Minggu, 06 November 2016

Me Vs Mami 2016 Movie : Komedi Drama Keluarga

Film Me Vs Mami, Film Terbaru 2016, Film Bioskop, Review Film, Review Film Indonesia, Review Film Me Vs Mami, Synopsis Me Vs Mami, Me Vs Mami 2016, Me Vs Mami 2016 Film, Me Vs Mami 2016 Movie
Me Vs Mami 2016, Me Vs Mami 2016 Film, Me Vs Mami 2016 Movie

Masih teringat dengan Warkop reborn yang beberapa waktu lalu juga saya nikmati di bioskop, kali ini lahir lagi film bikinan anak negri dengan genre komedi. Masih sangat hangat, tentang acting apik Cut Mini dalam film Laskar Pelangi, di film Me VS Mami inipun, acting Cut Mini patut diacungi jempol.

Sejenak tentang synopsis atas film Me Vs Mami ini, yang saya kutip dari sinopsisfilem21.com
Film komedi Indonesia berjudul “Me vs Mami” ini merupakan film yang bercerita tentang kisah antara seorang ibu bernama Maudy ( Cut Mini ) dengan putrinya yang bernama Mira ( Irish Bella ). Di mana sang suami Maudy, Papi Adam bercerai dan tidak lama itu Papi Adam meninggal dunia.

Hubungan antara Maudy dengan putrinya Mira tidak sesederhana ibu dan anak umumnya, keduanya tidak pernah saling akur satu sama lain dan selalu bertengkar, hingga suatu ketika mereka mendapat telepon dan pesan dari neneknya atau ibunya dari suami Maudy bahwa meminta mereka untuk menjenguknya karena sedang sakit keras.

Hal ini, membuat Mira mau tidak mau harus ikut bersama ibunya Maudy untuk pergi ke Padang untuk memenuhi permintaan dari sang nenek. Dalam perjalanan menuju Padang yang harusnya ditempuh selama 1 hari menjadi harus molor menjadi 3 hari dan itupun terdapat berbagai hal yang membuat mereka menjumpai insiden-insiden yang tidak terduga serta ketidak kompakan antara Mira dengan ibunya Maudy.

Dalam perjalananan tersebut juga mereka bertemu dengan seorang pria bernama Rio ( Dimas Aditya ) seorang backpacker misterius yang sengaja disewa seseorang untuk membuntunti mereka dan di perjalanan tersebut, Maudy dan Mira akhirnya menemukan sebuah rahasia besar yang tidak terpikirkan selama ini.

Oke, sekarang tentang review bagaimana tentang film ini.
Secara overall film ini bukanlah film yang dikatakan boombastis, namun juga bukan film yang dibawah rata-rata. Dengan alur cerita yang dikemas dengan sederhana, dan bahkan hanya satu alur, maka akan sangat mudah bagi penonton untuk memahami alur drama yang disajikan, toh alur drama dalam film bergenre komedi bukanlah hal yang krusial, karena elemen utama dan yang harus ditonjolkan adalah sisi komedinya, hal lucunya, kejadian konyolnya sehingga membuahkan kehebohan dari gelak tawa penonton. Dan film ini berhasil memberikan proporsi yang pantas untuk unsur drama dan unsur komedi.

Di waktu-waktu awal, banyak sekali penonton dikcekoki dengan alur drama, hingga ke tengah yang semakin tinggi alur komedinya. Namun di saat tensi komedi semakin tinggi dan penonton semakin terlena dengan tawanya, disitulah di bumbui dengan drama antara ibu dan anak yang selalu bertengkar, selalu silang pendapat hingga keduanya memahami posisi masing-masing dan kebenaran mulai terungkap. Praktis, di saat ini tak ada lagi gelak tawa, hanya ada diam hening mengikuti alur drama yang mengharukan.

Campur aduk, antara tawa, diam, hening, bahkan haru menjadi satu dan terangkum dalam film ini.
Dalam teknikal pembuatan film, sekarang lagi seru-seru orang bermain drone yang dilengkapi kamera. Pun dalam film ini, tak ketinggalan menyuguhkan gambar-gambar yang diambil dengan drone. Ini cukup memberikan sisi pandang lain selain shot to shot yang monoton. Termasuk untuk establishing, sangat baik jika gambar diambil dengan bantuan drone.

Latar belakang cerita film ini adalah daerah Padang, yang terkenal dengan kontur pegunungan dan adat yang kental. Untuk keduanya ini sudah terpegang dengan baik, namun ikon-ikon Padang belum terekspose dengan berani, masih sebatas jam gadang dan rumah minang. Bagi mereka yang belum mengenal Padang, maka akan sangat mungkin mereka menerjemahkan bahwa film ini belatar belakang Melayu, yang bisa saya diterjemahkan sebagai Palembang, Malaysia, Aceh atau daerah lain yang serumpun.

Untuk audio, sebenarnya masih bisa di improve dengan lebih baik. Misal dengan sfx yang lebih mendukung kelucuan atau kekonyolan sebuah adegan. Film ini masih kurang berani dengan sfx. Sisi verbal dari pemain masih sangat menonjol.

Penonton/ konsumen film di Indonesia, adalah mereka yang lebih mengutamakan sisi cerita. Pun ini masih kalah dengan kehebohan atau booming atas sebuah film. Banyak sekali film yang kurang bermutu, tapi karena booming maka semakin booming lah. Namun kami sebagai pengamat film, sangat merindukan film-film yang bermutu, yang berkualitas, dan mengedukasi masyarakat, tak hanya film tak bermutu yang di putar di bioskop.


Film Me Vs Mami, sangat layak di rekomendasikan untuk drama keluarga, yang bisa dinikmati oleh segenap keluarga. Terlebih dalam acara kumpul-kumpul keluarga, film ini sangat layak.

Berikut di bawah adalah cuplikannya.


0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar