Rabu, 09 Mei 2012

6 Nilai Tersembunyi Filosofi Budaya, Setagen dan Kebaya



Setagen. gambar dari nayarini.com
 For english version, click here

Ya, dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari, terutama orang Indonesia terlebih orang Jawa, banyak menemui aturan-aturan dalam berbagai hal. Baik dalam tingkah laku, cara berpakaian, bahkan cara mandipun ada aturannya. 

Namun, peraturan yang sejatinya merupakan nilai luhur bangsa dan budaya agung bernilai moral tinggi peninggalan nenek moyang, semakin hari justru semakin tergerus. Antara lain karena kaum muda sekarang tidak banyak tau bahkan tidak tau sama sekali tentang aturan-aturan tersebut. Terlebih banyak orang tua sekarang sama sekali tak peduli dengan tumbuh kembang anak, ada juga orang tua yang menganggap dirinya moderm (baca sok modern) namun tak tau aturan dan malah norak.

Dan semoga tulisan-tulisan ini bisa menjadi salah satu obat “ke-norak-an” tersebut. Adalah setagen/ tagen, salah satu pelengkap busana adat jawa baik dipakai oleh kamu pria maupun wanita.

Setagen, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Namun justru dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan
  1. Dari bentuknya yang panjang, adalah symbol agar bersabar/ jadilah manusia yang sabar. Ini erat kaitannya dengan peribahasa jawa “dowo ususe”, panjang ususnya yang berarti sabar,
  2. Selain sabar secara emosional, juga merupakan ajaran untuk bersikap wajar. Hidup ini panjang, di dunia hanya sekajap tapi ada urusan setelah dunia, begitulah singkatnya. Bersikap wajar dalam artian toleransi, bertindak baik, tidak serakah, berpikir panjang tentang sebab akibat sutau perbuatan, dan menghindari mi-limo (ajaran wali songo tentang 5 hal yang harus dihindari),
  3. Bentuk setagen umumnya ramping, sehingga menimbulkan kesan dan harmoni dengan bentangnya yang panjang. Ramping mengandung makna jadilah manusia yang “ramping”, tidak gentut, proposional, langsing. Jauh sebelum banyak obat dan kosmetik bermunculan, orang Jawa sudah menyadari betapa tubuh yang ramping lebih enak dilihat dan lebih cocok berpenampilan. Namun jauh didalam kerampingan,
  4. Sesak saat digunakan dan menekan perut. Jika ikat pinggang hanya menekan sebagian perut, maka setagen menekan seluruh bagian perut dari atas hingga bawah. Ini memiliki makna, berhentilah serakah. Makan secukupnya secukup isi dan kapasitas perut. Jika makan terlalu banyak dan serakah bisa gendut, obesitas dan sarang penyakit. Menahan tidak banyak makan juga merupakan aplikasi toleransi. Mengingat bangsa ini dulu banyak yang miskin, jika makan secukupnya maka saudara yang lain masih bisa makan, nah kalau makan serakah semua dilahap, saudaranya mau makan apa? Makan batu ?. Luar biasa, tindakan toleransi tanpa banyak teori namun prakteknya luar biasa hebat,
  5. Menggunakan setagen untuk ibu hamil dan pasca melahirkan, justru direkomendasikan dokter masa kini. Dengan kekencangan&tekanan tertentu ini sangat baik menjaga kestabilan janin dan mempercepat proses pengencangan kulit pasca melahirkan. Wow, budaya rupanya sudah menyadari ini berabad-abad sebelum dikenalnya medis,
  6. Setagen selalu tidak terlihat fulgar saat digunakan, karena tertutup kebaya maupun beskap. Tanpa disadar ini memiliki nilai tersendiri, disaat kita berbuat baik, maka tak pantas jika banyak orang tau, cukup kita dan Tuhan sajalah yang tau tentang perbuatan baik kita.
Demikian beberapa hal yang bisa dirangkum, sangat mungkin masih banyak nilai tersebunyi dari sebuah setagen dan kebaya.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar