Minggu, 11 November 2012

Ummi Aminah, Kekuatan Emosi dan Kepasarahan Pada Tuhan

http://3.bp.blogspot.com
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Ummi Aminah, seorang penceramah dengan banyak jamaah dan terkenal. Kemanapun berceramah selalu hadir peserta ribuan. Namun sebagai makluk Tuhan, ia tak lepas dari cobaan.

Dalam keluarga, ia memiliki tujuh orang anak. Dengan profil dan masalah masing-masing.
Umar : adalah anak laki-laki dari perkawinan pertama Ummi Aminah yang gagal. Umar seorang pengusaha sukses dan kaya raya, memili istri bernama Risma yang selalu gusar dan enggan bergaul dengan keluarga Umar karena sinis jika keluarga mertuanya hanya memanfaatkan kekayaan Umar. Meskipun Umar sekarang berstatus anak tiri dari suami Ummi Aminah, namun ia sangat menghormati sang ayah tiri.


Aisyah : anak kedua Ummi dengan suami pertama. Seoran sederhana yang suaminya hanya seorang pegawai rendahan. Hidupnya pas-pasan, namun kesabaran Aisyah menjadi jembatan antara Risma (istri Umar) dengan keluarga Ummi Aminah.

Zarika : anak ketiga Ummi Aminah sekaligus anak pertama perkawinan dengan Abah, suami kedua Ummi. Zarika adalah seorang wanita karir sukses yang memiliki jabatan strategis. Ia terjebak hubungan gelap dengan serang rekannya yang sudah memiliki istri yang sakit-sakitan.
Zainal : bisa dikatakan setengah pengangguran, karena kerjanya hanyalah jadi supir Ummi Aminah kemanapun Ummi berceramah, bayarannya tak tentu, karena memang Ummi tak pernah mematok tarif saat berceramah. Bahkan tak jarang Ummi dibayar hasil kebun. Sementara Zainal memiliki anak dan seorang istri yang tengah mengandung. 

Zubaidah : ia tak tamat sekolah, intelejensinya memang dibawah rata-rata. Ia merasa bosan hanya hidup dirumah.

Zidan : terlahir sebagai laki-laki, namun ia berbeda. Karena tingkah lakunya yang seperti wanita, Abah tak menerimanya sebagai anak dan sama sekali tak mengharapkan keberadaanya. Konflik batin Zidan inilah yang membuatnya keluar rumah dan membuka salon kecil-kecilan.

Ziah : seorang sarjana ekonom. Namun kesehariannya hanya sebagai asisten Ummi. Sebuah kritik sosial atas banyaknya pengangguran dinegeri ini dan pekerjaan yang sama sekali gak nyambung dengan tingkat pendidikan yang dicapai.

Masalah dimulai saat Zainal merasa penghasilanna kurang memadai, ia harus mempersiapkan dana untuk persalinan istrinya. Sehingga ia memutar otak dan menemukan seorang teman yang meminjaminya sepatu untuk dijual saat Ummi ceramah. Penghasillanya lumayan dan semakin meningkat. Namun suatu ketika, didalam sepat dagangannya diselipkan narkoba hingga ia dijebloskan dalam penjara.

Disisi lain, Abah kena tipu atas tanah yang akan ia beli. Ratusan juta melayang. Sementara di jejaring sosial, gencar pemberitaan salah satu anak Ummi Aminah, seorang penceramah terkenal, selingkuh dengan bawahannya yang jelas-jelas punya istri. Kontan Ummi semakin terpukul dengan ulah Zarika.

Kemarahan Ummi memuncak pada Zarika dan mengancam tidak meridhio apapaun yang dilakukan Zarika selama Zarika tidak minta maaf pada istri rekannya itu. Sampai disini, masalah Zarika selesai.

Sementara anak-anak Ummi yang lain masih dengan masalahnya masing-masing. Singkat cerita, Umar berhasil membujuk Risma agar bisa menyatu dengan keluarga besarnya, sementara Zarika dikenalkan dengan seorang pria oleh mantan seingkuhannya dan rupanya mereka cocok. Zainal difonis tak bersalah dan keluar dari penjara. Zubaidah menggantikan posisi Ziah sebagai asisten Ummi karena Ziah diterima kerja disalah satu perusahaan ternama. Sementara Zidan belum berani pulang kerumah karena takut Abah tak mengakuinya.
Namun sama sekali tak disanka, justru Abah yang mendatangi salon Zidan dan minta dicukur rambutnya. Saat Zidan mencuci rambut Abah, disanalah Abah meningga dalam damai.


Secara garis besar, alur cerita film ini cukup linear dan dapat ditebak endingnya. Ceritanya lurus, konstan dan standart. Inilah satu kelemahan yang sangat menganggu.

Namun kelemahan tersebut tertutupi oleh bumbuan komedi dari awal hingga akhir. Meskipun ceritanya cenderung konstan, dapat ditebak endingnya dan terkesan lurus. Namun penonton dipermainkan emosinya saat menikmati film ini. Emosi marah, benci, kasihan, emosi haru hingga emosi percintaan.

Dilihat dari sisi pengambilan gambar, sang sutradara belum berani mengambil shot-shot yang menarik. Masih banyak ditemui shot tanpa gerakan kamera sama sekali. Padahal dalam film ini salah satu scene mengambil setting di villa dengan pemandangan alam yang sangat menarik, namun justru banyak pengambilan shot diam, padahal pemandangan alam yang menarik tersebut bisa banyak dimanfaatkan untuk camera moving.

Film ini sangat dianjurkan dinikmati bersama keluara, karena cerita yang diangkat adalah yang banyak terjadi saat ini. Banya keakraban antar anggota keluarga bahkan dengan pembantu yang sangat layak dicontoh. Banyak nilai-nilai kehidupan yang tersirat hingga kepasrahan manusia pada Tuhannya.

Meskipun film ini masih banyak kekurangan jika dianalisa dari sisi videografi, namun kekuatan utama film ini adalah pada cerita yang diangkat dan emosi yang ditimbulkan.

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar