Jumat, 28 September 2018

Prinsip - Prinsip Penulisan Artikel Ilmiah Part 02


ulisan berikut adalah review dari paper internasional yang ditulis oleh Tomislav Hengl dan Michael Gould. Dalam blog ini disajikan dalam beberapa part. Penambahan gambar yang tidak ada keterangan, adalah tambahan sebagai pemanis artikel. Sedangkan gambar yang memiliki keterangan adalah bagian dari paper tersebut. Selengkapnya tentang paper, akan dijumpai di bibliografi pada bagian bawah dari part terakhir.




Berikut adalah bagian kedua

Prinsip - Prinsip Penulisan Artikel Ilmiah Part 02

Elemen-elemen lain yang berperan penting dalam penulisan artikel ilmiah selain pendahuluan adalah : Metologi, Hasil, Kesimpulan dan Diskusi, disusul kemudian dengan referensi. Secara ringkas bahwa seluruh elemen dan apa yang terkandung didalamnya, disajikan dalam bentuk tabel berikut :
RAS, Bagian Artikel Riset
Fungsi Utama
Style yang disarankan
Aturan Baku
Title/ Judul
- Sebagai indikasi keseluhan isi dan pembahasan utama

Hal pertama yang menarik perhatian pembaca
Singkat dan sederhana, terdiri dari 7-10 kata,

Tertuju pada pembaca yang spesifik
Hindari menggunakan gramar yang terlalu komplek

Buatlah semenarik mungkin

Hindari kata-kata yang mengandung peramalan, misalnya analisis, efek dari.., gangguan atas.., metode baru..

Abstrak
Refleksi dari bahasan utama atas RA
Menjasi perhatian penting, namun hindari pemaparan yang terlalu panjang,
Gunakan past perfect dengan tinjauan masa lalu hingga sekarang dan kata-kata pasif,

Singkat, namun konsisten,

Tanpa sitasi, table maupun grafis dan lainnya,
Hindari berbicara pendahuluan,
Paparkan, tentang apa yang akan dilakukan, apa yang ditemukan dan apa kesimpulan utamanya

Barikan ringkasan atas banyaknya poin-poin bahasan
Introduction
Paparan awal tentang topic dan mendefinikasn secara  terminologi

Hubungan dengan riset yang sebelumnya telah ada

Sebagai indikasi atas fokus paper tersebut dan onjektifitas riset
Gramar simple tense untuk pengenalan atas pengetahuan, atau past tense untuk review literatur,
Gunakan aturan-aturna baku dari sebuah referensi,

Ikuti pergerakan logika/ nalar,

Definisikan secara terminologi berurutan dan hindari menimbulkan kebingungan
Metodologi
Sediakan detil-detil yang cukup atas peneliti yang benar-benar kompeten untuk kemudian ulangi eksperimennya,

Tentang siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan kenapa ?
Past tense dengan kalimat aktif,

Selaraskan dengan format yang telah disepakati secara internasional,
Sebutkan apapun hal yang menjadi penting dan berperan dalam membentuk hasil,

Jangan menutupi jejak (“beberapa data bisa saja diabaikan”). Mulailah perkenalkan siapa autor (“kami memutuskan mengabaikan data tersebut”)

Apabila teknik yang digunakan sudah banyak dikenal/ familiar, tidak perlu memaparkan ulang, cukup sebutkan saja namanya,

Gunakan kalimat sederhana, misalnya untuk mengeksplorasi metodologi yang komplek.
Hasil
Berikan ringkasan hasil dalam bentuk penomoran dan grafis,

Lakukan perbandingan dengan perlakuan yang berbeda,

Berikan ukuran-ukuran yang menjadi kesepakatan,

Gunakan tabel, gambar, atau ilustrasi lain yang,
Mempersembahkan ringkasan dari relasi data dalam objektifitas RA dan bukan merupakan hasil dari keseluruhan riset,

Berikan lebih banyak empasis (daya tarik) dan kenapa hal itu menjadi empasis,

Berikan perhatian, tentang hal mana yang ditemukan mampu menjadi yang paling signifikan,

Jadikan sebagai batasan yang gamblang antara anda dengan pekerjaan lainnya,
Kesimpulan & Diskusi
Menjawab pertanyaan yang timbul saat riset

Memaparkan perbedaan yang menjadi nilai lebih dan hal-hal yang mungkin saja menjadi penemuan yang mengejutkan atau tidak terduga,

Merupakan hal penting atas penemuan serta implikasinya untuk waktu mendatang
Simple/ present tense (dapat juga gunakan past tense jika ada kaitannya dengan hasil)

Diijinkan adanya spekulasi secara ilmiah (jika diperlukan)


Tidak perlu memberikan rekapitulasi atas hasil, tapi buatlah dalam kalimat,

Buat kalimat yang kuat, tapi hindari penggunaan “…”

Jangan sembunyikan jika ada hasil-hasil diluar keinginan awal – bahkan itu justru bisa menjadi penting,
Referensi
Berikan daftar literatus apa saja yang berhubungan dan sumber-sumber informasi
Sesuai permintaan  jurnal autor/ editor, sehingga tahun dan judul wajib disertakan,
Selalu sitasi referensi yang paling sering di akses

Sitasi pada sumber utama/ primer lebih dari sekedar review paper.



Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,

Penulis, Praktisi Pengajar Universitas Brawijaya Malang
Pengusaha,
Praktisi Internet & Digital Marketing,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Sastra Budaya Indonesia,
23 September 2018, Malang – Indonesia

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar