, mau gimana lagi, semua sudah terjadi....kini langkah kita lebih berhati-hati, juga maskapai dan KNKT yang lebih meningkatkan kinerja.

Diposting di deroom pada 29 Agustus 2008

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar