Rabu, 12 April 2017

Maaf, Saya PENENTANG Sistem Pendidikan

Pendidikan Karakter, Pendidikan Di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Karakter, Pendidikan Di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Non Formal, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Islami, Sistem Pendidikan Di Indonesia, Sistem Pendidikan Nasional

Faktanya, sistem pendidikan dikte menghasilkan manusia-manusia seperti sekarang. Yang memang ini sudah dikreasikan sedemikian rupa, dipersiapkan oleh penjajah jauh sebelum bangsa Indonesia menyadarinya. Penjajah merampok tanah ini, bukan hanya bentuk fisik, tapi juga memporak-porandakan mental dan pola pikir.

Mendogma bahwa pendidikan harus formal, pendidikan harus disekolah, dan semua anak harus sekolah. Praktis, sekolah menjadi tempat bancaan atas berbagai faktor ekonomi dan politik. Secara praktis, sekolah mampu menjadi pasar gurih atas segala komoditas berbau pendidikan, dan secara politik, sekolah adalah lahan paling mudah untuk meracuni pikiran pada generasi muda, menumbuhkan egosentris, melahirkan glamour, memberikan “pangkat” dan gengsi. Secara tak tampak, sekolah sekaligus perkumpulan mayat hidup yang dengan mudah diarahkan sesuai arahan politik. Mudah, massal dan terstruktur. Tanpa perlu keliling kampung untuk membujuk satu persatu anak muda, cukup dengan satu ucapan bernama “kurikulum” dan berikan efek domino. Dorrr…berhasil.

Hingga, pada suatu titik, anak-anak muda di generasi ini tidak mengenali bangsanya secara utuh atau bahkan kehilangan identitas sebagai kesatuan Nusantara. Karena saya berada pada bidang pengajaran & pendidikan, maka dalam tulisan ini saya berbicara atas sudut pandang tersebut.
Pendidikan Karakter, Pendidikan Di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini

Jika terlahir sebagai monyet, maka panjatlah pisang sebanyak-banyaknya.
Jika terlahir sebagai kerbau, maka bajaklah sawah sebanyak-banyaknya.
Jika terlahir sebagai anjing, maka jagalah rumah sebaik-baiknya, bedakan mana majikan mana maling.
Jika terlahir sebagai naga langit, maka jagalah khayangan seaman-amannya.
Jika terlahir sebagai kura-kura, maka kelilingilah dunia, sesuai umurmu yang panjang.

Tapi, sistem pendidikan yang kita anut sekarang dan sudah berjalan sekian ratus tahun ini, menjeneralkan kita (anak didik) untuk menjadi satu hal, yang bahkan bukan dirinya. Memaksa kura-kura memanjat pisang sehebat monyet, memaksa kerbau menjaga rumah, dan menurunkan naga langit dari khayangan dan mengutusnya menjadi tikus sawah. Ini tidak manusiawi, bahkan sama sekali tak hewani.

Di sekolah, setiap anak dipaksa belajar matematika, dipaksa pandai berbahasa Inggris, di paksa mampu menerjemahkan fisika. Tapi sama sekali tidak diberi kesempatan menjadi gitaris handal, mulut-mulut para bakat dakwah dibungkam, mengikat tangan-tangan lincah para pemain tenis, membutakan mata para fotografer.
Pendidikan Karakter, Pendidikan Di Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini

Beruntung, bagi mereka yang menemukan lahan/ komunitas yang memiliki bakat dan ketertarikan yang sama dan bersama-sama mengembangkan bakatnya di luar urusan sekolah. Namun justru sebagian besar anak berbakat, terkurung dalam penjara-penjara mental yang sengaja dibuat oleh mereka sendiri sejak hari pertama memasuki sekolah. Bakat-bakat karunia Tuhan itupun runtuh, redam, pupus semakin mampus seiring umur semakin bertambah.

Penjajah berhasil membentuk mayat-mayat hidup. Bernafas, makan nasi, tapi tak ada manfaat. Tumpul otaknya, majal nalarnya, mati hatinya, buta pikirannya. Suatu keberhasilan yang sengaja dibentuk sejak ratusan tahun lampau. Dan, hasilnya adalah sekarang.

Next, ke part selanjutnya.


Ditulis oleh Dedy Fajar (pemimpin redaksi)

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar