Kamis, 24 Mei 2012

Konsep Dasar Belbin : Personality Development ses 2

Gambar dari m-arc.be
Adalah sebuah ironi dimana masih ada sebagian orang beranggapan kata personality, yang berasal dari kata persona dalam bahasa Latin memiliki arti “teatrikal”,           diartikan bagai berpura-pura, tampil,  sertmeniru.  Padahal  personality  yang kita pahami   adalah cerminan dari siapa diri kita sesungguhnya, yang membuat kita unik, memiliki ciri-ciri otentik berupa kelebihan dan kekurangan.
Personality dapat dianggap sebagai kumpulan temperamen dan karakter seseorang. Temperamen adalah “bagaimana  seseorang merasa. Karakter adalah bagaimana seseorang mempengaruhi perasaan orang lain Personality adalah cerminan siapa kita sesungguhnya, yang membuat kita unik, memiliki ciri- ciri otentik berupa kelebihan dan kekurangan

Konsep Dasar Teori Belbin
Berfokus pada berbagai tipe anggota kelompok, belbin mengambil skema dari tipe-tipe kepribadian didasarkan dari berbagai alat psikometri yang sudah cukup populer seperti 16PF, Personal Preference Questionnaire dan Occupational Personality Questionnaire.


Pada awalnya mengacu pada fenomena yang diamati adanya gejala “apollo syndrome” sebagai wacana penting dimana kelompok tersebut terdiri dari berbagai orang berbakat dan termasuk super team namun tidak menunjukkan performa atau kinerja yang baik dalam kelompok tersebut. Gejala tersebut diamati oleh belbin sebagai kelompok dengan menghasilkan sesuatu yang biasa dan tidak mencerminkan individu-individu yang gifted dengan keahlian masing-masing. Belbin mengistilahkan organisasi seperti Apollo is one which hoards mental ability so that it has ample resources and talents for dealing with the most complex problems, but suffers from extreme difficulty in being able to use what it has.

Sindrom Apollo mencatat bahwa kemampuan individu yang baik sebagai anggota kelompok bukan sebagai prediktor yang baik untuk melihat hasil kerja tim keseluruhan. Perilaku dan stereotype pribadi tiap individu seringkali tidak saling mendukung dalam melakukan kerjasama. Terdapat ciri sifat peran yang berbeda-beda individu melihat diri dalam kelompoknya. Perilaku individu sebagai anggota tim dapat berkontribusi atau bahkan dapat merusak efektivitas kelompok.

Belbin melakukan pengamatan dan mengidentifikasi berbagai jenis perilaku (behavior pattern) dan memilah sesuai dengan identifikasi peran individu dalam kelompok.
Selanjutnya peran tim oleh Belbin diistilahkan sebagai A tendency to behave, contribute and interrelate with others in a particular way.

Penelitian tentang Team Role
Diawali dari penelitian mengenai perilaku dari manajer di berbagai benua. Mereka diperlakukan pada situasi pelatihan manajemen yang kompleks, diamati mengenai trait dari kepribadian, gaya intelektualitas dan perilaku-perilaku tampak selama proses simulasi. Penelitian ini berterusan dan menghasilkan berbagai cluster perilaku berberda yang disebut team role. Komposisi peran kelompok dapat sebagai prediksi keberhasilan atau kegagalan kelompok.

Penelitian mengungkap perbedaan kesuksesan dan kegagalan tim tidak tergantung pada faktor intelektualitas dari tiap-tiap anggota kelompok namun lebih disebabkan dari faktor perilaku. Setiap individu menunjukkan peran dalam tim yang berbeda pada tiap tingkatannya.

Peran tim yang pertama diistilahkan sebagai Plant. Peran diistilahkan seperti itu karena peran individu cenderung menanamkan sesuatu terhadap tim. Individu seperti ini cenderung kreatif, dapat memecahkan masalah dengan baik dengan cara yang tidak lazim. Satu per satu peran dalam tim diungkap. Monitor Evaluator dibutuhkan untuk menyediakan cara pandang yang logis, penilaian menyeluruh yang dibutuhkan untuk mengangkat berbagai pilihan kelompok secara lebih riil. Coordinator dibutuhkan untuk memusatkan tim pada tujuan, memetakan tiap anggota kelompok dan mendelegasikan kerja secara baik.

Ketika tim pada situasi yang beresiko dan terjebak pada fokus yang menyesatkan, Resource Investigator menyediakan pemahaman dari dalam mengenai hambatan dalam fokus kelompok. Peran ini menyediakan pemahaman dari dalam dan bahkan berbeda pendapat yang menjadikan ide kelompok lebih banyak dan dapat membawa kelompok tersebut lebih terbuka dan dipahami dari cara pandang di luar tim. Peran Implementer dibutukan untuk menerapkan perencanaan secara praktis, strategis pada langkah kerja yang harus dilakukan dan dapat membawa efisiensi yang memungkinkan. Completer Finisher adalah peran yang paling efektif dalam menyelesaikan tugas tim, mengakhiri dengan kesempurnaan dan menghindarkan dari kesalahan akhir. Peran ini menanamkan kontrol kualitas yang tinggi. Teamworker membantu tim untuk mengakrabkan, menggunakan berbagai cara dalam menunjukkan berbagai kebutuhan dalam bekerja dan menyelesaikan pada cakupan kelompok. Peran Shaper mendorong atau menantang tiap individu untuk berbuat optimal, menyediakan dorongan yang penting bagi tiap anggota kelompok untuk tetap bergerak dan tidak kehilangan fokus atau momentum.

Peran dalam tim ada yang lebih dan ada yang kurang dibandingkan dengan yang lain, tiap perilaku adalah penting untuk menyumbangkan kesuksesan dalam tim dari awal sampai akhir. Kunci dari semua itu adalah keseimbangan. Belbin menemukan bahwa tim dengan tanpa adanya Plant berupaya menghasilkan ide cemerlang dengan upaya yang lebih besar. Sementara kelompok dengan terlalu banyak Plant menghasilkan ide buruk dari berbagai ide yang ada karena tidak ada yang menggerakkan dengan terlalu banyak pertimbangan. Contoh lain dengan tidak adanya Shaper tim cenderung diam tanpa ada dorongan dan arah yang kuat dan cenderung kehilangan target. Terlalu banyak Shaper akan muncul pertengkaran dan moral tim akan turun.

Seperti halnya kontribusi kuat dari tiap peran yang ada, terdapat juga kontribusi lemah atau allowable weakness; sisi lain dari karakteristik perilaku yang menyertainya. Seperti misal Plant dapat saja penuh dengan ide orisinal dengan perilaku yang menyertai adalah mudah pelupa, atau Resource Investigator mungkin lupa untuk mengikuti dikarenakan terlalu sering memimpin, Coordinator akan terlalu berantusias dalam mendelegasikan dan Implementer mungkin saja lambat dalam menerapkan perencanaan secara tepat. Completer Finisher seringkali menjalankan tugas dengan dibayang-bayangi bahwa sesuatu harus berjalan benar dengan kecemasan yang tinggi. Teamworker terlalu memperhatikan hubungan antar anggota dan moralitas tim sehingga sulit mengaturnya apabila terkait dengan situasi politis dalam tim. Shaper melakukan resiko yang terlalu agresif dan kurang elegan untuk meraih sesuatu dengan benar.

Penelitian berkelanjutan menambahkan sembilan peran dalam tim dengan satu kluster terakhir berupa Specialist. Pada kenyataan nilai dari individu dengan pemahaman mendalam merupakan kunci dari area tertentu yang dapat menyumbangkan pada keberhasilan tim. Seperti halnya peran tim lain, peran Specialist juga memiliki kelemahan, seperti kecenderungan terlalu fokus pada subjek tertentu yang dipilih dan prioritas dalam tim dapat terganggu karena terlalu fokus pada hal-hal tertentu.

Banyak individu memiliki kecenderungan terhadap peran tim atau perilaku yang seringkali dimunculkan. Terdapat pula peran yang tidak begitu menonjol dan diistilahkan sebagai managable roles. Peran ini secara natural masih tampak meskipun tidak cukup kuat dibandingkan peran-peran lain yang seringkali tampak.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar