Sabtu, 15 September 2018

Tahapan Pembangunan Software Menurut Para Ahli

1.      Pembangunan sebuah software tentu tidak serta merta tanpa arahan maupun garis tegas tentang tujuan pembangunannya. Seperti halnya membangun gadung yang baik maka didasari pula dengan seluruh perencanaan yang matang sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan tujuan dan proses yang dilaluipun efektif. Menurut Pressman dalam bukunya Software Enginering A Practitioner Approach, tahapan dalam pembangunan software adalah proses yang tidak selalu kaku dengan apa itu software dalam sebuah komputer. Justru Pressman berpandangan pembangunan software lebih pada adopsi pengunaan software itu sendiri atas fungsi ada apa yang akan dikerjakan oleh manusia dengannya. Serta siapa yang nantinya akan menggunakan software tersebut.


Tahapan Pembangunan Software Menurut Para Ahli

Dalam kerangka sebuah proses didasari dari proses-proses yang jika dikumpulkan akan menjadi sangat komplek. Sehingga diperlukan identifikasi dari masing-masing proses menjadi koordinasi yang lebih kecil. Sehingga pada tahap selanjutnya masing-masing kepingan ini dikembalikan menjadi satu meskipun kadang lintas disiplin, dan inilah yang oleh Pressmasn disebut sebagai umbrella activities. Dalam pembangunan sebuah software terdapat 5 aktifitas penting, yaitu :
a.      Communication. Sebelum sebuah software dipublikasi secara komersil. Tahapan awal adalah berkomunikasi dengan konsumen tentang apa yang mereka butuhkan atas software tersebut. Ini nantinya sangat membantu dalam proses fitur/fasilitas apa saja yang ditanam pada sebuah software dan benar-benarfitur tersebut menjadi berguna,
b.      Planning. Membangun software bagaikan sebuah perjalanan yang sarat dengan tantangan dan komplek. Sehingga mutlak dibutuhkan peta. Dalam ranah pembangunan software peta tersebut diterjemahkan sebagai kemungkinan resiko, siapa yang mengkoordinasi, perangkat yang nantinya ditanami software, rencana jadwal pengerjaan, hingga bekerja untuk membangunnya,
c.       Modeling. Tujuannya adalah mempermudah yang dituangkan bisa saja dalam bentuk visual. Lihat saja seorang tukang kayu, pekerjaanya akan jauh lebih mudah jika dibuat sketsa terlebih dahulu tentang meja yang akan dibuatnya. Demikian juga  seorang arsitek, yang memerlukan cetak kertas atas desain yang dibuatnya. Dan inipun berlaku untuk proses pembangunan software,
d.      Construction. Dalam hal pembangunan software. Tahapan ini adalah kombinasi, atau menggabungkan dari berbagai macam coding hingga melakukan proses testing. Jika ada error yang ditemukan maka perbaikan pun segera dapat dilakukan,
e.      Deployment. Software yang telah dibangun, dan merupakan hasil finis dari tahap construkction, dikirimkan pada klien/ konsumen untuk diberikan evaluasi. Dalam tahap ini tidak ada lagi tes, karena tahapan tes sudah termasuk poin construction. Dalam tahap ini justru lebih mementingkan bagaimana respon konsumen terhadap software tersebut.


Tahapan Pembangunan Software Menurut Para Ahli

Sedangkan Sommerville dalam bukunya berjudul Software Engineering, menerangkan bahwa proses pembanganunan software secara singkat adalah korelasi atau hubungan antara aktifitas yang mengawali sebuah pembangunan perangkat lunak. 

Dalam aktifitas ini bisa saja berupa pengembangan dari bahsa pemrograman yang sebelumnya telah ada. Dan tidak menutup kemungkinan ada campur tangan bisnis dalam pengembangannya. Proses utama dalam pengembangan software menurut Sommerville adalah :
a.      Software specification. Berkaitan erat dengan apa fungsi serta kendala apa yang selama ini harus benar-benar terdefinisikan dengan jelas. Pandangan Sommerville tentang tahapan ini bahwa software harus memiliki tujuan yang jelas, untuk apa dibuat dan untuk memberikan solusi yang seperti apa atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam tahapan ini juga termasuk bagaimana software mampu melaksanakan tugas dan menyelesaikan perintah yang diberikan. Dan tentunya bagaimana software menyelesaikan permasalahan yang selama ini sudah ada. Meskipun dalam tahapan ini, bagaimana software bekerja, belum menjadi pembahasan,
b.      Software design & implementation. Setelah melalui tahapan poin pertama tentang spesifikasi. Maka tahapan ini adalah bagaimana harusnya software dibentuk. Tahapan pertama menjadi referensi penting ditahapan ini. Dengan adanya analisis permasalahan yang ada, maka menjadi sumber desain untuk bagaimana nanti software yang akan dihasilkan. Karena tahapan ini termasuk pula implementasi, sehingga desain yang sudah dibentuk kemudian di lanjutkan bagaimana pembentukannya dalam susunan rangka kerja,
c.       Software validation. Sukses melalui tahapan desain & implementasi. Maka kebutuhan konsumen sekali lagi menjadi hal yang sangat penting. Tahapan ini menjawab keraguan tersebut yaitu dengan kembali memvalidasi apakah software yang dibentuk telah benar-benar sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Disini sisi bisnis sangat campur tangan, karena berhubungan dengan konsumen dan mencetak berapa banyak yang akan dihasilkan. Semua hal yang dibutuhkan konsumen kembali di cek dan ricek pada tahapan ini,
d.      Software Evolution. Setelah tahap validasi, biasanya akan selalu ada saja kebutuhan konsumen yang belum termaktub dalam software yang sudah dibentuk. Atau bahkan ada beberapa fitur yang harus disesuaikan kembali tentang kegunaan dan bagaimana kebutuhan konsumen. Dalam tahap ini, bisa saja terjadi perubahan atau modifikasi software yang disesuaikan dengan permintaan konsumen dari data yang diberoleh di tahap (c) ,

Dari kedua ahli yaitu Pressmasn & Sommervile. Keduanya telah memaparkan proses pembangunan software  dari sudut pandangnya masing-masing. Dari paparan diatas, sehingga bisa ditarik kesimpulan tentang perbedaan kedua sudut pandang tersebut, antara lain :
a.      Pressman. Lebih mengarah pada software itu sendiri secara teknis. Aktifitas-aktifitas dalam prosesnya lebih menutik beratkan tentang bagaimana itu software dan bagaimana seharusnya software dari sisi software itu sendiri. Sedangkan pandangan Sommervile lebih mengarah pada bagaimana software yang dibentuk dikorelasikan dengan fungsi dan kebutuhan konsumen,
b.      Untuk kebutuhan membentuk iklim didalam tim kinerja, telah dipaparkan jelas oleh Pressman. Sudut pandangnya menitik beratkan pada bagaimana tim bekerja dan bagaimana prosesnya tahap demi tahap. Sedangkan Sommervile kinerja tim menjadi prioritas yang kesekian, baginya prioritas utama adalah software yang dibangun berfungsi atau tidak untuk memecahkan masalah yang terjadi pada konsumen,
c.       Kesamaan dari keduanya. Pada tahap akhir yaitu melibatkan konsumen. Pada tahapan ini konsumen menjadi elemen penting karena pada tahapan inilah software yang telah terbentuk dikirim ke konsumen untuk menerima tanggapan atas software tersebut.


Bibliography

Software Requirement Specifications. (2012, Oktober 16). Retrieved September 11, 2018, from Di sini Cisini, di situ Cisitu: https://cisini.wordpress.com/2012/10/16/srs/
Komputer, D. (n.d.). Definisi Software Requirement Specification Dalam RPL. Retrieved September 11, 2018, from SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI: http://sisteminforman.blogspot.com/2015/11/definisi-software-requirement.html
Pressman, R. S. (2010). SOFTWARE ENGINEERING: A PRACTITIONER’S APPROACH, SEVENTH EDITION. New York: McGraw-Hill.

Sommerville, I. (2011). Software Engineering. Massachusetts: Pearson Education, Inc.


Di tulis oleh Budi (Dedy) Fajar,
Penulis, Praktisi Pengajar Universitas Brawijaya Malang
Pengusaha,
Praktisi Internet & Digital Marketing,
Pendiri Komunitas Pemuda Pengusaha Indonesia,
Pendiri Komunitas Sastra Budaya Indonesia,
11 September 2018, Malang – Indonesia

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar