Jumat, 26 Oktober 2012

Catatan Kaki 8 : Candi Kidal, Saksi Fenomenal Atas Legenda dan Fakta


Salah satu sisi Candi Kidal

Di sebut candi Kidal karena berada di desa Kidal, Tumpang Kab Malang. Candi ini difungsikan  sebagai pendarmaan raja Anusapti, raja Singhasari yang menggantikan tahta Ken Arok dan berkuasa selama kurang lebih 21 tahun sejak 1227 hingga 1245.

Dalam kitab Pararaton, dikisahkan bahwa saat menikah dengan Ken Angrok, Ken Dedes telah hamil 3 bulan keturunan Tunggul Ametung yang kelak bernama Anusapati. Sehingga saat dewasa Anusapati mengetahui bahwa ayahnya dibunuh oleh Ken Angrok. Dan Ken Angrok terbunuh saat makan malam dikala senja.



Sepeninggal Anusapti, tahta diambil alih oleh Tohjaya, anak Ken Angrok dengen Ken Umang yang berhasil membunuh Anusapti. Namun kekuasaan Tohjaya hanya bertahan beberapa bulan atas adanya pemberontakan orang-orang Rajasa dan orang-orang Sinelir.

Dalam prasasti Mula-Malurung, Anusapati disebut sebagai Nhatara Anusapati ayahanda Smining Rat. Seperti diketahui Smining Rat adalah gelar untuk Wisnuwarddhana. Bisa diambil kesimpulan candi Kidal dan candi Jayaghu memiliki kaitan erat antara bapak dan anak. Meskipun usianya lebih tua, keadaan candi Kidal masih utuh dan masih ditemui adanya petirta amerta (sumber air yang disucikan), berbeda dengan keadaan candi Jago yang cenderung lebih parah kerusakannya.

Secara fisik, candi kidal terbuat dari batu andesit, khas candi-candi yang berasal dari masa sebelum Majapahit. Dan bentuknya vertikal keatas, khas candi-candi Jawa Timur.

Dalam legenda, atau bahkan hingga sekarang dianggap fakta, adalah adanya peristiwa bunuh membunuh di dalam istana Singhasari hingga bertahan 7 keturunan. Peristiwa bunuh membunuh ini bahkan berulang hingga 7 kali oleh keris yang sama, yaitu keris mpu Gandring, konon memang Ken Angrok pernah dikutuk oleh sang emu bahkan keturunannya akan berada pada masa kelam perebutan tahta dan saling membunuh. Hebatnya, peristiwa bunuh membunuh ini justru tertulis banyak dibuku-buku sejarah, termasuk buku-buu sejarah untuk anak sekolah dasar.

Sejauh mana kebenaran peristiwa bunuh membunuh tersebut belum bisa dibuktikan secara sahih. Bahkan be smart be positif menemukan sebuah kejanggalan, jika Anusapati dan Tohjaya terlibat dalam peritiwa tersebut, lalu dimana peran Wisnuwardhana ?

Padahal Wisnuwardhana adalah salah satu raja besar yang berhasil membawa kemakmuran di Singhasari, mustahil jika namanya tak tertulis dalam sejarah, terlebih Wisnuwardahan memiliki pertalian arah sengat erat dengan Anusapati. Dimana Wisnuwardhan jika memamng peristiwa bunuh membunuh tersebut merupakan fakta yang benar-benar terjadi ?

Untuk mengunduh e-book sejarah&catatan kaki lengkap, klik disini

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar