Selasa, 14 Juni 2011

Taman WIsata Wendit, Suasana Baru Usai Pemugaran Total

Satu lagi tempat wisata di kota pendidikan Malang yang juga banyak disebut sebagai kota Industri. Kali ini di bawah Kabupaten Malang, diresmikan dan soft opening pada 11 Mei lalu, taman wisata Wendit. Taman wisata yang dikelola oleh UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang ini berlokasi tak jauh dari kota Malang. Bahkan tak sulit dijangkau dengan kendaraan umum. JIka Anda dari arah Malang kota, silakan naik angkot atau apa ajalah yang menuju arah Tumpang, dan bilang turun di Wendit. Saat itulah Anda sudah sampai didepan pintu gerbang Taman Wisata ini. Bahkan Anda juga dapat mampir ke Taman Wisata ini jika Anda dari Bandara Abdul Rahman Shaleh Malang, selain jaraknya tak terlalu jauh, sarana tranportasipun sangat mudah dan mendukung.

Sebenarnya, sebelum soft opening. Pihak pengelola menargetkan adanya pengunjung sejumlah 300 hingga 400. Namun jauh diluar dugaan dan rencana, justru pengunjung melompat tajam hingga angka ribuan. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir dari data yang berhasil dihimpun selama 2008 ini, untuk bulan Juni pengunjung mencapai 57.700 disusul kemudian bulan 74.000 dan selama tiga perkan pertama dalam bulan Agustus ini sudah mencapai 46.000. INi sangat diluar dugaan, dan itu juga diungkapkan Sunarto selaku pimpinan pengelola Taman Wisata Wendit.

Di singgung mengenai rencana kedepan. Taman wisata tersebut sebenarnya baru tercapai setengahnya, masih banyak yang akan dibenahi dan dibangun kemudian. Dengan lahan seluas 11,5 hektar, tentunya banyak potensi yang harus digali lagi. Misalnya dengan manambah fasilitas dan wahana bermain. Dan itulah yang kini direncakan dan diharapkan dapat segera ada dana untuk pembangunan lebih lanjut.

Taman Wisata ini sebenarnya dahulu hanya sebuah sumber air yang besar. Itu juga sebabnya sumber air ini juga digunakan oleh PDAM setempat. Karena memang air yang dihasilkan sangat jernih, dan layak konsumsi tentunya, didukung dengan kekuatan sumber yang sangat besar. Namun dalam beberapa decade, sumber air itu hanya sekeda sumber air. Meskipun sudah dibuka sebagai tempat wisata, namun belum banyak dikenal orang. Dan orang yang sudah tahu sealipun hanya menatap sebelah mata.

Namun karena pembangunan, rehab dan perbaikan disana-sini yang menelan dana hingga sekitar 50 Milyar dalam waktu 22 bulan. Akhirnya soft openingpung dilancarkan dan menghipotis ribuan pengunjung. Selama 22 bulan pembangunan itulah, bukan tanpa masalah, justru masalah mulai bermunculan. Salah satunya ulah monyet-monyet penghuni asli wendit yang merasa terancam dan terganggu karena habitatnya “dirusak” manusia. Kumpulan monyet itupun turun gunung dan menyerbu pemukiman warga. Wargapun mulai resah karena banyak dari makanan mereka yang dicuri kawanan monyet. Syukurlah semua itu berakhir sejak monyet-monyet itu dikembalikan pada habitatnya yang baru.

Diperkirakan saat itu ada sekitar 300 monyet. Mereka mendiami wendit sejak dahulu jauh sebelum kebanyakan manusia mengenal Malang. Dan saat ini mereka tetap mendiami wendit. Dalam jumlahnya yang tidak sedikit itu, mereka tergabung dalam kelompoknya masing-masing dan tentunya memiliki ratu masing-masing dan wilayah tersendiri. Terdapat tiga kelompok totalnya, kelompok pertama adalah monyet-monyet yang berkeliaran di sekotar loket pintu masuk, kelompok kedua mengusai ruang tengah dan ruang bawah yang dekat dengan sumber air berada dibawah kendali kelompok ketiga. Namun Anda jika ingin berkunjung tak perlu khawatir. Karena menereka sudah terbiasa dengan manusia, mereka terkesan lebih jinak dan tidak menganggu. Bahkan banyak diantara pengunjung yang menyengajakan bercengkerama dengan monyet-monyet tersebut. Tapi Anda tetap perlu waspada loh….

Meskipun hidup liar, monyet-monyet tersebut dipelihara oleh pihak pengelola dan dirawat agar tidak punah. Mengingat monyet-monyet tersebut juga salah satu ikon terpenting dari taman wisata wendit. Bukan Wendit namanya kalau gak ada monyetnya. Untuk itu pengelola memberikan anggaran tersendiri untuk memberi makan monyet. Mereka dihatah makan 2 kali perhari. Enak juga ya…dapet makan gratis tiap hari…(ya jadi monyet ja kalleee…). Tapi jangan salah loh, mesko monyet, oleh penduduk sekitar terutama yang penduduk asli, mereka sangat menghormati. Menurut kepercayaan mereka, monyet-monyet itulah yang selama ini menjaga sumber air Wendit yang mampu bertahan hingga sekarang, hingga banyak rumor yang menyebutkan, jika ada monyet yang mati, hingga saat ini belum pernah ditemukan bangkainya. Ya itu sih cumin rumor, perkara percaya atau tidak kan terserah orangnya kan….iya kan…kan…kan.

Di dalamnya, Anda tak usah khawatir kepanasan. Memang konsepnya taman terbuka. Tapi ingat, Anda berada di Malang yang sejuk . Banyak yang bisa Anda nikmati pastinya, ada kolam spa dan kolem renang. Banyak juga yang lain, kalau disebutin satu persatu wah nanti jadinya malah iklan dunk….bisa sekalian Anda juga penasaran untuk ke Wendit. Ada juga kok yang jualan oleh-oleh khas atau bahasa kerennya souvenir. Sekali lagi dan entah berapa kalinya, saya sendiri tidak dapat memberi informasi mengenai harga tiket masuk. Ya sekali lagi dan entah sekian kalinya, masuknya gratisan he he he he ….lumayan… ;p.

Foto koleksi Dedy. Diposting ke deroom pada 14 Agustus 2008 dengan judul asli Taman Wisata Wendit.

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar