Selasa, 06 Maret 2018

Kesalahan Fatal Pengusaha Muda Part 06 : Inkonsisten, Selalu Tergoda Rumput Tetangga


Pengusaha Muda, Pengusaha Sukses, Pengusaha Muda Sukses, Pengusaha Muda Indonesia, Pengusaha Muda Indonesia, Tips Jadi Pengusaha, Tips Jadi Pengusaha Muda, Tips Jadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Kecil, Tips Jadi Pengusaha Pemula, Tips Jadi Pengusaha Sukses Tanpa Modal

 

Tips Jadi Pengusaha, Tips Jadi Pengusaha Muda, Tips Jadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Kecil

Hari ini jualan nasigoreng. Lalu dalam 3 hari gak ada yang beli, adapun hanya satu ato dua. Lalu tengok sebelah kanan ada jualan lalapan, kok rame. Jadilah gerobak nasi gorengnya di ubah untuk jualan lalapan. Praktis, nasi gorengnya ditinggal. Tiga hari jualan lalapan, kok gak laku, kok gak se-rame orang sebelah kanan. Lalu tengok sebelah kiri, orang jualan susu. Kok rame. Maka diubahlah gerobak lalapannya jadi jualan susu. Dan tiga hari jualan susu, kok gak laku. Tengok depan, ganti lagi, tengok belakang ganti lagi. Dan begitu seterusnya.

Lucu ceh, jenaka. Tapi dagelan ini nyata dan banyak dilakukan. Satu usaha belum mendatangkan penghasilan, sudah lebay ganti usaha lain. Yang hanya berdasarkan kelihatannya. Kok rame, kok musim, kok ngetren, lalu ikuta-ikutan dan serampangan.

Ilustrasi diatas. Ikut-ikutan jualan lalapan. Hanya ngikut dan pertimbangan dangkal. Tapi melupakan, berapa lama si penjual lalapan yang rame itu berjualan, juga melupakan bagaimana kualitas rasanya, melupakan bagaimana si pejualan lalapan membangun karir, merawat konsumen dan melupakan bagaimana si penjual lalapan melewati suka dukanya.

Tentang juga penjual susu yang rame. Lalu hanya ikuta-ikutan jualan susu. Tanpa tahu, tanpa paham bagaimana si penjual susu merawat produknya, memberikan nilai lebih, melupakan bagaimana susu harus terjual habis dalam satu hari atau rugi mati-matian.

Ya begitu akibatnya, hanya dengan pertimbangan dangkal, lalu dengan mudahnya beralih dari satu usaha ke usaha lain. Sementar belum mendapatkan penghasilan dari situ.

Apa tidak bole pindah usaha ?

Siapa yang tidak memperbolehkan. Justru sangat bole, jika memang usaha yang pertama menemui banyak kesulitan, lebih banyak sulitnya daripada mudahnya, menemui banyak kendala dan tidak menyumbang penghasilan yang besar. Justru hanya memenuhi biaya oprasional. Tapi untuk mengumpulkan seluruh faktor ini, perlu waktu dan data. Bukan semata-mata dan bukan bagai kutu luncat.

Berwirausaha memang baik. Dan senantiasa langsung melakukan sesuatu memang baik. Ibaratnya kalo mau usaha, ya usaha aja, berangkat ya berangkat aja, lari ya tinggal lari aja, gak usah kebanyakan mikir. Tapi ingat, jalan yang kamu lalui itu ada lobang galian apa kagak ? jangan melulu serampangan.


==========================
Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis,
Pengusaha,
Praktisi Internet & Digital Marketing,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Penulis Indonesia,
Owner Pegasus Grup
1 Maret 2018, Malang – Indonesia

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar