Minggu, 19 Juni 2011

Legenda Episode 9 : Naga, Sebuah Kehidupan Ditengah Misteri

Naga, siapa gak kenal. Bukan artis dan juga bukan pemain sepak bola memang, tapi tak dipungkiri lagi, ketenarannya di dunia ini melebihi Gengis Khan sang penguasa separuh dunia, bahkan Naga mewarnai kehidupan manusia dari abad ke abad dan ia terus hidup dalam kubangan tegnologi serba modern seperti sekarang ini.

Tak ada yang tahu persis dimana Naga tinggal, juga tak ada yang tahu persis sejak kapan dia muncul. Tapi yang pasti naga adalah binatang paling fenomenal yang pernah ada, karena hingga sekarang bukti ilmiah masih memperdebatkan tentang keberadaanya dimasa lalu atau mungkin masa sekarang. Naga sebagai sesosok ular, adalah mitologi Cina, dan Naga adalah sesosok binatang seperti ular bermahkota dikepalanya, kata orang Jawa, dan boleh juga dunk saya bilang Naga adalah seperti tokek raksasa dengan dua sayap lebar mirip burung dan bisa terbang.

Banyak sekali jurnal-jurnal ilmiah bahkan film-film fiksi ilmiah membahas tentang naga, kesemuanya dengan ciri khas masing-masing dan tentunya sesuai dengan bukti-bukti yang ada pada mereka, tapi setiap menikmati film-film atau tayangan itu apakah anda sadar bahwa naga yang disajikan berikut perilakunya selalu berbeda ? Contoh kecil, kalau Anda tinggal di Jawa utamanya Jawa Tengah, lihatnya peralatan gemelan yang selalu berukir naga dengan mahkota dikepalanya dan saling memblakangi namun ekornya bertemu, dan cobalah amati perkakas orang Cina yang berwarna merah dengan hiasan Naga berkuku, dapat terbang dan menyemburkan api, tapi lihatlah juga naga-naga dari Eropa yang punya sayap lebar hampir mirip burung. Semua berbeda, ternyata perbedaan tentang asumsi naga ini adalah pengaruh yang sangat kuat dari kebudayaan masing-masing tempat. Uhm…inilah yang semakin menarik dari binatang naga, tak ada yang pernah tahu apakah dia pernah hidup dimuka bumi ini, tapi terlalu banyak orang dibumi ini yang mengagungkan naga, menyembah naga dan mengagumi kekuatan naga. Sadar atau tidak justru naga sangat lekat dan dekat dengan kehidupan kita ketimbang sebuah buku pelajaran, buktinya kemanapun kita pergi belum tentu ketemu ama buku teks pelajaran, tapi yakinlah anda pasti bertemu dengan naga dalam berbagai penampakannya, baik digambar, poster, pernak-pernik hingga dunia spiritual.

Ilmu pengetahuan modern rupanya juga tak mau ketinggalam mengungkap tentang naga, termasuk pertanyaan paling sederhana, apakah dia pernah hidup di muka bumi ini ? dan kenapa manusia selama berabad-abad memujanya sebagai binatang suci, kuat dan tentunya keramat ?

Tahun 1996, para ilmuwan menemukan sebuah fosil binatang purba di Desa Guanling, Kota Anshum Cina. Penemuan ini sempat menggemparkan dunia karena klaim fosil tersebut adalah naga, binatang yang selama ini selalu jadi misteri seluruh manusia di bumi. Dan memang penemuan tersebut sedikit banyak membuka tabir keraguan atas naga, namun pasti ada pihak yang percaya dan tidak bahwa itu fosil naga. Hasil penemuan fosil tersebut dipamerkan Xinwei Ancient Life Fossils Museum pada 2007. Dan penemuan tersebut rupanya semakin menyulut semangat para ilmuwan untuk menggali lebih jauh tempat-tempat yang diyakini pernah sebagai hunian naga, dan berharap tabir tentang naga ini terbuka. Alhasil penggalian pada 22 Januari 2007 berhasil kembali menemukan fosil serupa di Cina barat daya. Tidak hanya di Cina, tapi penelitian dan penemuan tentang fosil yang dipecayai sebagai naga juga terjadi di Kolombia, tentu saja dengan versi yang berbeda. Para ahli di Cina menyakini fosil ular berkaki empat itu adalah naga, sementara para ahli di Kolumbia menyakini fosil ular purba (secara fisik seperti ular-ular zaman sekarang) yang mereka temukan juga adalah naga. Ditengah kemisteriusannyapun naga masih banyak menutup diri tentang siapa dirinya. Dan tetap seperti sebuah tarian tradisonal yang berbeda ditiap lokasi budaya.

Baru-baru ini tersiar kabar tentang kemunculan naga di Pulau Kalimantan. Tepatnya di Sungai Baleh, Sibu, Malaysia. Seekor ular sangat besar yang lagi asik berenang tertangkap kamera, diperkirakan panjangnya 33 meter. Para ilmuwan masih belum memberi kesimpulan pasti apakah itu naga beneran atau hanya ular biasa atau bahkan sebuah rekaan gambar, tapi bagaimanapun juga gambar ular meluik-liuk itu bukan gambar kudanil.

Sedikit banyak memang bisa dibenarkan dugaan itu adalah naga, ini berkaitan dengan kebudayaan dan kepercayaan yang beredar di pendudukn sekitar sungai tersebut. Perlu diketahui sungai Baleh adalah urat nadi perdagangan dan tranportasi bagi masyarakat sekitar, karena itulah kabar ini sempat bikin heboh karena masyarakat sekitar ketekutan untuk beraktifitas sehari-hari, takut kalo pas lagi lewat sungai tiba-tiba si naga nongol. Maklumlah mereka sangat lekat dengan legenda Nabau, julukan untuk ular mistik dengan panjang mencapai 80 meter. Konon kabarnya siapapun yang bertemu atau melihat Nabau langsung dengan mata kepala akan dapat kekuatan yang sangat besar. Dan ternyata alampun seraya mengijinkan legenda ini hidup dimasyarakat itu turun temurun kegenerasi berikutnya, hutan tropis yang lebat dengan iklim kondusif dan lembab adalah tempat perkembabiakan paling bagus dan rumah paling nyaman untuk ular. Makanya jangan maklum suatu ketika kalau jalan-jalan dihutan itu akan banyak menemui ular-ular besar.

Dari penemuan tersebut sekaligus mengukuhkan pulau Kalimantan sebagai sarang ular terbesar kedua setelah hutan Amazon. Dari habitat ular inilah kemudian di asumsikan sekaligus sebagai sarang naga, termasuk Anaconda. Jika memang kalimantan sebagai sarang naga, kenapa justru fosil naga tak pernah ditemukan disana ?

Hingga saat inipun naga masih jadi perdebatan unik, antara ada dan tiada, antara kenyataan dan misteri, antara binatang dan dewa juga antara kepercayaan spirutual dan ilmiah. Tapi kecurigaan mulai muncul kenapa orang bahkan peradaban dimanapun yang mengenal naga selalu menempatkan naga disisi yang baik dan tinggi, hal apa yang pernah dilakukan naga pada manusia, apakah itu kebaikan dan dikenang hingga sekarang ?

Bukan hanya Cina dan Jawa yang mengenal naga, banyak bangsa lain dan dengan sebutan masing-masing Cina disebut Long, berbentuk ular dengan empat kaki yang berkuku, Vietnam disebut Rong, Jepang disebut Ryu, memiliki tiga kuku tajam, Korea disebut Yong ( naga langit) , Yo (naga laut) dan Kyo (naga gunung), Siberian disebut Yilbegan, India dikenali Vyalee dan banyak diukir di kuil di Selatan India. Germanic dan Scandinavian disebut Lindworm, berbentuk ular besar yang berkaki dua. Wales disebut Y Ddraig Goch, naga merah yang tertera pada bendera negeri itu. Hungarian disebut Zomok, berbentuk ular yang tinggal dalam paya dan sering memangsa biri-biri. Sárkánykígyó, berbentuk ular berkepak. Sárkány, naga berbentuk manusia yang memiliki banyak kepala. Slavic : disebut Zmey, Zmiy dan Zmaj , menyerupai naga Eropa tetapi memiliki banyak kepala , dapat menyemburkan api.

Ada dua legenda tentang naga yang bagi saya sangat berpengaruh dan lekat dengan kehidupan, dari sisi spiritual maupun bermasyarakat.

Pertama :
adalah legenda Naga yang melindungi gunung Merapi. Dikisahkan Naga tersebut bertapa dan ia semakin tumbuh besar, hingga suatu ketika ia akan dapat melingkari seluruh gunung Merapi dengan tubuhnya, tapi saat lidahnya menjulur dan sedikit lagi sampai menyentuh ekornya sekaligus pertanda keberhasilan pertapaannya, tapi seorang kesatria kepercayaan Mataram berhail membunuhnya, dan legenda ini sampai sekarang masih hidup kental di masyarakat sekitar Gunung Merapi, mereka bahkan sesekali memberi sesajen pada sang naga penunggu.

Kedua :
Naga Cina, luar biasa pengaruhnya dalam spiritual masyarakat Cina, tak hanya yang tinggal di negeri asalnya, tapi juga dimanapun, dibelahan bumi manapun mereka tinggal. Legenda mengatakan, suatu ketika disebuah desa yang tentram tiba-tiba diserang ular berkaki empat, berkumis dan menyemburkan api dari mulutnya saat ia terbang. Seluruh desa panik, terbakar dan desa itu seketika hancur dari peradaban, termasuk naga itu menculik semua anak bayi laki-laki, namun yang aneh dari perilaku sang naga adalah ia tak pernah menculik atau memakan binatang. Inilah kemudian penduduk desa memberi nama anaknya dengan tambahan nama binatang didalamnya dengan harapan tak lagi diculik dan dimangsa sang naga, seperti misalnya : Liong, Naga dll.

Penelitian tentang naga masih dilanjutkan hingga kini. Naga berhasil jadi satu-satunya binatang yang merajai peradaban manusia dari waktu ke waktu dan misterinya belum terungkap hingga kini. Atau bahkan tak akan pernah terungkap karena dia hanya sebuah legenda kuat ? Inilah sebebnya Naga masuk dalam ranah “Legenda”.

Di posting di deroom pada 20 Oktober 2009
Foto fosil naga dari Vivaborneo
Foto naga gong 3djempol 

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar