Pentingnya Watermark Part 1 : Fungsi Watermark Untuk Marketing

Watermak, adalah hal kecil dan bahkan remeh sehingga sering dilupakan orang. Namun dibalik itu semua, justru watermark menjadi hal yang sangat penting, tergantung dari sudut mana kita meposisikannya. Terlebih bagi anda penggiat usaha di bidang online, katakanlahonline shop.

Pentingnya Watermark Part 2 : Membuat Watermark Massal dan Mudah

Di video kedua ini, kami sajikan lengkap langkah-langkah mulai mendesain watermark dengan cara paling mudah dan gampang, serta kami demokan juga bagaimana jika Anda ingin memberikan watermark untuk banyak gambar sekaligus.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 7

Training Center atau yang biasa disebut TC, adalah salah satu cara/ event belajar internet marketing yang diadakan dalam 6 hari. Dalam TC ini peserta sudah mendapat fasilitas materi, penginapan dan makan siang selama pelajara/ materi berlangsung.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas Day 2

Hari kedua, adalah pembahasan materi untuk marketing menggunakan social media. Dimana pembahsan ini adalah pembahasan pemasaran menggunakan media social media, dengan cara yang efektif dan sopan. Sopan dalam artian, pemasaran menggunakan social media bukan menggunakan spam, bukan dengan penyebaran isu maupun bukan dengan pesan berantai yang membodohkan. Tapi dengan cara marketing yang memberikan efek edukasi.

Belajar Wirausaha Internet Marketing, Pelatihan Internet Marketing Hari Pertama, TC Piranhamas

Untuk kali ini, adalah TC yang sudah angkatan ke sekian, persisnya berapa, saya belum merumuskan datanya. Acara ini rencananya akan digelar dalam tempo tertentu. Dalam video yang kami sajikan, juga telah kami sajikan kontak person untuk informasi dan pendaftaran atas event ini.

Selasa, 31 Oktober 2017

Dominasi Digital di Depan Mata

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang, Seminar Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Seminar, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar, Pembicara Internet Marketing Pegasus, Pembicara Internet Marketing Pelatihan, Workshop Pembicara Internet Marketing

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang
Keseimbangan online dan offline. Ini mutlak dilakukan. Bagi yang sudah sukses di offline juga harus menuju online, demikian juga sebaliknya yang sudah sukses di online juga mestinya menambah aset di offline. Sehingga mampu menangkap pasar lebih luas, yaitu pasar online dan pasar offline.

Saat ini, di Indonesia utamanya, pasar memang masih dominan offline, dimana masih banyak ditemui masyarakat tiap mendekati lebara berbondong-bondong belanja baju ke toko. Namun tahun ini dan semakin tahun, pola seperti ini akan semakin tergerus dan beralih ke online, dimana orang tak lagi susah-susah antri, cukup didepa perangkat elektronik untuk berbelanja. Perubahan perilaku belanja  masyarakat ini harus dibaca betul oleh pengusaha agar usahanya tetap berjalan baik dan tetap memperoleh pasar.

Demikian juga dengan para produsen. Pola belanja konsumen sudah berbeda, jika dulu produsen memerlukan agen dan kemudian pedagang besar baru tiba ditangan konsumen. Sekarang skema itu langsung terpotong, dimana produsen langsung menuju pedagang ritel, bahkan mulai banyak produsen yang langsung menjual barangnya ke konsumen.

Berkat adanya dunia maya/ internet. Pola belanja masyarakat semakin menuju dunia digital. Praktis semakin banyak pengusaha yang berinvestasi masuk dunia maya dan menggarapnya dengan serius. Tentu ini bukan isapan jempol belaka, tapi ini adalah gejolak dimasyarakat yang perlu ditelaah, kemana arahnya.

Data menunjukan, dari waktu ke waktu beberapa toko bahkan pemain kelas raksasa bertumbangan karena arus konsumen yang semakin berkurang akibat konsumen mulai beralih belanja ke media online. Saya sempat prihatin beberapa waktu lalu tentang toko ritel raksasa yang pailit, bahkan toko mainan terbesar di dunia pun harus tutup usia dan di beli oleh media jualan online.

Inilah masanya, untuk para raksasa offline segera koreksi diri. Dan mau tidak mau harus masuk online, karena dunia bergerak mengarah kesana. Sudah bukan lagi waktunya mempertahankan idealiseme. Pilihannya hanya dua, masuk online atau ketinggalan jaman. Ketinggalan jaman = mati.

 =========================

Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
31 Oktober 2017, Malang – Indonesia

Senin, 30 Oktober 2017

Momentum Sumpah Pemuda 2017 : Pemuda Di Garda Depan Pembangunan Bangsa

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang, Seminar Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Seminar, Seminar Oleh Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Dedy Fajar, Pembicara Internet Marketing Pegasus, Pembicara Internet Marketing Pelatihan, Workshop Pembicara Internet Marketing

Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang

Bangsa ini dibangun dengan pilar-pilar semangat juang yang luar biasa dan keberanian berapi-api yang membuat lawan takut mengigil mendengar teriakan para pemuda bangsa ini. Sesuai dengan momentum Sumpah Pemuda, para pemuda bangkit, dengan kemampuannya, dengan kredibilitasnya, dengan intelektualnya, bahkan dengan ototnya, semua bersatu pada dalam tujuan kebaikan dan kebebasan bangsa dari cengkeraman kedzoliman. Pada 1928, para pemuda berkumpul, dengan satu tujuan adalah kemerdekaan bangsa. Tak peduli kapan kemerdekaan akan dicapai, tapi satu langkah ini justru menjadi sakral dan melandasi banyak perjuangan setelahnya.

Era kemerdekaan, pemuda bukan lantas hanya terdiam menikmati kemerdekaan dan berpangku tangan. Tantangan era kemerdekaan pun tetap berada di bahu para pemuda. Saya sangat teringat dengan sikap Proklamator Ir Soekarno, yang dengan semangat berucap 

“beri saja 10 pemuda maka akan ku guncang dunia”. Hanya 10 pemuda, ya hanya dengan 10 pemuda sang Proklamator akan mengguncang dunia. Ini indikasi nyata bahwa pemuda memiliki kekuatan dan posisi yang diperhitungkan.

Saya sangat apresiasi terhadap rekan-rekan panitia Dema Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah menggelar Seminar Nasional, yang mengumpulkan pemuda-pemuda dari berbagai lapangan, dari berbagai profesi, dari berbagai sudut pandang untuk bersatu padu dalam perjuangan. Seluruh pemuda terlibat dalam kepanitiaan, peserta hingga pada posisi narasumber.

Ketiga Narasumber dari kalangan pemuda adalah Budi Fajar S (saya sendiri), berserta Azrul Ananda yang saat ini menjabat sebagai Ceo Jawa Pos Grup dan rekan saya Bari Arijono seorang pengusaha muda pemilik Digital Entreprise Indonesia. Ketiga pemuda sepanggung, dari berbagai latar belakang dan pandangan, yang disatukan dalam satu visi.
Pembicara Internet Marketing, Pembicara Internet Marketing Malang, Pembicara Internet Marketing di Malang

Seminar ini digelar di Kampus UIN Malang pada 18 Nov 2017. Keterangan selengkapnya ada di brosur yang saya cantumkan juga dalam tulisan ini. Saya berharap, hal seperti ini secara simultan terus ada, untuk menjalin mata rantai yang utuh dalam pengembangan pemuda.

=======================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
30 Oktober 2017, Malang – Indonesia






Minggu, 29 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 4 : Pilar-Pilar Instagram Marketing

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Jika endrose memang sudah tak lagi efektif. Maka pilihan berikutnya adalah pada promosi berbayar yang memang ini sangat difasilitasi oleh Instagram, dan dengan metode promosi pendekatan SEO. Promosi pendekatan SEO dalam artian, menggunakan kekuatan-kekuatan yang memang sudah ada dalam tubuh Instagram untuk mendongkrak penjualan tanpa menggunakan promosi berbayar. Namun jika kedua metode ini digabungkan, maka akan menjadi bentuk kekuatan tangguh yang sulit dikalahkan oleh kompetitor.

Untuk mencapai keutuhan dalam metode SEO, beberapa pilar yang harus diperbaiki adalah :
Satu, pilar interaksi. Tentu, sosial media apapun interaksi adalah kunci. Namun justru inilah yang sangat banyak dilupakan orang. Interaksi justru minim. Terlebih bagi mereka yang bermental ‘sok artis’ yang penah di bahas di part sebelumnya, inginnya di LIKE, inginnya di Subcribe, inginnya di komen tapi tidak memberikan umpan balik sehingga interaksi tidak terbangun dengan baik. Ini kesalahan fatal jika Anda menggnakan socmed namun tidak membangun interaksi. Sama halnya Anda masuk  sebuah lingkungan, ingin menjadi terkenal, namun selalu menutup komunikas dengan tetangga.

Dua, pilar pencarian. Jika berbicara Blog/web maka meta data menduduki peran utama dalam kaitan dengan mesin pencari. Namun pada sosial media, rasanya terlalu sulit jika menanamkan meta data. Karena sosial media bersifta mikro blog, sekali tulis setatus, upload foto, ya sudah, tidak ada maintanance tentang meta data. Karena di sosial media tidak ada meta data, maka pergunakan metode pencariannya, misalnya dengan hastag.

Hastag pada Instagram khususnya, sebenarnya adalah keberagaman topik yang dibicarakan oleh orang diseluruh dunia dan menjadi satu kategori yang sama. Kategori inilah yang disimbolkan dengan hastag. Sadar atau tidak, saat Anda mengetik hastag atau tandapagar (#) di Instagram maka akan muncul saran-saran hastag yang bisa diguanakan. Tapi, masih saja ada pengguna instagram yang menggunakan hastag ngawur alias hanya sesuai keinginnya.

Tiga, penataan grafis. Sangat erat dengan pemandangan pertama yang diberikan pada konsumen. Lihat saja, Anda pun akan jauh lebih nyaman dan betah berda di toko dengan penataan rak display produk yang bagus, rapi dan terstruktur. Dan Andapun merasa tidak nyaman berada dalam toko dengan keadaan kacau balau, berantakan, dan sama sekali tak teratur.

Aplikasikan konsep tersebut dalam Intagram Anda, yang khusus untuk jualan produk maupun jasa. Uploadlah gambar yang baik, grafis yang baik dari produk atau jasa Anda. Atur sedemikian rupa agar tampak rapi dan terstruktur. Bukan melulu upload upload dan upload, terlebih upload hal-hal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan jualan. Kesalahan terebsar saat upload adalah, memaki-maki, mencaci atau mengeluh.

Memang manusia tak lepas dari sifat tersebut, tetapi mengeluh di sosial media atau bahkan mencaci pihak lain dengan sosial media yang untuk jualan, maka sama artinya anda menjebloskan citra diri dan perusahaan Anda dalam kantung sampah.

Empat, pilar keseimbangan. Bisa juga pilar keempat ini diposisikan sebagai penguat pilar pertama yaitu tentang interaksi. Bedanya, pilar keempat lebih mengarah pada sistem keseimbangan. Begini maksudnya, Anda adalah pengguna Instagram yang tentu ingin memiliki banyak follower dan in sangat manusiawi. Namun, disamping Anda menginginkan orang lain nge-follow Anda, maka Anda pun terlebih dahulu nge-follow orang lain. Jika ingin orang lain ngefollow, ya Anda ngefollow orang lain dulu. Lalu gimana jika orang yang di follow enggak ngasih folback ? Gampang, jaman sekarang banyak aplikasi yang bisa mendeteksi hal seperti itu bahkan langsung mampu menghapus akun yang tidak melakukan folback. Berikan saja tugas seperti ini pada mesin/ aplikasi, Anda tidak perlu mendatanya satu-persatu.

Keempat pilar tersebut adalah kekuatan Instagram yang sangat bisa dieksplore lagi dari sisi pendekatan SEO. Dan keempat pilar ini sangat sederhana serta gampang dilakukan oleh siapapun. Namun masih sangat jarang yang menyadari keempat kekuatan ini sehingga belum menggunakan dengan maksimal.

Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar 29 Oktober 2017, Malang – Indonesia






Sabtu, 28 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 3 : Kemunculan Seleb Gram Abal-Abal

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram, sama halnya dengan Twitter lebih menganut sistem follow & unfollow. Yang artinya ini komunikasi satu arah, dimana beranda Anda hanya kemunculan kabar dari orang yang Anda follow. Berbeda denghan sistemnya Facebook yang menganut friendlist dimana jika sudah berteman maka akan saling bisa melihat kabar masing-masing.
Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Sistem follow yang dianut Instagram memberikan peluang untuk diikuti orang lebih banyak. Paling tidak 1 akun Instagram diperbolehkan mengikuti 7500 akun lain dan dapat diikuti dengan jumlah tanpa batas. Inilah keuntungannya, bagi para pajabat atau seleb, karena mampu menampung jumlah fans yang tidak terbatas. Sekaligus melahirkan gejolak mental “sok artis” dimana orang akan jauh lebih bangga jika di follow dan malas atau bahkan ogah ngefollow akun lain.

Secara awam keanhan mental tersebut bisa dianggap angin lalu. Namun dalam segi bisnis, ini tidak semata-mata dipandang sebagai kelemahan, namun mental para pengguna ig yang “sok artis” ini tadi mampu dijadikan kekuatan tambahan untuk mendongkrak bisnis. Ya, salah satunya dengan metode endorse. Tapi untuk satu metode ini, rasanya sudah tidak efektif saat ini karena perilaku pemakain ig juga sudah bergeser. Jadi, bagi Anda yang memiliki mental “sok artis” dan memiliki banyak follower, tidak perlu berbangga dan tidak perlu berharap akan rame tawaran endorse dari para pelaku online shop. Masanya sudah berbeda.

Memang, di sekitaran 2 tahun lalu. Endorse sangat efektif, karena kedua belah pihak diuntungkan, baik pemilik akun amupun online shop yang nitip jual (endorse). Bahkan online shop akan siap mengeluarkan dana berapapun untuk penawaran endorse. Namun, seiring pengguna ig semakin bertambah dan ‘seleb gram’ semakin bertebaran, justru endorse semakin kurang kekuatannya. Salah satu penyebab fatalnya, adalah semakin menjamurnya ‘seleb gram’ abal-abal yang memamerkan follower dengan jumlah boombastis namun tidak terjadi interaksi di dalam akunnya. Sangat bisa disimpulkan, sang seleb gram ini hanya membeli akun dan itu adalah akun pasif, alias bukan akun manusia tapi akun robot.

Disatu sisi, kmunculan para seleb gram abal-abal ini, memberikan literasi baru bahwa tidak melul selebriti di tv yang bisa di endorse, tidak melulu seleb gram yang sudah terkenal yang bis di endorse. Namun, perhatikan, apakah seleb gram baru ini benar-benar memiliki penggemar yang real akun, atau hanya membeli akun-akun palsu sebagai followernya demi untuk terlihat wow di sosial media karena followernya banyak. 


Jadi, jangan silau dengan mereka yang followernya banyak, belum tentu itu semua akun real human.

Bagi Anda pelaku online shop. Bahwa mempromosikan produk/ jasa di instagram tidak melulu dengan endorse. Ada banyak sekali metode lain yang bisa digunakan baik dengan pendekatan metode SEO maupun pendekatan metode berbayar non endorse. Gunakan keuangan/ plot dana promosi Anda dengan sebaik-baiknya. Jangan membakar untuk hal yang kurang penting dan keefektifannya sangat rendah.

Tips mengetahui mana seleb gram yang benar-benar seleb dan mana yang abal-abal adalah sangat mudah. Lihat saja berapa followernya dan berapa komen di fotonya. Jika followernya 1000 (misalnya) paling tidak ada 1% komentar di tiap fotonya, jadi ada sekitar 10 komentar di tiap fotonya, lebih dari itu semakin baik. Namun jika di fotonya terdapat komen yang kurang dari jumlah itu apalagi sepi komen, maka berarti followernya hanya akun palsu dan hanya bertujuan menambah angka follower saja.
Kenapa asumsinya komen ? kok bukan like.

Ya, karena like di tiap foto bisa dibeli dan ada metode tersendiri untuk menyuntikan like ke tiap foto di instagram dengan bantuan aplikasi tertentu. Sehingga like bukan ukuran.

Bersambung ke Part selanjutnya.


Jumat, 27 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 2 : Jemput Sebelum Booming

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Dalam setiap perubahan, selera masyarakat menjadi faktor penentu. Katakan saja, beberapa tahun lalu Facebook menjadi sangat fenomenal, karena mampu menjaring selera/ minat masyarakat saat ini, yang sangat menyukai sosial media yang mampu bertukar teks, gambar bahkan video dengan sangat mudah. Seiring saat itu, komputer PC dan laptop menjadi perangkat gadget yang juga banyak diminati.

Hal nya dengan sekarang, Smartphone adalah gadget yang paling diminati, sehingga masyarakat pun seleranya berpindah dari social media berbasis komputer ke sosial media berbasis mobile. Facebook pun membaca gejolak ini dan semakin merapikan facebook versi mobile. Namun tawaran dari Instagram, rupanya lebih menggoda masyarakat.

Di artikel tentang Facebook Ads, sempat saya sajikan data tentang angka-angka pengguna sosial media. Nomor wahid masih diisi oleh Facebook, sementara posisi kedua oleh WhatsApp dan Instagram menduduki peringkat 10 besar. Pemain besar inilah yang nanti akan merubah keadaan, baik data maupun rangking. Sangat mungkin akan ada yang menggeser dan tergeser.

Korelasinya dengan pemasaran di internet, tentu ini menjadi peluang. Akan ada sosial media yang tergeser dan menggeser. Selain kesempatan baru, ini juga melahirkan sebuah evaluasi. Bahwa selalu terjadi perubahan di dunia internet, dan bijaklah dalam menghadapi perubahan ini.

Manfaatkan kesempatan yang ada. Instagram mampu menjadi kuda hitam dalam percaturan sosial media. Dan saat ini Instagram dalam fase naik daun, belum berada di puncak. Jika para pemasara di internet membaca peluang ini, maka akan benar-benar panen saat Instagram nanti berada pada fase puncak/ booming.

Dalam beberapa seminar sebagai Pembicara Internet Marketing, saya sering menyampaikan. Mafaatkan kesempatan ini, gunakan Instagram sebaik-baiknya untuk perkembangan bisnis Anda, baik sebagai media promosi maupun sebagai media branding. Mumpung Instagram sedang naik daun, mumpung arah selera masyarakat menuju ke Instagram. Ibaratnya, sebarlah jaring sekarang di posisi arus sungai. Sehingga saat ikan mengikuti arus, maka terimalah panen sebanyak-banyaknya.

Memang, kesempatan selalu datang dan datang lagi. Tapi yang menjadi fokus adalah tentang timing, semakin cepat mengambil kesempatan dan semakin baik memanfaatkan kesempatan ini. Maka hasil akan lebih cepat diperoleh, lebih banyak dan lebih panjang usianya. Namun jika terlambat mengambil kesempatan ini, maka di saat kompetitor Anda sudah panen, Anda baru menyebar benih. Dikhawatirkan, justru saat trend sudah menurun, Anda baru menuju masa panen. Memang panen, tapi hasilnya tidak sebanyak kompetitor yang sudah menyadari ini dari awal dan mulai melakukan aksi.

Bersambung ke Part selanjutnya.


Senin, 23 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 1 : Silih Ganti Sosial Media

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Bahkan hampir tiap detik terjadi perubahan. Termasuk dalam dunia sosial media. Saya masih ingat saat SMP dan internet masih menjadi sesuatu yang langka, adalah Friensdter sebagai sosial media paling hits saat itu. Kehadiran Friendster menjadi satu bentuk dunia baru, dimana social media ini berhasil membuktikan bahwa ada manusia di sudut dunia lain yang sedang berinteraksi dengan kita. FS juga mampu membuktikan, bahwa internet mampu menembus batas wilayah dan memungkinkan antar pengguna bertukar gambar. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, saat itu.

Wajar, jangankan berkenalan atau mendapatkan jodoh dari sosial media. Saat itu, pola pikira masyarakat belum paham apa itu internet dan tidak mampu menerjemahkan bagaimana caranya internet mampu memberikan kemungkinan berkirim data dari jarak yang sangat jauh tanpa menggunakan pos dan tanpa disket, dan itulah yang disebut email. Pola pikir masyarakat saat itu, belum mampu menerima bagaimana mungkin orang satu dengan yang lain saling bercakap-cakap hanya dengan duduk didepan komputer.

Hari ini, hampir tiap manusia memiliki akun Facebook, praktis Facebook menjadi sosial media paling fenomenal saat ini. Facebook benar-benar merubah pola pikir dan pola komunikasi manusia. Berbagai data, gambar, tulisan bahkan video menjadi sangat mudah. Sehingga pola pokir manusia pun berubah dari komunikasi secara fisik dengan surat dan komunikasi suara dengan telepon, beralih ke komunikasi era digital, yang sangat mudah, sangat cepat dan sangat murah. Informasi dari belahan dunia lain, mampu tersebar dalam hitungan detik ke belahan dunia lainnya.

Sama halnya Instagram. Bentuk sosial media yang sangat memungkinkan diakses dengan lebih mudah karena berbasis aplikasi mobile, yang ditanam diperangkat mobile. Sangat mudah bahkan untuk pemula sekalipun. Kehadiran Instagram ditangkap baik oleh pelaku usaha, terutama pelaku usaha dalam dunia digital marketing.

Perilaku manusia di masa yang sangat menggemari sosial media menjadikan sosial media menjadi lahan sangat subur untuk aktifitas promosi. Mulai banyak muncul metode-metode promosi di sosial media dari berbagai sudut pandang, baik promosi berbayar, promosi gratis hingga banyak muncul promosi dari pihak ketiga. Seluruh metode memiliki plus minus nya sendiri. Namun seluruh metode tersebut berpihak pada keberadaan sosial media, yang semakin bertumbuh dari waktu ke waktu.

Bersambung ke Part selanjutnya.


Sabtu, 14 Oktober 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 3 : Bukan BottleNeck Effect

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Akan lebih baik Anda membaca tulisan ini dengan pikiran jernih, tanpa ikatan emosional apapun terlebih hanya sekedar merendahkan orang yang bisa jadi kepintarannya jauh melampaui Anda. Ini adalah analisa, bukan bermain perasaan.

Secara sederhana bottleneck adalah efek yang seperti halnya leher botol. Dimana input yang sangat banyak tidak mampu tertampung dengan baik oleh jalur yang disediakan, sehingga terjadi antrian yang lebih panjang dari normal bahkan antrian yang saling mengganggu. Keadaan ini berlangsung apabila jalur yang ada/ tersedia tidak mampu menampung seluruh input.

Namun, yang terjadi pada Facebook Ads bukan ini. Meskipun inilah yang terlihat di permukaan. Sehingga tidak salah jika ada yang menganalisa dan mempublikasikan hipotesa tentang ini. Namun hipotesa yang saja kaji disini, dari sudut pemikiran lain.

Jika botleneck adalah untuk hal yang bersifat out dan input. Sedangkan pada pembahsan fb ads, ada faktor lain yang tidak hanya in dan output. Dalam hal ini, pemasang iklan sebagai input, dan penikmat iklan/ kalayak/ masyarakat sebagai output dan pihak Facebook sebagai kran yang mengatur sederas apa input menuju output.

Gampangnya, pemasang iklan adalah sumur, sedangkan penikmat iklan adalah ember dan pihak Facebook adalah kran.

Pada posisi tertentu, yang terjadi beberapa masa lalu disaat Fb ads benar-benar powerful. Adalah kuantitas air yang sedikit, sehingga kran dibuka sangat lebar dan ember yang mampu menampung seluruh air yang mengucur. Dalam posisi ini, kran sama sekali tidak pelit dalam membuka dirinya, sehingga air sekecil apapun mampu tertampung dengan baik oleh ember dibawahnya.

Namun keadaan berbeda. Dimana air merasa sangat nikmat mengalir melewati kran dan tertampung sepenuhnya pada ember. Sehingga air semakin menambah kuantitasnya, air menjadi semakin kencar dan kran pun membuka diri sangat lebar, praktis ember pun semakin penuh. Dan untuk memenuhi ember, membutuhkan waktu yang lebih sedikit karena air meningkatkan kuantitasnya.

Keadaan ini semakin berlanjut. Sehingga membuat air yang lain menjadi iri dan ingin mendapat kenikmatan pula, kenikmatan sepenuhnya terkonsumsi oleh ember dan kran yang dibuka lebar.Bagi air ini tentu keadaan yang sangat menyenangkan.

Di satu titik, pun terjadi perubahan pula. Semakin banyak air yang ingin menuju ember. Sehingga kran menjadi penguasa atas peristiwa ini. Ember hanya diam, ada atau tidak ada air yang masuk bukan masalah. Sementara air sangat memerlukan menuju ember, sehingga kran adalah penakluk atas fungsi ini. Wajar, jika akhirnya kran sedikit menutup dirinya dan hanya membiarkan air yang punya kekuatan saja yang mampu melaluinya.

Di pasar, ini adalah keadaan yang wajar, dimana harga akan naik disaat permintaan semakin naik, sehingga laba yang diperoleh menjadi semakin besar. Dalam hitungan matematispun ini benar dan sekali lagi, ini wajar dalam skema pasar. 

Termasuk Facebook pun mengadopsi skema ini, dimana pemasang iklan semakin banyak, maka akan terjadi pelelangan, siapa yang memiliki kekuatan dana besar maka ia diprioritaskan dan menjadi lebih banyak kapasitas iklannya dikonsumsi oleh masyarakat.
Tapi facebook, melupakan satu hal. Bahwa penggunanya sudah mulai tidak seimbang dengan jumlah iklan yang tersebar.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Indikasinya. Iklan yang tayang, lebih banyak membutuhkan waktu untuk menjaring peminatnya. Sederhananya, dulu sebuah iklan perlu waktu 3 hari untuk mencapai jumlah jangkauan x. Sekarang untuk mencapai jumlah jangkauan x memerlukan waktu lebih dari 3 hari. Sementara kebutuhan waktu linier dengan jumlah dana yang dikeluarkan. Sehingga pemasang iklan perlu membelanjakan lebih banyak dana untuk mencapai jumlah targetnya.

Inilah ketidak seimbangan yang terjadi. Dimana iklan yang masuk, lebih banyak dari kapasitas penerimaan oleh pengguna facebook. Anggap saja perbandingan 1 iklan mampu dikonsumsi oleh 100 pengguna. Maka jika penggunanya 200 maka kuantitas iklannya adalah 2. Sementara pengguna iklan semakin bertambah maka baiknya pengguna umumpun juga bertambah. Namun angka ini tidak didapat saat ini. Banyak faktornya, salah satunya masyarakat sudah mencapai titik jenuh dan mulai bermunculan social media lain. Faktor lain yang tak kalah penting adalah, pengguna facebook yang baru, lebih banyak menginputkan data palsu. Padahal data yang diinputkan menjadi salah satu pilar untuk penyebaran iklan.


Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar 14 Oktober 2017, Malang – Indonesia

Rabu, 11 Oktober 2017

Pelatihan Internet Marketing MasterClass di Malang Oktober 2017

Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang, Kursus Internet Marketing, Internet Markeing Pelatihan, Belajar Internet Marketing, Seminar Internet Marketing, Workshop Internet Marketing, Internet Marketing Masterclass, Mentor Internet Marketing


Masterclass, sengaja dari awal dibentuk sebagai pelatihan yang mengunggulkan mutu lulusan. Sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar memehami segala seluk beluk dan konsep inti dari pemasaran di dunia online. Dan untuk mencapai tujuan ini, tentu bukan semudah membalik telapak tangan, perlu perjuangan dari seluruh pihak baik dari penyelenggaran, mentor yang dihadirkan hingga peserta.
Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang

Peserta masterclass tidak memerlukan penyaringan yang rumit. Ini adalah pelatihan yang dibuka untuk umum, sehingga bisa di ikuti oleh semua orang siapapun dan manapun. Bahkan yang sama sekali tidak paham tekonologipun, diperkenankan mengikuti masterclass. Justru di sinilah, akan dibimbing mulai dari nol. Mengingat tujuan awal, bukan melulu sebagai pelatihan yang lulus – selesai – sudah. Tapi dirakit sebagai bentuk pelatihan yang membimbing, menuntun ibaratnya mulai lahir.

Sebagai pelatihan internet marketing yang bergengsi, MasterClass senantiasa menghadirkan pembicara-pembicara yang memang expert di bidangnya masing-masing. Termasuk misalnya menghadirkan pembicara yang mahir di bidang SEO, juga akan dihadirkan pembicara yang mahir di bidang sosial media, pembicara yang mahir di bidang viral konten, pembicara ahli manajeman, ahli menata keuangan dan seterusnya. Sehingga bukan melulu pelatihan yang sifatnya dangkal, namun pelatihan menyeluruh dari akar, yang meliputi seluruh aspek dalam kebutuhan menjalankan usaha.

Pelatihan internet marketing, adalah salah satu bentuk dari MasterClass, karena didalamnya juga diajarkan bagaimana menggunakan media internet sebagai lahan untuk berpromosi, lahan untuk melakukan aktifitas marketing yang memang sesuai dengan jaman saat ini dan lebih efektif. Tentu, dengan konsep dan pemahaman pada inti, akan memberikan bekal pada peserta tentang bagaimana berpromosi di internet meskipun terjadi perubahan terus menerus.
Pelatihan Internet Marketing, Internet Marketing Kursus, Internet Marketing Di Malang

Bukan terfokus pada teknik, pelatihan internet marketing di MasterClass lebih mendorong pada pemahaman inti dari sebuah konsep. Jika inti ini telah dikuasai, maka teknik adalah hal yang sangat mudah. Jika konsel telah dikuasai, maka peserta & alumni akan selalu mampu mengatasi perubahan & hamabatan apapun di internet yang kelak akan terjadi, mengingat dunia maya, dunia internet mampu berubah kapan saja.

MasterClass yang didalamnya terdapat pelatihan internet marketing ini, dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 di tanggal 13-15 Oktober (selama 3 hari), setiap harinya mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore.  Silakan hub CP untuk pemesanan tiket 0812.8587.4945