Jumat, 03 Februari 2017

Wisata Ke Alun-Alun Kota Malang, Perbedaannya Dulu & Sekarang

Wisata Malang, Wisata Malang 2016, Wisata Malang Jawa Timur
Wisata Malang Terbaru, Wisata Malang Paling Hot, Wisata Malang Baru, Wisata Malam Batu Malang, Wisata Di Malang, Wisata Malam Di Malang, Wisata Di Kota Malang, Wisata Kuliner Di Malang, Wisata Alam Di Malang, Wisata Malang Gratis, Wisata Malang Jatim

Alun-alun Malang, adalah alun-alun tua yang terletak didepan masjid jami, dikatakan sebagai alun-alun tua karena mulai dibangun pada 1882. Tak berbeda dengan kota-kota lain di Jawa, umumnya alun-alun adalah tempat berkumpulnya masyarakat disertai dengan banyaknya orang yang menjajakan dagangan, pun ini masih berlangsung hingga saat ini.

Alun-alun Malang yang Anda lihat atau kunjungi sekarang, adalah setelah berbenah. Sehingga terlihat lebih dinamis, terang dan rapi. Sehingga semakin banyak wisatawan dari berbagai daerah yang berkunjung ke Malang menyempatkan mampir ke tempat ini.

Purnawan Basundoro dalam bukunya 'Dua Kota Tiga Zaman' menuliskan bahwa struktur alun-alun di Malang, yang berbeda tersebut dapat diinterpretasikan bahwa alun-alun Malang sejak awal merupakan alun-alun resmi yang digunakan untuk pemerintah kolonial. Namun pada perkembangannya, karena semakin banyaknya orang Belanda yang datang ke Malang, bentuk alun-alun dan fungsinya tersebut sudah dianggap tidak ideal lagi karena terlalu bercorak Jawa. Bercorak Jawa, karena mengikuti tatanan di mana ada masjid jami di depan alun-alun dan adanya pusat pemerintahan. Seperti halnya letak alun-alun dan keraton di Solo maupun di Jogja.

Karena terletak di depan masjid, maka tak heran jika di alun-alun Malang di sediakan saf-saf, yang ini berguna pada saat jamaah di masjid over load dan memerlukan lahan tambahan, yang biasanya terjadi pada saat sholat Idul Fitri.

Sedikit berbicara tentang Malang. Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Nama "Malang" hingga saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah dan belum menemukan satu kesimpulan yang kuat. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama "Malang". Meskipun sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheshwara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti yaitu, Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun yang berngka 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, di sebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang. Di lain pihak, ada yang mengatakan bahwa Malangkuseswara adalah nama Dewa yang pada masa lalu merupakan pujaan masyarakat setempat.



Dalam versi video,silakan nikmati video berikut :


0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar