Sabtu, 18 Juni 2011

Legenda Episode 2 : Sri Kandi

Sri Kandi. Siapa tak kenal tokoh ini. Di Indonesia bahkan belahan bumi lain, hingga saat ini nama Sri Kandi tak lekang oleh waktu dan merekapun yang senantiasa menggaungkan nama inipun juga tak tahu pasti apakah Sri Kandi benar-benar pernah menginjakkan kakinya di muka bumi ini atau hanya terangkum dalam kisah roman Mahabharata.


Pejuang-pejuang wanita Indonesia, selalu dikaitkan dengan gelar mereka sebagai Sri Kandi masa kini. Bukan hanya untuk para wanita di militer, tapi juga mereka pejuang wanita kancah politik, agama, pendidikan hingga bisnis. Tak salah memang gelar dan pamor Sri Kandi disandangkan pada mereka. Toh memang seorang Sri Kandi sendiri adalah sosok wanita pejuang gagah berani, meskipun ia wanita tapi keberaniannya masuk dalam karumunan pasukan musuh dan menantang seorang ksatria tanpa tanding.

Masih terangkum dalam Mahabhrata. Amba, Ambika dan Ambalika adalah 3 perempuan cantik bersaudara. Dalam sebuah sandiwara oleh ayah mereka, Bhisma yang seorang ksatria tak terkalahkan memenangkan ketiganya dan memberikan pada adiknya. Ini dilakukan karena Bhisma sudah bersumpah menjalani hidup dengan meninggalkan kesenangan dunia. Tetapi Amba sudah memiliki tambatan hati lain sehingga ia membujuk Bhisma untuk membebaskannya dan tidak menikahkannya dengan adiknya. Permintaan itu direstui dan Amba kembali pada pujaan hatinya. Sementara kedua adiknya, Ambika dan Ambalika dinikahkan dan inilah yang kelak malahirkan benih-benih Pandawa dan Kurawa. Sementara Amba didera nasib malang, ia tak lagi diterima oleh pujaan hatinya dan iapun mengelana kesana kemari. Amba menaruh dendam pada Bhisma dan menjalani tapa berat. Permintannya hanya satu, yaitu ia ingin di inkarnasi berikutnya terlahir sebagai orang yang mampu membunuh Bhisma. Inilah yang kemudian berinkarnasi sebagai SriKandi .Bersama Arjuna ia berhasil memenuhi tugas Inkarnasinya sebagai pembunuh ksatira sakti dan suci semacam Bhisma.

Dari kisah inilah terilhami batapa Sri Kandi adalah wanita sakti. Cekatan dan sangat pandai olah senjata. Di medan Kurusetra, dengan ribuan pasukan musuh yang bertabur ksatrai ganas dan sakti semacam Bhisma, Durna dan Duryudana. Sri Kandi berhasil bertahan dan sampai perang usai di hari ke-14pun ia berhasil mempertahankan hidup. Sungguh luar biasa wanita seperti ini. Bahkan di medan Kurusetra itupun seorang ksatria muda Gatotkaca juga tewas, hingga Irawan yang mampu terbangpun tewas. Tapi tidak dengan Sri Kandi, bersama saisnya (penarik kereta perang) ia terus menggempur pasukan musuh, maju ketengah medan laga, melesatkan anak panahnya, ia tunjukan pada dunia meskipun wanita ia tak dapat dianggap remeh. Kono para dewapun menyaksikan dan menaburkan bunga-bunga di medan Kurusetra.

Lepas dari kebusukan atas strategi licik, Arjuna dan Sri Kandi dalam membunuh Bhisma, juga lepas dari niat inkarnsi Sri Kandi sebagai pembunuh. Tetap Sri Kandi banyak dikagumi karena aksi perwiranya atas dirinya yang wanita. Wanita yang kuat dimedan perang selevel Bharatayuda. Perang Bharatayuda saat itu pasukan yang dihadapi kubu Sri Kandi adalah pasukan Kurawa. Pasukan Kurawa terdiri atas 21 divisi dan setiap divisi beranggotakan 27.000 lebih prajurit. Belum termasuk para ksatria sakti tersohor dari berbagai penjuru negeri yang berkoalisi dengan Kurawa. Sedangkan kubu Sri Kandi dan Pandawa hanya terdiri dari 11 divisi. Dari jumlah jelas pasukan Pandawa kalah telak. Tapi seorang Sri Kandi tak gentar sedikitpun, sejak perang mulai hari pertama, ia maju menantang siapapun yang ia temui, hingga hari terakhir aksi perwira Sri Kandi selalu memukau.

Maka tak heran jika namanya tetap abadi hingga detik ini. Atas aksi perwiranya yang tentu sangat sulit dilakukan wanita lain. Para wanita macam inilah yang saat ini cocok menyandang gelar Sri Kandi masa kini. Suatu perjuangan yang sulit dilakukan oleh wanita kebanyakan, tapi mereka, para ‘wanita sakti’ itu, tetap pada pendirian dan perjuangannya tanpa kenal lelah, tanpa kenal cela dan hina. Mereka tetap maju melangkah mantap dengan pasti, maju menatap masa depan atas cita-citanya, bagai kereta Sri Kandi menerjang ribuan pasukan Kurawa.

Gambar Srikandi dalam wujud wayang kulit dari wikipedia.

Di posting di deroom pada 9 Maret 2009.

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar