Rabu, 31 Mei 2017

Perilaku Gengsi Yang Merusak Moral Pemuda

Gengsi Ekonomi, Efek Gengsi, Gengsi Gede
Gengsi Ekonomi, Efek Gengsi, Gengsi Gede, Gengsi Hidup, Hilangkan Gengsi, Gengsi Membunuhmu, Gengsi Orang Indonesia, Orang Gengsi, Gengsi Remaja, Rasa Gengsi Yang Tinggi, Gengsi Sosial

Gengsi. Sebenarnya apasih yang menyebabkan rasa gengsi melekat pada anak-anak muda jaman sekarang? Apa yang menyebabkan banyak anak muda makin mempersulit hidupnya dengan rasa gengsi?

1.      Adanya budaya feodal
Budaya feodal adalah dimana orang yang mempunyai materi lebih yang akan menguasai. Lalu dengan adanya budaya feodal ini maka akan menciptakan status-status sosial. Inilah salah satu yang memicu seseorang untuk pindah kelas. Dengan cara apa? Ya dengan cara pamer terlebih dahulu meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar pindah kelas.

2.      Menyukai sosialisasi
Sosialisasi dapat mengakibatkan terjadinya saling pamer antara satu dengan yang lain. Yang otomatis hal ini akan menyebabkan rasa gengsi yang tinggi.

3.      Tidak ingin kalah
Maksud dari tidak ingin kalah adalah ingin menyaingi teman-temannya. Jika temanya mempunyai suatu barang branded, ia harus punya sama ataupun kalau bisa yang lebih dari itu. Karena jika barang yang dimilikinya bukan yang sedang nge trend atau yang sedang banyak digunakan oleh teman-temannya maka akan merasa malu dan merasa lebih rendah dari teman-temannya. Padahal jika kita sebagai anak muda mempunyai teman-teman yang baik, yang tulus berteman dengan kita bukan karena suatu materi, mereka tidak akan berpikir seperti itu. Mereka akan tetap selalu menerima kita apa adanya bukan dari ada apanya.

4.      Mengikuti trend
Trend akan selalu berganti setiap saat selama kita hidup. Jika kita membicarakan sebuah trend, maka tidak akan ada habisnya. Selalu mengikuti trend adalah tak lepas dai rasa gengsi. Merasa malu jika tidak up to date dengan trend yang ada.
 
Sebenarnya gengsi merupakan budaya masyarakat kelas tiga seperti Indonesia, dimana masyarakatnya cenderung konsumtif. Rasa gengsi memang sulit untuk dihilangkan. Tetapi bukan tidak mungkin untuk dihilangkan.

Memulai pertemanan dengan orang-orang yang positif adalah salah satu solusinya. Bukan berteman dengan orang-orang sosialita hanya agar tertular ‘hits’ padahal tidak mampu mengikuti mereka, tetapi berteman dengan orang-orang yang dapat memberi manfaat yang baik untuk diri kita.
Selanjutnya adalah menanamkan pada diri sendiri untuk selalu mensyukuri apa yang kita punya. Menikmati apa yang kita punya. Bukan di masa muda ini kita hanya sibuk meladeni rasa gengsi lalu lupa untuk memikirkan masa depan. Karena yang bisa menghilangkan budaya gengsi ini adalah kita sendiri bukan orang lain.

Mempunyai pendirian yang teguh juga sangat penting agar kita tidak selalu menjadi pribadi yang selalu ikut-ikutan. Tidak selalu megikuti trend yang sedang hits di kalangan anak muda. Karena itu juga akan membuat hidup tidak akan pernah merasa tenang, selalu dipenuhi kegelisahan.


Tidak memperdulikan apa kata orang atau cemoohan orang juga dapat menghindari rasa gengsi ini. Tetap menjadi diri sendiri apa adanya sesuai kemampuan. Bukan memaksakan diri untuk menjadi orang lain. Percayalah bahwa setiap individu itu unik. Tinggal bagaimana caranya kita meningkatkan rasa percaya diri kita dan menghindari rasa malu. 

Ditulis oleh Fanni Rahmatika dengan penyesuaian dari redaksi

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar