Kamis, 15 Maret 2012

Smartfren anti lelet, lemotnya setengah mati (penjelasan logis)

Gambar dari ogameslucky.com
Perlu ditegaskan, tulisan ini bukan merupakan promosi atau bahkan kritikan.Namun analisa dari berbagi sudut untuk mengakomodasi pertanyaan yang selama ini banyak diperbincangkan pengguna internet.

Adalah Smartferen, sebuah profider yang baru-baru ini menyediakan layanan data yang dikenal dengan Smartfren anti lelet, i hate slow. Tapi belakangan malah banyak sekali tulisan diinternet yang mengatakan pengalaman berselancar dengan Smartfren justru leletnya minta ampun. Tapi beberapa pihak juga mengatakan lancar-lancar saja. Akibat kedua kubu berpendapat berbeda inilah, sangat disayangkan, malah perang mulut baik diforum dan di komen. Semoga penjelasan logis ini bisa membantu :

Gelombang 1900 Mhz
Sedkit berbeda dengan operator CDMA lain yang menggunakan frekuensi 800Mhz. Memang dalam frekuensi 800Mhz bisa diandalkan dalam komunikasi suara atau paling tidak sms, namun ada juga provider yang menggunakan frekuensi ini sekaligus sebagai aliran data (internet).

Namun Smartfren diketahui menggunakan frekuensi 1900Mhz, sehingga membutuhkan modem CDMA khusus, tidak semua modem CDMA bisa digunakan dengan kartu Smartfren jika tidka mendukung layanan sampai frekuensi 1900Mhz. Ini jugalah yang menjadikan produk smartfren dilempar kepasaran dalam paket modem+kartu perdana.

Dengan pemilihan frekuensi yang tinggi, maka sangat handal digunakan dalam komunikasi data (internet) bahkan frekuensi ini khusus untuk layanan data. Maka tak heran jika iklannya bombastis dengan berano mengatakan “Anti lelet, i hate slow” karena mereka telah mengantongi frekuensi ini. Namun frekuensi ini lemah jika harus digunakan browsing untuk web luar negeri atau internasional. Inilah yang menjadi salah satu alasan bagi para pelaku usaha untuk kembali mempertimbangkan jika ingin menggunakan layanan dari provider ini.

Tingkat Pengguna di BTS
Agak sulit memang untuk mendeteksi dimana BTS dari sebuah operator. Karena satu menara pemancar bisa dihuni beberapa provider. Termasuk Smartfren, tiap BTS pasti punya kapasitas. Jika jumlah pengguna melebihi kapasitas maka akan terjadi antrian yang terlalu bayak hingga mengakibatnya bottle neck effect (efek leher botol). Inilah biang keladi penyebab lelet saat berselancar. Betapa tidak, kita harus berbagi kanal dengan banyak pengguna lain dan harus antri.

Semakin banyak pengguna makin semakin panjang pula antriannya.

Jauh Dekatnya lokasi dengan BTS
Disamping pengaruh pengguna daam satu BTS, jarak antara pengguna dengan BTS juga berpengaruh. Sama halnya dengan HP, jika terlalu jauh dari BTS maka dia tidak kebagian sinyal/ jaringan dan tidak bisa digunakan berkomunikasi. Demikian juga modem. Jadi lihat dulu berapa kekuatan sinyal/ jaringan yang ada dimodem anda sebelum mengumpat habis-habisan gara-gara lelet.

Semakin kecil kekuatan sinyalyng diterima modem, maka semakina kecil pula kemampuannya berkomunikasi dengan BTS, demikian juga sebaliknya.

Halaman Web yang diakses
Bayangkan saja,jika modem hanya mendapat 1 bar sinyal EVDO tapi anda gunakan buka youtube,ya pantas saja jika leletnya minta ampun. Jangankan youtube, bisa buka google saja sudah untung.

Halaman web yang banyak menggunakan media suara, video, flash pasti akan lebih lama diakses ketimbang yang dibangun dengan bahasa script. Jadi sekali lagi, perhatikan dulu halaman web yang anda buka sebelum membanting laptop anda gara-gara lelet keterlaluan yang mencapai tingkat dewa.

Be Smart Be Positif
Dalam penentuan sikap, tidak bisa dihindari jika emosi akibat akses internet yang lelet. Terlebih jika pas penting digunakan rupanya lelet setengah mati. Tetap positif dan berpikir logis.

Ini Indonesia, bukan Korea
Sadarlah sekarangkita hidup di Indonesia dengan keadaan jaringan internet yang seperti ini. Tidak seperti diKorea yang internetnya secepat jet hingga orang betah semalaman di warnet karena saking cepatnya akses internet. Beruntung pulau Jawa, Sumatera, Bali kita sudah bisa menikmati internet dengan biaya yang relatif murah. Pernahkah melihat realitas betapa saudara-saudara kita didaerah Papua da sekitarnya yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk mengakses internet ?

Penggunaan Internet dengan bijak
Hampir 80% pengguna internet di Indonesia mengakses situs porno saat berselancar diinternet. Satu kegiatan yang tak ada nilai guna. Hal-hal seperti itulah yang malah menyesaki gelombang. Mempergunakan internet dengan bijak adalah pilihan mutlak.

Hampir semua provider malakukan hal serupa
Kita sebagai konsumen seolah terjebak dalam keadaan ini. Kita membeli dengan harga tertentu adalah untuk mendapat pelayanan yang maksimal. Tapi bagaimaa jika kita sudah dirugikan, mau mengadu kemana juga gak tau, mau mengadu kemana juga malu, mau mengadu kemana juga malah keluar biaya lagi.

Pernah operator biru si mawar dulu digadang paling jempolan internetan. Cepet banget donwload ampe 500kbps/s. Dan saat itu si biru mawar juga gencar-gencarnya promosi layanan data. Gak sampe 5 bulan, dia pun sudah tua dan tak mampu lagi berjalan secepat dulu. Bahkan jalan, ngesot saja tak mampu. Si biru mawar pun tak kelihatan lagi iklannya di media masaa tentang layanan data.

Si merah pun demikian. Digadang-gadang internet ngebut paling ngebut biaya selangit. Bahkan waktu itu saya pengen jadi pemakai pun daftarnya harus pake ktp dalam kota. Tidak menerima ktp dari luar kota. Tim juga mensurvei kos-kosan, termasuk tagihan perbulan, penghasilan sampe slip gaji jika ada. Maklum, selain biaya per bulan yang selangit, harga modemnypu juga tak waras jika untuk anak kos.

Beruntung si merah masih bisa bertahan sampai detik ini. Tapi toh diapun semakin tua dan tak mampu lagi berlari. Beruntung di masa tua si merah masih bisa setidaknya berjalan.

Si hijau saudaranya lapindo juga pernah. Dengan modem khusus yang tak bisa diganti dengan kartu dari operator lain,ia tampil lantang sebagai yang tercepat. Bahkan dimasanya saat itu, akses video youtube tanp buffer, bahkan saat itu sayapun kecanduan nonton tv dari internet dan ngsdengerin musik juga dari internet radio.

Ah sama saja, rupanya sekarang ia memasuki masa tua dan bernasib sama.

Saat ini, saya juga menggunakan Smartfren dan membeli paket dengan harga termurah. Sebulan (30 hari) seharga Rp 45.000. Dikatakan cepat, sedikit kurang karea untuk kepetingan usaha. Namun yang agak lucu, justru saat-saat gratisan cepet banget, kencenga. Eh gratisan abis yang tinggal ikuti nasib.Tapi kata teman yang menggunakan paket premium Rp 90.000 per 30 hari. Kecepatannya sama dengan saat masih gratisan.

Sebagai pengguna layanan data,kita memang harus jeli dan selalu siap dana cadangan. Yah, jika sewaktu-waktu modem&layanan yang kita gunakan sudah memasuki masa tua dan tak mampu lagi berjalan maka kita bisa membeli paket yang lebih muda dan lebih kenceng larinya. Karena toh sampai saat ini, kita sebagai konsumen masih dalam posisi kalah dalam beberapa hal.

Jika berbicara masalah kita sebagai konsumen dalam posisi kalah, ada pertanyaan yang mengganjal. Adakah perlindungan konsumen dinegara ini ? jika ada, kenapa nasib konsumen seperti ini ?

Baca juga koleksi artikel serupa, klik disini 

2 komentar:

  1. ternyata speedy tetap yang paling mantap boz :D

    BalasHapus
  2. wah... smart makin payah nih... cepetnya cum ajam 12.00 mlm ampe jam 6.00 pagi

    BalasHapus