Jumat, 03 November 2017

Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI Part 4 : Pembiasan Teknik, Materi & Praktik

Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook

Setiap bisnis memiliki ramuan sendiri, dan tiap iklan memiliki racikan sendiri. Meskipun barang/ jasa yang dijual sama persis, dengan target pasar sama persis, toh akan memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. Kalau toh di copy-paste caranya secara teknikal, tetap akan memberikan hasil yang berbeda.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion

Sama seperti halnya beriklan di Facebook. Teknik memang banyak disampaikan dalam berbagai seminar. Teknis tetang bagaimana cara bayarnya, bagaimana menggunakannya dan bagaimana membaca statistiknya, yang berkaitan dengan dana yang dibayarkan dan bagaimana jalannya iklan. Ini adalah hal teknis, termusuk caranya masuk ke ruang iklan dan mengatur segala pengaturan.

Berkaitan dengan teknik, Facebook ads menyediakan saringan yang komplit,  mulai dari usia, sasaran jarak, sasaran hanya kota tertentu bahkan hingga sasaran minat dan agama. Ini adalah variabel yang sangat banyak dan sangat bisa digunakan untuk menembak ke mana pasar akan diarahkan. Teknik menembak, dan memasang serta membayar dana iklan, banyak diajarkan di berbagai seminar oleh para mastah di bidang ini.

Namun terjadi jumping, dimana materi yang disampaikan dalam seminar selalu berputar pada teknis. Namun menggunakan iklan berbayar, bukan melulu teknis. Dari sinilah berangkat akar permasalahan baru, dimana para pengiklan hanya mengikuti teknis yang tanpa dibarengi logika, sehingga teknis yang asal-asalan, asal klik, asal coba justru menimbulkan kerugian dari sisi finansial dan secara luas mempengarui sistem pembacaan data oleh Facebook. Memang, sistem trial &error tidak ada larangan dalam beriklan hingga menemukan racikan yang benar-benar pas atas pengiklanan sebuah produk, namun karena pengguna Facebook ads rata-rata sudah terpaku pada teknis sehingga menomor duakan logika. Hanya pasang, pasang, pasang hanya klik, klik, klik tanpa memikirkan apa dan bagaimana menggarap konsumennya. Padahal dengan gampang Facebook telah menyediakan banyak variabel.

Praktik yang seperti inilah yang justru merugikan, terutama dari pemasang iklan. Tentu, semua pemasang iklan sudah siap menginvestasikan dana untuk beriklan dengan harapan mampu memberikan hasil yang lebih baik pada penjualan. Namun, praktik yang melulu mengandalkan teknis, maka hasilnya bukan pada penjualan yang meningkat, namun justru terjebak pada keasikan trial & error yang justru tidak ada habisnya.

Sangat sedikit mentor di bidang ini yang mengajarkan logika, yang mengajarkan jalan pikiran dan logika dalam beriklan. Pun para pengguna fitur ini pun memang lebih menyukai aspek teknis. Karena teknis itu mudah, gampang dan bisa diaplikasikan oleh pemula sekalipun. Dan untuk belajar logika, itu lama, ruwet dan harus mikir. Penyakit malas berpikir ini bikin otak jadi semakin beku, bisnis digadaikan dengan teknis praktis dan pemikiran jangka panjang dan tenpa logika efektifitas.

Saya pun mengenal mentor di bidang ini, yang beliau mengajarkan logika, cara berpikir dan menembak pasar dengan variabel global dan spesifik. Logika ini sangat bagus dan saya sangat apresiasi dengan caranya menanamkan logika, yang tidak terpengaruh teknis. Namun logika ini sangat bisa diterapkan meskipun teknis pemasangan iklan di Facebook diubah sekalipun. Karena logiknya sudah utuh menjadi konsep, maka dengan media apapun sangat bisa diterapkan. Tapi, kembali lagi pada sifat orang Indonesia, yang ingginnya serba praktis serba cepat dan malas berpikir. Termasuk dalam bidang ini, malas berpikir semakin melahirkan dan menambah barisan sakit hati atas Facebook ads. Sebenarnya bukan barisan sakit hari, tapi barisan malas berpikir dan lebih hobi menyalahkan orang/pihak lain.

==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Mall Online,
Owner Pegasus Academy,
3 November 2017, Malang – Indonesia





0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar