Sabtu, 02 September 2017

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 1 : Hingar Bingar Dunia Maya

Search Engine Optimization, Paid Promotion, Google Adword, Facebook Ads
Search Engine Optimization, Paid Promotion, Google Adword, Facebook Ads, Instagfram Ads, Mesin Pencari, Mengoptimalkan Mesin Pencari, Metode SEO, Belajar SEO,SEo Untuk Website

Bahkan hingga detik ini saya masih banyak dibuat heran, betapa para pelaku newbie di bidang pemsaran internet, bahkan yang sangat gapteg dan tidak paham apa itu internet, selalu datang dengan membusungkan dada dan mengatakan keinginan masuk dan menaklukan SEO. Atau dengan tipe orang kedua, yang berangkat dengan kedangkalan pengetahuan dan lalu menantang masuk ke dalam paid promotion untuk produk atau jasanya.

Selalu saja, saya tanyakan pada dua tipe orang ini. Orang pertama, menantang masuk ke SEO, selalu saya tanyakan, selain google mail, apa saja provider email yang memberikan layanan email gratis ? Jika dengan pertanyaan ini saya sudah tak mampu menjawab, lalu apakah siap menaklukan SEO ?
Tipe orang kedua, pun saya tanyakan hal ringan & dangkal, keinginannya luar biasa demi menakulkan paid promotion. Berapa anggaran Anda sebulan untuk iklan ? Atau belum menanyakan anggaran dulu. Pertanyaan utama, apakah Anda sudah paham siapa target iklan ? Pertanyaan awal, dangkal dan mendasar tapi banyak yang belum mampu menjawab.

Wajar, baik SEO maupun Paid Promotion adalah salah satu hingar-bingar dari betapa gemerlapnya dunia maya. Sebuah kemampuan menjangkau segala bentuk manusia di seluruh dunia, menjanjikan pasar yang jauh luas dan jauh lebih melebar dari sasaran market lokal. Karena sifatnya yang tak terpengaruh natasan teritorial inilah, dunia maya semakin dilirik dan dianggap menjanjikan bagi sebagai pengusaha, terlebih bagi yang berorientasi menjual produk/ jasanya secara lebih simultan ke segala arah. Namun, dari sifatnya yang juga luas inilah, justru melahirkan pemahaman yang tidak holistik dari penikmatnya.
Search Engine Optimization, Paid Promotion, Google Adword

Katakan social media. Di awal peluncuran social media dikenal sebagai ajang mempermudah komunikasi terlebih bagi yang letaknya berjauhan. Ini tidak beda jauh dengan email yang menggantikan keberadaan surat fisik. Social media memberikan warna baru, yang lebih interaktif dari pada sekedar email. Namun pada perjalanannya, social media banyak digunakan untuk urusan bisnis. Ini memang tidak salah, namun inilah yang terjadi bahwa pergeseran telah terjadi. Pergeseran dari nilai awal untuk dijadikan apa, dan perkembangan waktu menjadikannya apa.

Indonesia, adalah salah satu negara paling berprestasi dalam menggunakan apapun, baik produk maupun jasa. Membuat negara di katulistiwa ini menjadi pasar paling menggiurkan bagi bisnis apapun dari belahan dunia manapun. Telah tercatat Indonesia adalah negeri paling aktif se-Asia Pasifik dalam menggunakan Instagram. Bahkan, pengguna instagram di Indonesia adalah pengguna yang paling banyak membagikan Instagram story no wahid di dunia. Tercata hingga artikel ini diterbitkan, pengguna Instagram di Indonesia mencapai 45 juta jiwa. Dan tentu ini akan terus berkembang.

Ke hingar bingaran dunia maya tidak berhenti sampai disitu. Tabiat orang Indonesia, bahkan penduduk bumi dalam menggunakan internet, tidak serta merta hanya habis untuk urusan menggali informasi maupun berbagi data, atau sekedar pamer foto narsis. Tentu, dimana ada lahan disitulah ada kambing, dimana ada peluang disitulah ada bisnis dan potensi uang. Para pembesar konglomerasi berbondong-bondong dan mengeluarkan banyak uangnya untuk membanguns aset di internet. Tentu, aset yang tidak tampak, dalam artian aset yang tidak bisa dipegang. Tidak lagi membangun gedung perkantoran, tidak lagi membangun apartemen, tidak perlu lagi menggusur pasar tradisional untuk alih fungsi mall, tidak perlu lagi merelokasi pedagang gerobakan dan tidak perlu lagi bersikeras membagi lahan antara pejalan kaki dan pedagang. Tapi aset yang mampu melesat cepat dan jauh, bahkan dalam hitungan detik mampu dikunjungi oleh orang dari seluruh dunia. Bandingkan, jika membangun mall secara fisik, butuh dana berapa banyak dan waktu berapa banyak, untuk mengundang orang seluruh dunia mau dan mampu mengunjunginya ?

Bisnis besar akan menjadi besar. Di dunia nyata ini bisa saja terjadi. Namun di dunia maya, bisa menjadi berbeda pula. Bagaimanapun seokor gajah yang perkasa, akan selalu membuat perhitungan kala berjumpa dengan semut yang kecil. Bahkan jauh lebih kecil dari sebatang rambut yang ada di kepalanya. Dunia maya memberikan begitu banyak ruang dan memberikan sedemikian banyak deretan kesempatan. Bagi yang bermodal besar maupun yang bermodal cekak, mampu menjadi pemenang.

Karena di dunia maya, bukan lagi seberapa kuat keadaanmu secara fisik dan secara keuangan. Tapi seberapa hebat mampu membaca dan menganilsa data. Tahap di masa ini adalah perkembangan dunia maya dalam menyentuh sektor-sektor penting dalam kehidupan manusia, utamanya dalam hal komunikasi. Masih banyak waktu yang dibutuhkan oleh teknologi dunia maya untuk mampu memboyong perilaku manusia dari dunia nyata ke dunia maya. Masih butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun akan jawabatan hal tersebut. Tinggal nanti waktu pula yang akan menjawab, seberapa lama teknologi dunia maya mampu mendampingi pola hidup manusia.



0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar