Sabtu, 18 Juni 2011

Legenda Episode 4 : Resi Agastya

Adalah seorang Resi yang sangat disegani, kesaktiannya tak diragukan lagi dan atas laku tapa bratanya ia berhasil memperoleh kesaktian hidup. Tak tanggung-tanggung namanya terangkum dalam dua roman epik kuno nan sangat terkenal. Mahabharata dan Ramayana. Kesamaan dikedua roman ini adalah menyebutkan seorang Resi Agastya sebagai resi yang masyur dan tak diragukan lagi kehebatannya.
Pengaruh seorang Resi Agastya tak hanya mendominasi India sebagai saksi lahirnya kitab sastra kuno Mahabharata dan Ramayana. Tapi Resi Agastya berhasil menjamah tanah Jawa. Bukan hanya ia tampil sebagai tokoh pewayangan, tapi ia berhasil merasuk masuk dalam seni kehidupan masyarakat Jawa dan seluruh masyarakat Hindu dimanapun berada. Bukan hanya dalam jangak hitungan satu dua tahun, tapi melintasi lingkaran abad.

Lihatlah sebuah candi. Pasti disisi selatan candi diletakkan arca Resi Agastya sementara di sebelah Utara adalah arca Dewi Parvati istri Syiwa. Tokoh Ramayana atau Mahabharata mana yang ada dicandi selain Resi Agastya ? Tidak ada, hanya dirinya. Dan dari inilah kita bisa simpulkan bahwa dirinya disejajarkan dengan Mahadewa selevel Syiwa.

Dedikasinya memang tak sembarangan. Dari kisah Mahabharata diceritakan juga para Pandawa dan sahabat sempat minta berkat pada Resi ini sebelum perang. Sedangkan dalam Ramayana disinggung juga Rama begitu mengikuti ajaran seorang Resi Agastya untuk memperolah kemenangan dan kemuliaan hidup.

Sedangkan di tanah Jawa sendiri, Resi Agastya dikenal sebagai sosok cedekia yang bijak. Ia menjadi contoh tindak tanduk dalam masyarakat dan memberi pengajaran tantang dharma (kebenaran).

Kekaguman terutama terletak pada seorang Resi Agastya yang berhasil membentuk pola pikir pengikutnya untuk berlaku dharma. Ajaran yang ia sampaikan bertahan hingga saat ini tercatat sejak berabad-abad lalu. Memang ia masih kalah tinggat dibanding dengan Mahadewa seperti Parvati atau Ganesha. Tapi justru itulah yang memberinya keunikan, ia seorang manusia yang disejajarkan dengan mereka para Mahadewa. Memang inilah yang belum terungkap, tapi yang pasti dedikasinya sangat besar hingga siapapun yang mengunjungi candi peninggalan Hindu pasti ia lihat arca Resi Agastya berdiri gagah menghadap selatan. Mungkin karena arca-arca dirinya inilah yang juga mendorong namanya tetap abadi hingga saat ini.

Ajaran dharma bisa terus belangsung. Tapi apakah hanya dengan kisah kepahlawan ? memang tak menutup kemungkinan. Tapi peran Resi Agastya adalah memberi bentuk lain dan memberi bukti bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma. Jadi secara tidak seronok Resi Agastya mengkritik bahwa dharma bukan hanya milik kaum ksatria, bukan hanya milik pahalawan atau raja-raja dan para pangerannya, tapi milik semua dan semua bisa mempelajari.

Di posting di deroom pada 10 Maret 2009.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar