Sabtu, 28 Oktober 2017

Menjemput Keampuhan Instagram Marketing Part 3 : Kemunculan Seleb Gram Abal-Abal

Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing, Belajar Instagram Marketing, Kursus Instagram Marketing, Instagram Marketing Di Malang, Instagram Marketing Malang, Instagram Marketing Di Kota Malang, Belajar Instagram Marketing Di Malang, Seminar Instagram Marketing

Instagram, sama halnya dengan Twitter lebih menganut sistem follow & unfollow. Yang artinya ini komunikasi satu arah, dimana beranda Anda hanya kemunculan kabar dari orang yang Anda follow. Berbeda denghan sistemnya Facebook yang menganut friendlist dimana jika sudah berteman maka akan saling bisa melihat kabar masing-masing.
Instagram Marketing, Pelatihan Instagram Marketing, Training Instagram Marketing

Sistem follow yang dianut Instagram memberikan peluang untuk diikuti orang lebih banyak. Paling tidak 1 akun Instagram diperbolehkan mengikuti 7500 akun lain dan dapat diikuti dengan jumlah tanpa batas. Inilah keuntungannya, bagi para pajabat atau seleb, karena mampu menampung jumlah fans yang tidak terbatas. Sekaligus melahirkan gejolak mental “sok artis” dimana orang akan jauh lebih bangga jika di follow dan malas atau bahkan ogah ngefollow akun lain.

Secara awam keanhan mental tersebut bisa dianggap angin lalu. Namun dalam segi bisnis, ini tidak semata-mata dipandang sebagai kelemahan, namun mental para pengguna ig yang “sok artis” ini tadi mampu dijadikan kekuatan tambahan untuk mendongkrak bisnis. Ya, salah satunya dengan metode endorse. Tapi untuk satu metode ini, rasanya sudah tidak efektif saat ini karena perilaku pemakain ig juga sudah bergeser. Jadi, bagi Anda yang memiliki mental “sok artis” dan memiliki banyak follower, tidak perlu berbangga dan tidak perlu berharap akan rame tawaran endorse dari para pelaku online shop. Masanya sudah berbeda.

Memang, di sekitaran 2 tahun lalu. Endorse sangat efektif, karena kedua belah pihak diuntungkan, baik pemilik akun amupun online shop yang nitip jual (endorse). Bahkan online shop akan siap mengeluarkan dana berapapun untuk penawaran endorse. Namun, seiring pengguna ig semakin bertambah dan ‘seleb gram’ semakin bertebaran, justru endorse semakin kurang kekuatannya. Salah satu penyebab fatalnya, adalah semakin menjamurnya ‘seleb gram’ abal-abal yang memamerkan follower dengan jumlah boombastis namun tidak terjadi interaksi di dalam akunnya. Sangat bisa disimpulkan, sang seleb gram ini hanya membeli akun dan itu adalah akun pasif, alias bukan akun manusia tapi akun robot.

Disatu sisi, kmunculan para seleb gram abal-abal ini, memberikan literasi baru bahwa tidak melul selebriti di tv yang bisa di endorse, tidak melulu seleb gram yang sudah terkenal yang bis di endorse. Namun, perhatikan, apakah seleb gram baru ini benar-benar memiliki penggemar yang real akun, atau hanya membeli akun-akun palsu sebagai followernya demi untuk terlihat wow di sosial media karena followernya banyak. 


Jadi, jangan silau dengan mereka yang followernya banyak, belum tentu itu semua akun real human.

Bagi Anda pelaku online shop. Bahwa mempromosikan produk/ jasa di instagram tidak melulu dengan endorse. Ada banyak sekali metode lain yang bisa digunakan baik dengan pendekatan metode SEO maupun pendekatan metode berbayar non endorse. Gunakan keuangan/ plot dana promosi Anda dengan sebaik-baiknya. Jangan membakar untuk hal yang kurang penting dan keefektifannya sangat rendah.

Tips mengetahui mana seleb gram yang benar-benar seleb dan mana yang abal-abal adalah sangat mudah. Lihat saja berapa followernya dan berapa komen di fotonya. Jika followernya 1000 (misalnya) paling tidak ada 1% komentar di tiap fotonya, jadi ada sekitar 10 komentar di tiap fotonya, lebih dari itu semakin baik. Namun jika di fotonya terdapat komen yang kurang dari jumlah itu apalagi sepi komen, maka berarti followernya hanya akun palsu dan hanya bertujuan menambah angka follower saja.
Kenapa asumsinya komen ? kok bukan like.

Ya, karena like di tiap foto bisa dibeli dan ada metode tersendiri untuk menyuntikan like ke tiap foto di instagram dengan bantuan aplikasi tertentu. Sehingga like bukan ukuran.

Bersambung ke Part selanjutnya.


0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar