Kamis, 15 November 2012

Journey 2: The Mysterious Island, Sentuhan Atlantis dan Dewa Poseidon



Journey 2: The Mysterious Island, Sentuhan Atlantis dan Dewa Poseidon

Sean, si kecil pada Journey To The Center of The Earth, kini beranjak remaja. Di rumah ia sama sekali tak nyaman dengan kehadiran ayah tirinya yang seorang angkatan laut. Beruntung sang ayah tiri bersikap bijak dan mencoba mendekati Sean dengan berbagai cara. Usut punya usut, sang ayah tiri memiliki jalan hidup yang sama dengan Sean, mereka berdua ditinggal ayahnya pada usia 8 tahun.

Hank, sebutan ayah tiri Sean, mereka mulai dekat ketika Hank berhasil memecahkan sandi rahasia yang dikirim kakek Sean tentang pulai misterius. Sekaligus Hank berhasil menemukan peta keberadaan pulau tersebut, terlebih, Hank bersedia membianyai perjalanan Sean.

Dalam proses menuju pulau misterius, Hank dan Sean menyewa sebuah helikopter butut. Ditengah samudera, halikopter tersebut amblas ditelan badai dan menghempas 4 penumpang ke sebuah pantai. Itulah kali pertama Sean menginjak dan mendapati keberadaan pulau misterius. Guzman si pemilik heli dan Kailani putrinya dibuat takjub, karena selama ini tak ada yang pernah tau diposisi tersebut ada pulau.

Hampir sama dengan Journey To The Center of The Earth, perjalanan di pulai misterius dipenuhi dengan penemuan keindahan, kekaguman, sekligus keanehan-keanehan, termasuk hewan yang terbalik, hewan besar jadi kecil dan demikian kebalikannya. Petualangan mencapai puncak ketika Sean menderita bengkak kaki sehingga harus mengenakan tongkat, padahal beberapa jam kemudian pulau tersebut akan tenggelam dalam samudera Pasifik.
Sean, Hank, Guzman, Kailani dan Kakek Sean berjuang keras menemukan kapal selam milik kapten Nemo, seorang dari India yang pernah menemukan pulau tersebut. Di akhir cerita Sean menyadari kehadiran ayah tirinya sebagai salah satu hal paling berarti dalam hidupnya, sementara kakek Sean memutuskan hidup di Kamerun.

Guzman yang miskin dan bercita-cita bisa mengirim putrinya kuliah di perguruan tinggi, menjelma sebagai pemilik perusahaan wisata sukses dan kaya raya. Akhir yang menyenangkan sekaligus memberi tanda akan adanya film ketiga, Journey from the earth to the moon.


Selama petualangan, tidak ada hal yang jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Masih berkutat pada hewan raksasa, mengerikan dan waktu yang semakin menipis. Jika di versi pertama dikejar waktu akan meletusnya gunung api, kali ini waktu mengejar akan tenggelamnya sebuah pulau.

Buku karangan Jules Vernes dan Vernian menjadi bagian tak terpisahkan. Namun yang membuat versi ini berbeda dan segar adalah adanya sentuhan legenda atau bahkan sejarah. Yaitu menyinggung adanya kepulauan Atlantik, gunung emas dan menara Trisula miliki Poseidon sang dewa laut.

Dibandingkan versi pertama, ketegangan yang dilahirkan di versi kedua ini justru berkurang. Sehingga saat menontonnya lebih sekedar menikmati petualangan yang dibuat Sean, padahal versi pertama telah berhasil membawa penonton ikut merasakan petualangan. Serta penampilan keindahan pulau sangat kentara film tersebut dibuat didalam studio.

Sedikit menyinggung tentang The Lord Of The Ring dan Titanic. Meskipun kedua film tersebut dibuat didalam studio, namun penonton bahkan pengamat film tidak menyadarinya dan benar-benar terbawa dalam keadaan nyata. Namun Journey 2: The Mysterious Island kali ini belum berhasil mencapai tahap tersebut.

Meskipun demikian, film ini dan versi seterusnya akan selalu dinantikan para penikmatnya, selain karena namanya yang sudah melekat, juga dengan bumbu fiksi ilmiah menjadi tantangan tersendiri bagi para “pemikir”. Film ini bukan sekedar memberikan hiburan, namun juga jungkir balik antara fakta dan keterbatasan ilmu pengetahuan manusia. Bahwa diluar sana masih terlalu banyak hal yang belum diketahui manusia.


1 komentar:

  1. Mas bener gak yang jadi sean, waktu kecilnya maen film Zathura yang jadi kakaknya...

    BalasHapus