Jumat, 24 Maret 2017

Online Marketing Berbayar VS Gratis Part 02, Marketing Online

Pemasaran Online, Pemasaran Online Shop, Pemasaran Online Menggunakan Sosial Media
Pemasaran Online, Pemasaran Online Shop, Pemasaran Online Menggunakan Sosial Media, Pemasaran Online Menurut Para Ahli, Pemasaran Online Dan Onffline, Pemasaran Online Melalui Facebook, Pemasaran Jasa, Pemasaran Produk, Pemasaran Internasional, Pemasaran Global

Pada media online, konsepnya tetap sama, marketing harus banyak, harus luas, harus tersegmen dan memiliki target yang jelas yang di aplikasikan di media-media online. Internet bukan lagi hal baru termasuk bagi penduduk Indonesia. Banyak sekali media di internet yang sangat bagus digunakan untuk aktifitas marketing.

Sebut saja sosial media, di Internet marketing sosial media menjadi idaman, karena mampu bersifat personal dan mampu bersifat massal dengan efek viral. Efek viral inipun ada yang merupakan bias dari euforia, namun ada juga yang sengaja di bentuk oleh para pelaku marketing.

Karena tuntutan marketing harus luas, maka tak heran jika ditemui banyak sekali sebaran informasi. Baik bersifat hard maupun soft sale. Termasuk, coba bukalah email Anda dan amati inbox yang masuk, berapa persen yang berbau marketing. Atas tuntutan ini pula, wajar jika kemudian lahir istilah spam, dimana aktifitas ini menebar sebanyak-banyaknya informasi mereka, dengan berbagai sudut dan cara. Belakangan aktifitas ini dianggap mengganggu karena mulai masuk dalam ranah privacy.

Konsep selanjutnya mengatakan marketing harus tersegmen. Inilah kabar baiknya, para pemain marketing di internet mulai sadar bahwa segmen sangat penting. Buat apa menebar informasi yang sangat banyak jumlahnya namun bukan pada sasaran yang tepat, sehingga ini memberikan pengaruh yang baik atas kesadaran ketidak efektifan spam. Spam yang hanya menyebar info ke banyak orang tanpa pandang bulu, menjadi kurang efektif karena segmentasi yang kurang tajam.

Mempelajari kecenderungan dan ketertarikan konsumen atas sebuah hal menjadi perbincangan menarik akhir-akhir ini. Dimana para pelaku internet marketing mulai memperhatikan arah kemana ketertarikan konsumen yang data tersebut kemudian dihubungkan dengan upaya marketingnya. Korelasi ini yang dipelajari, untuk membuahkan kesimpulan empiris, dan menjadi landasan upaya marketing apa yang selanjutnya dilakukan.


Bukan hal baru, bahwa di sosial media orang berhak mengatakan apapun yang disukai maupun yang tidak disukai. Bahkan di social media, orang dengan mudah memberitahukan dimana posisinya berada bahkan perjalanan setiap hari yang ia lakukan. Data personal masing-masing orang ini, jika dikumpulkan akan menjadi kesimpulan atas perilaku. Perilaku inilah yang dipelajari oleh para pelaku internet marketing. Tentu, lanhkah ini jauh lebih mudah dan jauh lebih murah, daripada harus survey personal ke orang per orang. Internet benar-benar memberi kemudahan atas penggalian dana. Tergantung, data tersebut nantinya akan digunakan dengan baik dan terkelola atau hanya menjadi data.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar