Rabu, 12 April 2017

Maaf, Saya PENENTANG Sistem Pendidikan (Part 02)

Pendidikan Indonesia, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Non Formal
Pendidikan Karakter, Pendidikan Di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Non Formal, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Islami, Sistem Pendidikan Di Indonesia, Sistem Pendidikan Nasional

Perlu kekuatan besar dan perjuangan yang luar biasa jika merubah hal tersebut, sebuah sistem pendidikan yang sejak ratusan tahun lalu sengaja di bentuk untuk membentuk mayat-mayat hidup di bangsa ini. Mampukah kita melawan ? Tidak.

Kecuali, jika masing-masing pendidik mau dan bersedia mengawali dari kancahnya yang paling kecil. Yaitu di dalam kelas. Guru/ pendidik didalam kelas (tidak selalu kelas formal, juga seminar, workshop, pelatihan, privat). Menerapkan sistem pengajaran non dikte, dengan menerapkan sesuatu bakat minat masing-masing siswa. Anggap saja, anak didik belajar matematika cukup bisa berhitung, selanjutnya pengarahan pada bakat mereka masing-masing, tidak perlu memaksa sang gitaris belajar matematika hingga trigonometri, tidak perlu mengajari si pelukis bahasa Inggris sampai bussines communication.

Di saat mengajar Internet Marketing, di kelas apapun, baik kelas di kampus, kelas seminar, workshop, pelatihan, privat saya selalu memberlakukan penyaringan pada peserta, karena bidang Internet marketing sangat luas, maka tidak bisa seseorang dipaksa belajar SEO, kecuali memang minatnya itu. Jika memang lebih tertarik pada social media, maka silakan belajar social media sampai mendalam dan menemukan hal-hal baru yang lebih powerful. Jikapun tak menyukai socmed, masih banyak bidang minor lain yang bisa disesuaikan.

Tipikal ini juga diterapkan untuk pengajaran saat memberikan kuliah Teknik Penulisan. Memang tidak semua mahasiswa tertarik dengan tulisan, tidak tertatik menulis. Ok, ini saya hormati dan bagi mahasiswa yang tidak berminat dengan mata kuliah ini, maka saya berikan kompensasi lain sesuai dengan pilihan mereka dan harus bertanggung jawab penuh pada pilihannya. Tidak ada toleransi jika sudah memilih sebuah hal tapi mengabaikannya pula. Sekali lagi, tidak perlu memaksa kura-kura memanjat pisang. Biarlah panjat memanjat menjadi urusan monyet.
Pendidikan Indonesia, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Non Formal

Tingkat stres yang diderita oleh pelajar di sekolah, semakin lama semakin naik. Disekolah stres dengan pelajaran, stres dengan tingkah guru yang general, dirumah pun ada tuntutan dari orang tua untuk selalu rangkin atas. Selalu nilai baik. Ini siapa sebenarnya yang sekolah, anaknya ? apa orang tuanya ? wajar jika anak kemudian melawan orang tua, karena orang tua juga terlalu memaksakan kehendaknya yang dilimpahkah ke anak. Apakah rangkin di kelas menentukan kesuksesan anak itu kelak ?

Semoga dengan membaca tulisan ini, para guru, para mentor, para pembicara, terbuka hati dan jiwanya, bahwa tanggung jawab sebagai guru adalah dunia akhirat. Tanggung jawab yang jauh lebih besar dan vital melebihi impian pundi-pundi harta yang Anda dapatkan.

Ditulis oleh Dedy Fajar (pemimpin redaksi)


0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar