Sabtu, 17 Maret 2012

Hugo, Berpotensi Masuk OSCAR

Gambar dari fanpop.com
For english version, click here

Adalah seorang anak kecil,Hugo Cabret. Ayahnya yang seorang pembuat jam dan bekerja di sebuah museum meningal saat museum terbakar. Namun bakat mekanik dari ayahnya itulah yang mengubah kehidupan Hugo kecil.

Tak ada hal apapaun yang ditinggalkan ayahnya keuali hanya seonggok robot rusak yang ditemukan ayahnya di loteng museum, automatom adalah nama robot itu. Sepeninggal ayahnya Hugo diasuh oleh pamannya yang seorang pemabuk berat yang sehari-harinya bekerja sebagai pemutar jam di sebuah stasiun. Sejak itulah Hugo tinggal didalam sebuah jam di stasiun sambil mencoba memperbaiki automatom.

Hugo bependapat robot itu memiliki pesan rahasia dari ayahnya dan membuatnya berambisi memperbaikinya, tentu ia harus mencuri dari toko mainan milik Georges Melies untuk mendapatkan peralatan atas ambisinya itu.

Dapat ditebak, suatu ketika ia ketahuan mencuri dan tertangkap si pemilik toko, dari scene ini sudah dapat ditebak pula bahwa tokoh Georges Melies akan menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam jalannya cerita.

Singkat cerita, terungkaplah siapa sebenarnya George Melies yang seorang pedagang miskin dan tukang reparasi. Dahulunya ia adalah seorang pembuat film sekaligus artis paling fenomenal dimasanya yang ia mulai karirnya sebagai seorang tukang sulap. Namun perang telah mengubah segalanya, industri filmnya hancur hingga bangkrut. Selama puluhan tahun ia pun bersembunyi dari kenyataan dan berusaha melupakannya.

Di akhir cerita, Hugo, Isabella (anak asuh George Melies) dan seorang penulis buku penggemar George Melies berhasil menyingkap kembali masa lalu George. Hebatnya Georgepun harus mengakui siapa dia sebenarnya. Dari kejadian inilah publik tau bahwa ia tak mati akibat perang seperti yang selama ini diketahui. Melies kembali tampil dihadapan publik.

Secara garis besar, cerita Hugo sangat menarik. Mengadopsi alur maju-mundur namun ceritanya tetap stabil dan tidak jumping. Pastinya, jangan ditahan jika air mata anda menetes karena terharu dengan cerita yang dibawakan, benar-benar mengharukan.

Satu yang perlu dicatat. Saya sangat tertarik dengan setting lokasi. Karena beriklim masa awal 1900-an maka sangat kental dengan gaya desain eropa utamanya Perancis. Terlebih seting tempat yang digunakan sangat simple, hanya seputar stasiun. Selain hemat biaya tidak berpindah-pindah lokasi, set seperti ini juga membuat penonton lebih terfokus dalam menikmati jalan cerita.

Film ini diambil dari sebuah novel dengan judul The Invention of Hugo Cabret tulisan Brian Selznick. Dikembangkan oleh seorang penulis skenario John Logan dan di sutradarai oleh Martin Scorsese. Sementara tokoh si kecil Hugo diperankan oleh Asa Butterfield.

Film ini sangat layak dinikmati bersama keluarga. Karena banyak unsur pendidikan yang terkandung didalamnya, seperti jangan mudah menyerah terhadap sesuatu dan selalu konsisten dengan tujuan.

Dari berbagai aspek, baik videografi, tata suara, jalan cerita, tata cahaya. Sangat bagus dan memberikan kesan tersendiri. Hal semacam ini tentu tidak dapat diperoleh dengan sangat mudah. Tapi sutradara benar-benar berhasil membawa penonton dalam konfil-konflik yang dibawa Hugo dan suasana kota Paris masa 1900-an awal. Tak heran jika film ini berpotensi masuk OSCAR.

Baca juga koleksi artikel serupa, klik disini

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar