Sabtu, 03 Maret 2012

7 Pengertian Salah Tentang Lemak

For English version, click here

Lemak, sejatinya adalah salah satu hasil metabolism. Seperti halnya energy, keringat, feses dan air kencing. Karena merupakan hasil metabolism, maka sangat erat kaitannya dengan asupan makanan dan pola hidup. Kandungan lemak dalam tubuhpun sangat dipengarui oleh kedua factor tersebut.
Banyak pengertian dan persepsi salah mengenai lemak. Bahkan ada yang berpendapat tubuh harus dikosongkan dari lemak. Berikut disajikan beberapa asumsi salah mengenai lemak :


1.      Tubuh tidak memerlukan lemak
Justru tubuh sangat memerlukan lemak seperti halnya kebutuhan tubuh akan protein, vitamin dan mineral-mineral lain. Lemak digunakan tubuh sebagai hasil metabolism dari karbohidrat, dan lemak sangat berguna dalam pembentukan energy. Praktis, tubuh sangat memerlukan lemak dalam jumlah yang mencukupi, 

2.      Pembakaran lemak menghasilkan keringat
Inilah yang sangat banyak dibicarakan, bahkan banyak sekali iklan-iklan yang mengatasnamakan pembakar lemak, ada kapsul pembakar lemak, ada ramuan pembakar lemak bahkan ada ramuan ajaib pembakar lemak menjadi keringat. Tunggu dulu, sudah dibahas diatas dan dipelajaran biologi saat SMP pun sudah sering dibahas, bahwa keringat dibakar untuk diubah menjadi energy, bukan menjadi keringat. Lalu apa hubungannya keringat dengan lemak ? Keringat seperti halnya air kencing merupakan sisa metabolism, sementara lemak dibutuhkan dalam metabolism untuk menghasilkan energy. Jadi salah kaprah jika keringat dihasilkan dari pembakaran lemak,
Lalu kenapa saat olah raga keluar keringat & lama kelamaan tubuh berkurang lemaknya ?
Ya, karena pada saat olah raga, metabolism tubuh berlangsung lebih agresif dan tentu membutuhkan lebih banyak energy. Keringat yang dihasilkan saat olah raga, sekali lagi, adalah hasil metabolism. Sementara lemak yang berangsur-angsur berkurang adalah karena lemak telah diolah menjadi energy.

3.      Lemak dihasilkan makanan berminyak
Memang, makanan berminyak memiliki andil lebih besar dalam meningkatkan kandungan lemak dalam tubuh. Karena minyak dari makanan sulit diolah sehingga akhirnya bertumpuk didalam tubuh. Namun dalam hal ini jangan melupakan makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan dengan karbohidrat tinggi juga sama bahayanya dengan makanan berminyak dalam menimbulkan lemak. Karbohidrat yang tidak sempat diolah menjadi energy, ujung-ujungnya menimbun jadi lemak,

4.      Polahidup tidak ada pengaruhnya dengan lemak dalam tubuh
Selain makanan, pola/ gaya hidup sangat berpengaruh. Misalnya kebiasaan makan dimalam hari dengan kadungan minyak dan karbohidrat tinggi. Kebiasaan tidur usai makan dan tidak melakukan banyak bergerak (aktifitas, olah raga, bekerja) akan membuat lemak dalam tubuh menggumpal dan menumpuk,

5.      Lemak dibuang dalam bentuk keringat
Seperti disunggung diatas. Keringat dan lemak bukan merupakan sumber-hasil. Lemak tidak dibuang melalui keringat. Dogma keringat sebagai hasil pembakaran keringat memang sudah berlangsung sangat lama sehingga sulit dihilangkan dari pikriran masyarakat.  Lemak dibuang dalam bentuk sampah/ kotoran/ bersama sisa metabolism.
Beberapa obat atau ramuan tradisional justru sudah sangat lama mengenalkan ini. Tapi dipasaran justru yang lebih laku adalah yang mempromosikan membuang lemak lewat keringat. Sebuah persepsi salah yang panjang umur.

6.      Minum obat pembuang lemak sudah cukup
Jika dan hanya jika obat tersebut aman dan membuang lemak dari kotoran. Indikasi keberhasilan dari metode ini adalah lebih sering BAB/ BAK dan nafsu makan berkurang karena energy disuplai secara sangat mencukupi dari lemak yang “dipaksa” dibakar.
Minum obat belum cukup, karena jika terjadi pengurangan lemak dalam tubuh maka berakibat kulit keriput. Seperti halnya ban setelah gembung dikempeskan. Dan pemulihan kulit untuk kembali kencang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maka daripada kulit kendor/ keriput akan lebih baik jika mengkonsumsi obat pelansing dibarengi olah raga/ aktifitas.

7.      Kandungan lemak relative tiap orang
Memang bisa disimpulkan demikian. Tapi tetap saja ada tolak ukur keseimbangan lemak dalam tubuh. Mulai dari rumus-rumus rumit dari medis hingga rumus sederhana dapat diterapkan untuk memperoleh batasan lemak seimbang. Salah satu contohnya dengan hubungan berat badan dan tinggi badan.
Contoh : tinggi badan – 100 – 10 = berat badan normal
            165 – 100 – 10 = 55 (berat badan normal/ ideal)

Lemak dalam jumlah seimbang adalah pilihan tepat. Tubuh tidak dapat memenuhi metabolism normal tanpa lemak, namun metabolism tubuh juga akan terganggu jika lemak berlebihan.
Pola hidup sehat dan memperhatikan kandungan makanan bias menjadi titik awal dalam pengendalian lemak dalam tubuh.

Baca juga koleksi artikel serupa, klik disini

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar