Senin, 27 Februari 2012

Titik Nadir Perubahan Iklim Sesi 1 : Keruntuhan Kota-Kota Besar di Dunia

For english version, click here

Jakarta, yang seharusny menjadi simbol kejayaan negeri ini. Justru tenggelam oleh ulah banjir, hebatnya bajir datang secara rutin tiap tahun. Demikian halnya yang terjadi di Surabaya bahkan Malang yang selama ini disebut sebagai kotapegunungan.



Di Sulawesi, puting beling berhasil memporak-porandakan puluhan rumah dan mengantar tiga manusia menemui Tuhannya. Demikian halnya di Bogor, tanah longsor menampakkan kesombongannya dengan menimbun seorang ibu hidup-hidup, hingga artikel ini dipublikasikan, belum diketahui riwayat seorang ibu tersebut.

Bahkan Semeru di Lumajang, mulai batuk-batuk, Anak Krakatau pun ikut-ikutan. Mungkin iri dengan rekan sabayanya, Kelud pun tak mau tinggal diam.

Bukannya menakut-nakuti, beberapa literasi diatas hanya sebagai referensi atas berbagai keadaan yang terjadi akhir-akhir ini. Disamping ketakutan yang keterlaluan atas datangnya badai matahari. Padahal badai matahari rutin terjadi setiap jangka waktu tertentu, tapi di tahun 2012 ini kebanyakan orang pada lebay menghadapi datangnya peristiwa alam tersebut.

Sejarah sudah banyak mengingatkan dan banyak terjadi. Jika kehidupan manusia sudah menyalahi aturan dan melampaui batas keseimbangan alam, maka alam dengan kekuatannya akan mengembalikan keseimbangan yang sudah dirusak, tentu dengan caranya sendiri.

Kilas balik tentang kejayaan Kerajaan Mataram Kuno Jawa Tengah yang dipimpin oleh dinasti Syailendra yang mahsyur. Sebuah kerajaan dengan tata pemerintahan yang komplek, kemakmuran rakyat menjadi hal nomor satu dan kekayaan raja tiada bandingnya. Bahkan kerajaan inilah yang berhasil membuat sebuah monumen fenomenal yang hingga sekarang masih bisa dinikmati sebagai candi Borbudur.

Banyak dikatakan oleh berita Cina, Mataram Kuno Jawa Tengah memiliki ibukota yang luar biasa dengan pagar-pagar hebat. Didalam pagar terdapat istana raja dan rumah-rumah para pangeran dan kerabat kerajaan. Diikuti dengan rumah dan kantor para penyelenggara kerajaan dan rakyat para bangsawan. Sebuah kota dengan tata kota rapi dan indah.

Hingga bertahun-tahun dinasti Syailendra menguasai Mataram Kuno Jawa Tengah. Justru karena kemakmuran yang luar biasa, terjadilah perebutan kekuasaan antar pangeran dan kerabat kerajaan didalam istana. perebutan kekuasaan atas dasar kehausan tahta. Dan inilah yang menjadi pemantik ketidak seimbangan.

Angkara murka dan dzalim atas kemakmuran yang diberikan Tuhan justru membutakan akal pikiran sehat dan hati nurani. Banyak hutan mulai ditebangi sebagai lahan perluasan pemukiman, sampah mulai bertumpuk semakin banyak dan membukit. Keseimbangan alam telah diciderai.

Maka alam dengan caranya sendiri mengembalikan keseimbangan. Merapi Meletus meluluh lantakan sebuah kerajaan besar yang dipimpin seorang maharaja. Inilah yang ditandai sebagai letusan terhebat merapi sepanjang sejarahnya. Kerajaan Mataram Kuno Jawa Tengah dalam sekejap hilang dari muka bumi, tak terkira jumlah korban meninggal. Orang Mataram menyebut ini sebagai pralaya (kiamat).

Letusan merapi mengakibatkan sepenggal sejarah musnah dari tanah jawa, sekaligus sebagai peristiwa inti atas runtuhnya dinasty syailendra dan lahirnya dinasti Isana oleh Mpu Sindok. Mataram Kuno Jawa Timur remi berdiri dengan keseimbangan baru terhadap alam.

Sebuah kita kuno ditemukan di Thailand. Belum diketahui lebih banyak tentang kota yang diselimuti hutan lebat tersebut. Namun beberapa bukti sejarah menyebutkan kota tersebut setara dengan metropolitan.

Hipotesis yang muncul atas kota yang ditinggalkan penduduknya itu mulai bermunculan. Namun satu benang merah yang dapat ditarik atas beberapa hipotes adalah kota yang hancur akibat bencana alam yang timbul atas keseimbangan alam yang terganggu oleh perluasan kota.

Bersambung ke sesi berikutnya.

Baca juga koleksi artikel serupa, klik disini




1 komentar:

  1. wah ngeri banget dah,
    semoga gak bakal terjadi disini

    BalasHapus