Minggu, 26 Februari 2012

Pembuatan Perahu Sebagai Ikon Negara Maritim

Sriwijaya, sebagai icon maritim nusantara. Bahkan sampai saat ini Indonesia teta dikenal sebagai negara maritim. Perahu pinisi, adalah satu dari sekian banyak perahu hebat buatan asli nusantara. Sekaligus sebagai bukti, orang-orang dinegeri ini sudah sangat mampu membuat perahu/ kapal mulai kapal dagang hingga kapal kerajaaan untuk pertahanan bahkan jauh berabad-abad silam.


Perahu pinisi, adalah perahu yang terbuat murni dari kayu, atau banyak dikenal sebagai woodenboat. Pembuatan perahu (buldinga boat) jenis ini tidak serta merta dapat melaju dengan baik tanpa adanya perhitungan yang matang. Termasuk mengenai jenis kayu yang digunakan, perhitungan sudut lengkung lambung kapal dan perencanaan untuk apa kapal/ perahu tersebut digunakan, apakah untuk kepentingan kerajaan atau sebagai niaga, hal dalam seluruh perancangan inilah yang banyak dikenal sebagai boatplans.

Di masa sekarang, warga didaratan Sulawesi masih banyak yang menggunakan metode tradisional dalam membuat perahu. Namun perahu yang merea buat saat ini lebh banyak digunakan untuk kepentingan nelayan. Meskipun begitu bukan berarti kualitasnya dinomer duakan. Tetap kualitas nomor satu.

Pasokan bahan baku yang mulai menipis menjadi rintangan mereka selain kurangnyaminat kaum muda dalam melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan kaum muda lebih memilih merantau kekota besar dan memilih bekerja didalam kantor. Praktis, pembuatan perahi kayu hanya sebagai pekerjaan orang-orang tua.

Perahu kayu, utamanya perahu pinis tak bisa lepas dari keberadaan nusantara. Bahkan banak diceritakan oleh berita Cina bahwa raja-raja Sriwijaya dan raja-raja Jawa memiliki banyak kapal-kapal yang indah dan mampu berlayar hingga Cina. Bahkan di Sumatera, Sriwijaa menjelam sebagai kota pelabuhan terpenting dimasanya, hingga tak heran jika raja Sriwijaya memiliki kekayaan yang luas biasa bahkan raja Sriwijaya rajin membuang segepal emas kedalam danau.

Perahu menjadi vital perannya dalam pelayaran dari nusantara dan keluar nusantara, terutama ke daratan Cina. Karena tak bisa dipungkiri nusantara memiliki hubungan baik dengan kekaisaran Cina. Tentu semua kebijakan diplomatik dan urusan niaga pada masa itu tak akan terjadi tanpa adanya kapal/ perahu hebat yang mampu menyeberangi samudera luas.




Sriwijaya, sebagai icon maritim nusantara. Bahkan sampai saat ini Indonesia teta dikenal sebagai negara maritim. Perahu pinisi, adalah satu dari sekian banyak perahu hebat buatan asli nusantara. Sekaligus sebagai bukti, orang-orang dinegeri ini sudah sangat mampu membuat perahu/ kapal mulai kapal dagang hingga kapal kerajaaan untuk pertahanan bahkan jauh berabad-abad silam.

Perahu pinisi, adalah perahu yang terbuat murni dari kayu, atau banyak dikenal sebagai wooden boat. Pembuatan perahu (bulding a boat) jenis ini tidak serta merta dapat melaju dengan baik tanpa adanya perhitungan yang matang. Termasuk mengenai jenis kayu yang digunakan, perhitungan sudut lengkung lambung kapal dan perencanaan untuk apa kapal/ perahu tersebut digunakan, apakah untuk kepentingan kerajaan atau sebagai niaga, hal dalam seluruh perancangan inilah yang banyak dikenal sebagai boat plans.

Di masa sekarang, warga didaratan Sulawesi masih banyak yang menggunakan metode tradisional dalam membuat perahu. Namun perahu yang merea buat saat ini lebh banyak digunakan untuk kepentingan nelayan. Meskipun begitu bukan berarti kualitasnya dinomer duakan. Tetap kualitas nomor satu.

Pasokan bahan baku yang mulai menipis menjadi rintangan mereka selain kurangnyaminat kaum muda dalam melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan kaum muda lebih memilih merantau kekota besar dan memilih bekerja didalam kantor. Praktis, pembuatan perahi kayu hanya sebagai pekerjaan orang-orang tua.

Perahu kayu, utamanya perahu pinis tak bisa lepas dari keberadaan nusantara. Bahkan banak diceritakan oleh berita Cina bahwa raja-raja Sriwijaya dan raja-raja Jawa memiliki banyak kapal-kapal yang indah dan mampu berlayar hingga Cina. Bahkan di Sumatera, Sriwijaa menjelam sebagai kota pelabuhan terpenting dimasanya, hingga tak heran jika raja Sriwijaya memiliki kekayaan yang luas biasa bahkan raja Sriwijaya rajin membuang segepal emas kedalam danau.

Perahu menjadi vital perannya dalam pelayaran dari nusantara dan keluar nusantara, terutama ke daratan Cina. Karena tak bisa dipungkiri nusantara memiliki hubungan baik dengan kekaisaran Cina. Tentu semua kebijakan diplomatik dan urusan niaga pada masa itu tak akan terjadi tanpa adanya kapal/ perahu hebat yang mampu menyeberangi samudera luas.

Dari banyaknya hal yang telah tertulis diatas, tentu bukan perkara mudah dalam pembuatan perahu. kapal. terutama kapal dari kayu. jika kapal modern kebanyakan terbuat dari metal, memang juga bukan perkara gampang, terlebih dengan pehitungan masa jenis metal dengan air. Sehingga kapal-kapal dengan bahan pembuat dari metal, memeerlukan kedalaman minimas atas perairan yang dlewati sebagai jalurnya. Jika sebuah perairan tidak memenuhi kedalaman miniman, maka dipastikan kapal tersebut akan menyentuh dasar perairan, bisa menyebabkan kebocoran pada lambung atau bahkan kapal karam karena air tidak memiliki daya angkat yang memenuhi. Demikian halnya dengan kapal dari kayu, memerlukan pengukuran kedalaman perairan miniman untuk mendapatkan daya angkat.



0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar