Rabu, 06 September 2017

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin

Search Engine Optimization, Paid Promotion, Google Adword, Facebook Ads, Instagfram Ads, Mesin Pencari, Mengoptimalkan Mesin Pencari, Metode SEO, Belajar SEO,SEo Untuk Website
Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin
Beberapa mesin pencari yang banyak di gunakan di dunia

Bahasan di Part 2tentang bagaimana mangkuk yang semakin banya terisi pasir dan kemungkinan tumbangnya mangkok tersebut. Meskipun butiran pasir hanyalah elemen kecil dalam suatu mangkok, tetap akan menjadi masalah dibelakang hari jika mangkuk itupun tidak segera menguatkan diri dan memperlebar daya tampungnya.

Google, sebagai mesin pencari yang paling di pakai di Indonesia serasa semakin mengukuhkan cengkeramanna. Entah sebagai asumsi bisnis atau untuk urusan lain, bahkan google memetakan seluruh wilayah Indonesia, mulai jalan besar hingga gang tikus berhasil dipetakan dan dikomentasikan olehnya, alasannya untuk mempermudah pengguna dalam menemukan lokasi titik tertentu, mungkin. Tapi se-labay itu kah ?

Penggiat SEO di negeri inipun, begitu memantau google, apapaun perubahan yang terjadi padanya sontak menjadi emosi meluap-luap dan menjadi issu super dahsyat yang mengalahkan issu panasnya ke Bhinekaan di negeri ini.

Katakan saja, Google ada perubahan algoritma, entaha apapun tajuknya, mulai dari google panda hingga google penguin yang intinya terjadi perubahan dalam cara google menbaca aset digital. Pada dasarnya, bukanlah algoritma yang diubah, jika memang algoritma diubah, maka betapa besar biaya yang di keluarkan perusahaan bernama google itu untuk membenahi seluruh susunan otak mesin pencarinya mulai ujung hingga pangkal demi memperbarui fasilitas. Tidak, tentu perusahaan selevel google akan mempertimbangkan biaya bahkan serupiah pun. Bukan algoritma yang diubah, hanya sistem keamanannya saja yang diubah. Dalam artian di upgrade, di tambah, diperbarui.

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin
Lama kelamaan, dia akan tau dimana kita meletakan
sabun di dalam kamar mandi kita


Apakah google tidak aman ? memang. Perusahaan google yang senantias mencengkeram negara jajahannya baik fisik dan non fisik, tentu semakin melakukan cara-cara bahkan yang tidak rasional sekalipun, tujuannya adalah mengumpulkan data, data, dan data. Dana pemetaan lokasi, data kependudukan hingga data gudang senjata. Entah apapun namanya google map, google email, google location, google drive dan berbagai google lainnya. Tentu dengan keadaan yang seperti ini bukan tak mungkin google memiliki banyak musuh. Dan inilah yang membuat google menjadi tidak aman. Google menjelma menjadi bentuk lain, bukan sekedar mesin pencari.

Ancaman datang juga dari penggiat SEO. Yang selama ini seakan mendewakan halaman 1 google, menjadikannya sebagai sebuah tujuan sehingga melakukan apapun yang mungkin, melakukan apapun yang bisa, dan tentu melakukan apapun yang gampang dan mudah. Maka lahirlah berbagai upaya mempermudah dan menggampangkan. Anggap saja, penyebaran backlink untuk mengangkat aset digital menuju halaman yang dituju, tak jarang para penggiat SEO menggunakan robot, dalam bahasan ini adalah berupa program. Beberapa saat metode penggampangan kerja dengan robot ini berhasil dan mampu membuat aset digital berada di halaman puncak google. Namun, merasa kecolongan google pun kembali menambah satpamnya agar tidak terkelabuhi dengan robot semacam itu.

Heran, kenapa selalu memperebutkan halaman 1 di google ?

"Wajar, pertama google memang menjadi primadona karena saking terkenalnya. Orang nun jauh dipelosok gunungpun akan membuka google untuk mencari sesuatu. Karena fakta atas demikian terkenalnya google, sehingga hasil puncak di google menjadi primadona. Ini sangat manusiawi, dimana ada apapun yang terkenal dan mahsur, maka akan sangat banyak orang memperebutkannya hingga melakukan cara apapun."

Kedua. Google adalah tipikal perusahaan dengan layanan mesin pencari yang paling narsis. Google paling rajin mengadakan acara kumpul-kumpul, dengan berbagai tajuk. Katakan saja tiap google meluncurkan fasilitas baru, maka kampanyenya tidak cukup di dunia maya, bahkan google rela merogoh kantong demia tour keliling dunia untuk sosialisasi fitur barunya. Termasuk jika adanya perubahan sistem keamanan yang dibahas diatas. Tiap ada perubahan sistem keamanan, google mengundang para jagoan SEO dalam satu forum yang biasa diadakan di kota-kota besar tak terkecuali Indonesia. Dalam forum tersebut google mempublikasikan tentang perubahan apa yang dilakukan. Dan ini memang hal yang disengaja oleh google.

Reposisi Keefektifan & Kerancuan SEO vs Paid Promotion Part 3 : Adu Drama Antar Mesin

Begini logikanya. Google sering kecolongan, atau membiarkan diri kecolongan oleh para jagoan SEO atas banyak trik nya. Tibalah di satu titik, trik para jagoan SEO berhasil dan mampu mengelabuhi google. Step selanjutnya sudah bisa ditebak, google akan memperbaiki sistem keamannya, lalu di publis lagi ke para jagoan SEO lagi, lalu kecolongan lagi, update lagi, publis lagi dan begitu seterusnya. Menjadi satu lingkaran bisnis yang tak ada habisnya. Apapun yang dilakukan untuk mencebol google, entah jebol beneran entah kagak, tapi hasil yang pasti adalah google semakin terkenal dan semakin eksis.

Mesin pencari sekelas Yahoo yang kabarnya telah pailit beberapa waktu lalu, kemudian Bing dan Ask. Seakan tak lagi memiliki ruang. Ruang di dunia maya yang berimbas pada perilaku konsumen di dunia nyata. Jelas, para mesin pencari penantang google sampai saat ini masih sibuk memberikan layanan sebagai mesin pencari, belum mampu menyuguhkan fasilitas sebanyak google yang bahkan mampu menemukan dimana pacar anda sekarang dan selingkuh dengan siapa.

Nangkring di halaman 1 google masih menjadi primadona. Terlebih yang menggunakan aset digital untuk kebutuhan bisnis. Dan peluang menggunakan metode SEO jauh lebih leluasa dan terbuka dengan peluang yang masih sangat luas dibanding dengan promosi berbayar seperti yang telah diulas di part sebelumnya yang diibaratkan dengan sebuah mangkuk.

Toh semisal mangkuk yang bernama google akan penuh atau tumbang sekalipun. Telah banyak pilihan yang sekarang sudah ada dan proses pengembangan. Sementara hal yang sama tidak berlaku pada social media. Orang Indonesia memang gemar ngerumpi di social media, tetapi popularistas social media untuk mencapai puncak jauh lebih sulit.


0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar